Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Saat kesadaran datang menyapa


__ADS_3

Andhini membereskan mejanya begitu juga Erika, Radit yang masih memandang laptopnya melirik pada istrinya dan berdiri menghampiri Andhini yang bersiap-siap mau pulang.


"Sayang, mau pulang? apa mau Aku antar dulu kemana gitu kita cari makanan atau sekedar jalan-jalan?" ucap Radit di hadapan Andhini.


Andhini menatap wajah yang selama ini begitu di rindukannya walau sering menyebalkan, Mencoba melihat keseriusan dari kata-kata Radit suaminya. Sepertinya kali ini Radit begitu serius di mata Andhini tanpa ada tujuan lain, entah kesadarannya sudah menyentuhnya atau hanya sekedar ingin berbaikan dan menata kembali rumahtangganya yang sempat goyang dan memang sampai saat ini juga masih saja belum begitu baik seutuhnya.


Andhini hanya bisa mengangguk mengiyakan kalau memang dirinya menginginkan sesuatu di luar sana.


Senyum Radit memang luar biasa, membius Andhini hingga tak bisa marah kalau sudah begini. Andhini tak bisa lagi marah walau hatinya belum bisa sepenuhnya menerima tapi untuk seorang suami selalu ada kata maaf saat suaminya kelihatan ingin berubah.


"Boleh, Aku pengen makan yang pedas, Mas mau pulang juga sekarang?" sahut Andhini sambil senyum dingin.


"Ya pulang lah, mau nginap di sini apa?" ucap Radit memperlihatkan sikap biasa saja walau sebenarnya antara dirinya sama Andhini hubungannya lagi kurang harmonis. Kelihatan radit yang ingin dekat dan mungkin ingin memperbaiki diri.


Entah angin apa yang membuat Radit begitu baik kali ini, Apa kerinduan pada seorang istri? setelah sekian lama lebih dari sebulan hampir dua bulan malah, mereka tak bersentuhan terakhir saat Radit menyentuh Andhini dalam keadaan marah dan Andhini merasakan sensasi yang begitu brutal, kasar dan sakit tapi begitu menikmatinya. Perlakuan Radit saat marah sungguh di luar dugaan Andhini mereka berhubungan suami istri seperti orang yang saling ingin memuaskan dan ingin menyakiti tak lama setelah itu Andhini di nyatakan hamil dalam tempo dini menurut hasil test dr Fadli saat Andhini masih mengikuti program kehamilan di rumah sakit itu.


Memang pada kenyataannya seseorang di nyatakan hamil tidak harus menunggu beberapa Minggu atau bulan setelah berhubungan suami istri, teknologi canggih telah membuktikan hanya dalam hitungan beberapa hari saja sudah bisa terdeteksi seseorang hamil atau tidak.


Kemungkinan paling awal untuk 'merasa hamil' setelah berhubungan **** adalah sekitar tujuh hari. Lebih umum, dibutuhkan antara dua hingga empat minggu setelah berhubungan **** sebelum gejala awal kehamilan terlihat. Jarak kehamilan setelah berhubungan ini tidak akan muncul sampai setelah implantasi embrio.


Kita mungkin berpikir bahwa jarak kehamilan setelah berhubungan atau terjadi pembuahan hanyalah jumlah waktu yang dibutuhkan ****** untuk berenang menuju sel telur.


Namun, seberapa cepat ****** berenang tidak sepenuhnya menjawab pertanyaan tersebut.

__ADS_1


****** membutuhkan waktu antara dua hingga 10 menit untuk melakukan perjalanan dari serviks ke tuba falopi, tempatnya untuk bertemu sel telur.


Tindakan ini terjadi terlepas dari gravitasi. ****** bisa berenang naik melalui rahim tidak terpengaruh posisi tubuh bagaimanapun.


Dan bila ada telur yang menunggu, pembuahan bisa terjadi setelah tiga menit setelah hubungan seksual.


Melansir University of California San Francisco, telur hanya dapat dibuahi antara 12 dan 24 jam sejak dilepaskan.


Andhini memang tidak merasa selingkuh sama sekali, jadi menjalani dan melewati tuduhan perselingkuhan dari suaminya biasa saja karena menurut Andhini waktu yang akan menjawab semuanya kalau suaminya tetap berpendapat seperti itu dan keraguan suaminya lambat-laun akan tertepis.


