Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Ingin tahu Rahadian


__ADS_3

Rasa rindu yang dirasakan Rahadian terhadap kakaknya Raditya begitu mengundang keingintahuan Rahadian takut ada permasalahan di antara mereka dengan orang tua nya sendiri.


Tanpa khabar ataupun berita mereka tahu-tahu sudah berada di Australia dan menetap di sana, memang Rahadian juga jarang hampir saja tidak ada komunikasi dengan Kakaknya sibuk dengan urusannya masing-masing.


Bahkan kedua orangtuanya pun tak pernah mengabarkan soal Kakaknya Mas Radit atau sekedar memberitahukannya.


Rahadi berpikir sejauh pengamatannya Kakak satu-satunya orang yang paling baik di matanya walaupun banyak yang tidak suka di hati Rahadian termasuk keberuntungan dan kepintaran Kakaknya Raditya.


Termasuk Raditya mendapatkan jodoh Andhini yang cantik seperti artis ibukota Rahadian sendiri bertekad ingin menjadi seseorang yang sangat cantik kalau bisa melebihi kecantikan Kakak iparnya Andhini untuk menjadi istrinya biar tidak kalah saing dengan Kakaknya sendiri.


Namun sampai saat ini Rahadi belum menemukan seseorang yang cocok sesuai kriteria dirinya dan juga yang pasti harus cocok juga dengan kedua orang tuanya minimal seperti Andhini.


Rahadi yang begitu akrab dengan Kakaknya merasa kesepian saat pulang tak mendapatkan Kakaknya di rumah orangtuanya ataupun di rumah Radit, walaupun sejak kecil mereka bersaing dalam hal prestasi tetapi di dalam hati mereka rasa kebersamaan rasa persaudaraan tetap menjadi yang utama.


Tak ada saingan di rumahnya untuk sekedar saling ledek atau saling tantang main catur, renang dan adu panco semua begitu terasa kosong di hati Rahadi.


Rahadian memandang Kakaknya Radit sebagai seorang Kakak yang sangat beruntung dalam hal apapun termasuk dalam memenangkan hati Andhini yang seperti artis ibukota, walaupun Rahadian begitu bangga memiliki kakak ipar yang begitu cantik tetapi dalam hatinya ada rasa iri kenapa kakaknya begitu beruntung juga dalam hal usaha dan sekolah Kakaknya lebih pintar dan pasti punya prestasi lebih dari dirinya.


Tapi selama ini rasa iri itu tak pernah Rahadi perlihatkan rasa  itu hanya ada dalam hatinya saja, berharap dirinya bisa melebihi dan mendapatkan sesuatu yang lebih dari yang Radit dapatkan.


Rahadi berangkat kuliah di luar negeri saat Kakaknya Radit belum lama menikah, berharap Rahadi bisa lebih beruntung dalam hal mengelola perusahaan karena dirinya berasal dari lulusan luar negeri. Radit sama Andhini hanya kuliah di dalam negeri jadi ada nilai plus di sana untuk dirinya.

__ADS_1


Kenyataannya kini walaupun mereka kuliah di dalam negeri tetapi gebrakan yang diperlihatkan Radit sama Andhini malah mereka mengembangkan usaha di luar negeri itu adalah sesuatu yang di luar dugaan Rahadi sebelumnya.


"Pak Budi, apa Kak Radit memang tujuannya ingin usaha di Australia apa punya tujuan lain?" tanya Rahadi sama Pak Budi saat Rahadi berkunjung ke perusahaan supermarket milik Radit sama Andhini yang dihibahkan orang tua mereka.


"Aku tidak tahu Pak Rahadi kalau yang sebenarnya, mungkin mereka mau menikmati surga Australia yang katanya negara dan benua paling indah di dunia dan hidup seperti dalam mimpi atau merambah pasar luar negeri dengan usahanya lalu menerapkan ilmu yang mereka punya atau hal lain apapun mungkin saja," jawab Pak Budi memang Pak Radit sama Bu Andini tak pernah bercerita apapun hanya sekedar menitipkan Karina, didik dengan baik dan akhirnya mereka bawa juga ke Australia.


Hanya itu saja sebatas yang Pak Budi tahu selebihnya tidak tahu apa-apa tentang rahasia pribadi dan rumah tangga atasannya.