Mungkin dikuatkan juga saat Radit keluar dari kantornya Andhini sempat melihat laptop yang masih hidup dan Radit habis melihat ulasan tentang masa pembuahan dan masa kehamilan setelah berhubungan intim, entah untuk apa apa untuk meyakinkan dirinya dan berhitung waktu saat terakhir dirinya menyentuh Andhini istrinya.


Andhini merasa itu menjadi referensi perubahan pada diri suaminya, tapi apapun itu hak semua orang berpendapat menurut prinsip dan keyakinan masing-masing.


Radit mengambilkan mantel Andhini dari kapstock dan memakaikannya, lalu Radit sendiri memakai jaket panjangnya dan mereka bersisian keluar setelah pamit pada Erika kalau mereka jalan duluan. Erika yang melihatnya hanya menarik nafas lega.


Ada apa lagi dengan sikap Mas Radit kali ini? kelihatan begitu baik mungkin ada maunya, tetapi Andhini tidak berpikiran jelek mungkin juga kesadaran Mas Radit telah datang, dan ingin meminta maaf atas tuduhan selama ini yang hanya mengarang dan tanpa dasar dan alasan yang jelas, mungkin ingin berbaikan dengan dirinya lalu akan kembali menjalani perjanjian seperti di awal-awal perjanjian itu di jalani.


Radit Membuka pintu bagi Andhini dan tanpa kata Andhini masuk lalu duduk di samping Radit yang memegang kemudi.


Begitu ingin Andhini rasakan momen dan susana seperti ini kembali normal kehidupan rumahtangganya, tanpa di isi dengan pertentangan, alasan dan kebohongan juga tuduhan tanpa dasar dan alasan tak jelas yang di ciptakan Radit.


Andhini bilang terimakasih saat Radit memakaikan sabuk pengaman dan wajah mereka hampir beradu, hanya parfum khas yang dipakai Andhini tercium begitu istimewa bagi Radit.

__ADS_1


Mungkin Mas Radit juga merindukan kebersamaan? setelah sekian lama bertahan dengan ego-nya? karena merasa memiliki Karina tempatnya berpaling? tapi perasaan itu tak akan selamanya. Dengan Andhini adalah semua diawali bersama dan Karina hanya untuk menutupi kelengkapan rumahtangga yang kurang karena belum adanya anak, tapi kini Andhini juga hamil buah cinta dari Radit sendiri walau Radit masih meragukan itu semua.


Akankan ada permintaan maaf dari Radit? atas semua tindakan dan perlakuannya selama ini? atau mungkin menyesal telah menyia-nyiakan Andhini selama ini bahkan menuduh berselingkuh dan meragukan kehamilannya adalah buah dari bibitnya? Biarlah waktu yang akan menjawabnya Andhini hanya berpegang pada kenyataan kalau dirinya tidak sepeti apa yang di tuduhkan Radit selama ini.


Radit menjalankan mobilnya dengan perlahan, raut mukanya biasa saja menenangkan Andhini yang duduk di sampingnya.


"Kalau mau berhenti bilang pelan dan stop ya," ucap Radit sambil melirik Andhini di sampingnya.


"Ya Mas, jalan aja dulu Aku mau beli makanan di sana waktu itu di belikan Erika, terus di belikan Rai rasanya enak banget," ucap Andhini.


Radit merasa tak ada dalam keseharian Andhini sampai beli makan saja Andhini mengandalkan orang lain, Radit tak tahu di mana makanan yang di suka Andhini atau jenis makanan apa yang diinginkan istrinya saat hamil.


Radit mulai menyadari kalau selama ini dirinya benar-benar sibuk dengan dirinya dan Karina, ada rasa sakit di dalam hatinya mengingat semua pertengkaran dan tuduhan juga meragukan akan kehamilan Andhini, Radit mulai berpikir memang tak ada kepuasan dengan beberapa perempuan dalam hidupnya kalau tanpa alasan.


Andhini yang dirinya cintai dengan sepenuh hatinya yang harus menerima semua alasan dan kebohongan juga semua keegoisannya demi membela Karina. Keikhlasan Andhini berbagi suami demi satu tujuan anak dalam rumah tangga mereka telah mengorbankan segalanya, materi dan perasaannya kini semua di sadari Radit.


Satu lagi kalau sampai semua kabar itu pada orangtuanya atau mertuanya mungkin orangtua Andhini telah menarik putri kesayangan mereka dan orangtuanya sendiri pasti akan memberikan sangsi berat yang tak terbayangkan Radit.


******


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi karya Author di bawah ini, baca like dan komen membangun ya! 🙏❤️


__ADS_1


__ADS_2