Rahadi diam mendengar penuturan Pak Budi yang masuk di otaknya. Tapi tetap saja ada rasa penasaran kenapa Kakaknya sampai memutuskan pindah dan tinggal jauh di Australia jauh dari sanak saudara dan orang tua.


"Aku bangga dan kagum pada mereka, setidaknya mereka bukan orang-orang yang bergantung kepada orang lain, tetapi malah orang lain yang banyak membutuhkan mereka." Satu lagi nilai plus bagi Raditya yang didengar langsung Rahadi dari Pak Budi membuat Rahadi kagum juga pada Kakaknya.


Keberhasilan Andhini sama Raditya dalam hal mengembangkan usaha di luar negeri sampai saat ini begitu santer terdengar di kantor di lingkungan tempat kerja Pak Budi, karena setiap minggu selalu ada paket ekspedisi yang di pesanan Raditya produk dalam negeri yang selalu dikirimkan untuk dijual dipasarkan di Australia.


"Entahlah Pak, saat ini Aku belum kepikiran apa-apa dulu Aku baru kemarin lulus, ijazah belum keterima dan wisuda belum dilaksanakan setelah beres tuntas nanti Aku baru mau berpikir apa langkah selanjutnya.


"Santai saja dulu silakan mengontrol semua pekerjaan mana yang lebih tertarik apa mengembangkan usaha yang ada atau merintis seperti Pak Radit?" selidik Pak Budi bicara sambil tersenyum melirik Rahadi di sampingnya.


"Pak, katanya Kak Radit sama Kak Andhini sudah buka dua mini market di Australia." tanya Rahadi pada Pak Budi.


"Malah mau yang ketiga katanya yang akan lebih besar dari yang sudah ada," enteng Pak Budi menjawab pertanyaan Rahadi.

__ADS_1


Rahadi manggut-manggut, terbayang masa-masa kecil berdua kakaknya Raditya sangat membela dirinya memperlihatkan kasih sayang seorang kakak terhadap adiknya.


Saat itu pulang sekolah, tak diantar dan tak di jemput karena sekolah mereka dekat dengan rumah dan kelihatan semua anak Pak Subrata sudah mulai gede Radit kelas 6 sedang Rahadi kelas 2, Rahadi merajuk minta mainan yang di jual pedagang keliling yang lewat sedangkan mereka telah menghabiskan uang jajan tadi di sekolah akhirnya dengan sukacita Raditya membongkar celengan ayamnya di kamar dan memberikan mainan yang diinginkan adiknya yang dijual pedagang tadi.


Itu memang sekelumit kisah kebersamaan mereka dari masa kecil hingga dewasa mereka dibesarkan dengan kemandirian serta pendidikan dan juga dalam usaha selalu dilibatkan juga dalam hal apapun.


Tak pelak Rahadian selalu mengikuti dan meniru apa yang di lakukan Kakaknya Raditya.


"Menikah dulu Pak Rahadi biar nggak ke mana-mana hatinya jadi tentram kalau sudah ada yang mendampingi, biar kayak Pak Radit sama Bu Andhini kelihatan adem ayem tanpa masalah, tiap hari bulan madu di pulau impian sambil tetap menjalankan usaha dengan maju pesat." panjang lebar pak Budi menggambarkan kekaguman pada majikannya Radit sama Andhini.


"Belum menemukan yang cocok Pak Budi, juga mungkin belum saatnya, kalau sudah jodoh pasti datang dengan sendiri."


l"Hadeuuuh Pak Rahadi, di cari dong paket juga nggak di pesan nggak ujug-ujug datang dengan sendirinya, berusaha semaksimal mungkin jodoh itu kalau di kejar malah berlari jadi tangkap seperti menjemput bola gitu."


"Aku pengen yang secantik Kak Andhini Pak Budi, tapi susah carinya, ada yang cocok cantik pas ngobrol nggak nyambung susah susah gampang cari jodoh itu," jawab Rahadian.


"Kalau pengen yang sempurna cocok segalanya nggak mungkin ada Pak Rahadian, tapi cintailah apa adanya, berusahalah kita ciptakan kesempurnaan itu."


Rahadi diam merasa benar apa yang di ucapkan Pak Budi, bahkan terasa menyindir dirinya.


******

__ADS_1


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi karya di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️



__ADS_2