
"Sorry, Vin. Gue ngga bisa bantu lagi," tolak Athar membuat Melvin menghela nafas panjang. Dia pasrah sudah. Kejahatan adiknya sudah susah untuk ditolerir lagi.
Melvin adalah rekan bisnis Athar sejak lama. Karena itulah Athar mau menolong Claudya walau dengan berat hati. Pembebasan Claudya dalam waktu singkat juga termasuk campur tangan Athar yang ngga tega karena mendengar mami Melvin masuk rumah sakit.
Tapi Melvin berjanji kalo adiknya akan langsung terbang ke luar negeri. Ke Inggris. tempatnya meniti karir sebagai model.
Makanya Athar kaget dan marah besar begitu lagi lagi Melvin mengabarinya kalo adiknya melarikan diri dan meyakini kalo Aruna dalam bahaya. Dan ternyata itu benar.
Hampir saja adik iparnya celaka. Jika itu terjadi ada tiga keluarga yang akan menyalahkannya. Keluarganya, keluarga istrinya dan keluarga Kiano, suami Aruna.
Arik.hanya bisa diam.menyandarkan tubuhnya di dinding. Dia berteman akrab dengan Athar, tapi Melvin hanya kenalan biasa.
Walau Athar ngga bercerita tentang masalahnya, Arik bisa menarik kesimpulan kalo adik Melvin sebagai pengacaunya. Perempuan itu menjadi gila karena cintanya ditolak.
"Gue ngerti," sahut Melvin lemah. Claudya sudah ngga tertolong lagi. Dadynya pun malu meminta maaf pada relasi relasi yang juga sudah menolongnya. Bahkan Om Indra yang paling berperan penting sepertinya ngga mau berurusan lagi dengan keluarga mereka..Sasya, putri Om Indra sudah berangkat ke.Inggris sesuai jadwal penerbangannya. Harusnya Claudya sekarang bersama Sasya. Tapi adiknya lebih memutuskan membalaskan sakit hatinya dari pada memikirkan masa depannya.
"Mami lo.keadaannya gimana?" tanya Athar serba salah.
"Mami tampak.kuat. Tapi dady sekarang gantian kena serangan jantung," jelas Melvin getir.
Dadynya begitu mendengar Claudya ngga jadi berangkat bersama Putri sahabatnya langsung terkena serangan jantung. Karena Herman Permana tau tujuan akhir putrinya.
"Om di rumah sakit?" kaget Athar. Perasaan bingung dan kasian melanda dirinya.
"ICU. Malah lebih parah dari mami"
Athar terdiam dan menatap terpaku pada Mrlvin. Pantas wajah sahabatnya sangat kusut.
"Gue mau bicara dengan.Claudya dulu," pamitnya sambil berlalu pergi dengan langkah gontai.
"Kasian sekali, ya," cetus Arik setelah bayangan Melvin menghilang.
"Ya."
__ADS_1
Athar membuang nafasnya dengan perasaan gusar. Dia ngga suka berada dalam situasi seperti ini.
*
*
*
"Kakak butuh waktu buat ngeluarin kamu dari sini," kata Melvin ketika sudah duduk berhadapan dengan adiknya. Dua orang polisi wanita berdiri dibelakang adiknya, mengawasinya. Karena Claudya sudah ditandai sebagai tawanan yang berbahaya.
"Aku sudah tamat, kak. Sudah selesai," kata Claudya pahit. Tatapan matanya kosong.
"Kenapa kamu lakukan?" tanya Melvin dengan nada penuh tekanan. Sangat jelas menyalahkan tindakn bodoh Claudya.
Padahal dia sudah mendapatkan kebebasannya dengan mudah
Claudya tertawa sinis.
"Biat apa aku bebas dan kembali ke Inggris. Semua sudah hancur."
"Maksud kamu apa?"
"Sebelum.berangkat, aku memdapat telpon dari agenku yang di sana. Semua kontrak kerjaku dibatalkan sepihak dan harus membayar pinalti. Mereka sudah tau skandal yang aku buat," jelas Claudya pahit.
"Harusnya kamu mengatakan itu pada kakak. Kakak akan cari solusinya," tukas Melvin cepat semakin menyalahkan keputusan ceroboh yang diambil adiknya.
Claudya membuang nafas dengan marah.
"Aku merasa ngga berguna Apa kakak tau yang dokter miskin itu katakan tentangjku?" tandas Claudya geram.
"Dokter miskin itu maksud kamu istri Kiano?" tanya Melvin agak bingung dengan sitilah adiknya.
"Ya. Dia mengatakan aku ngga pantas mendapatkan Kiano. Aku hanya bermimpi. Dan dia... dia mengataiku perempuan murah," tangis.Claudya pecah setelah menyelipkan bumbu bumbu beracunnya.
__ADS_1
Melvin terdiam. Dia tau adiknya masih akan melontarkan kemarahan yang memenuhi rongga dadanya.
"Kudengar kakaknya mantan model. Mungkin kakaknya yang sudah memberitau skandalku di sini," tangis Claudia makin keras.
Ngga mungkin, bantah Melvin dalam hati. Dia mengenal Athar. Ngga mungkin Athar akan menikahi perempuan yang mulutnya comel.
"Kakak ngga percaya?" tuduh Claudya sengit melihat reaksi datar Melvin.
"Bukan begitu," sanggah Melvin bingung karena adiknya mulai histeris. Bahkan dua orang polisi wanita itu sudah memberi tanda padanya agar cepat menyelesaikan pertemuan ini.
"bahkan temannya juga mengataiku murahan dan gila. Juga menyumpahiku. Kakak demgar sendiri, kan?" teriak Claudya dalam marahnya. Dia bahkan sudah berdiri dengan air mata yang berlelehan di pipinya.
"Aku ngga mau ketemu kak Melvin lagi sebelun Kak Melvin bisa bebaskan aku dari sini," ketusnya sambil membalikkan badannya dan berlalu dengan dua orang pegawai polisi yang mengawalnya.
Melvin ngga menahannya, hanya menatap punggung adiknya yang semakin menjauh.
"Claudy, kenapa kamu jadi begini," gumamnya sedih.
Saat Melvin berdiri, ponsel.di saku celananya bergetar. Ada pesan dari maminya.
Wajah Melvin langsung pucat dan dia pun setenag berlari meninggalkan ruang pertenuannya dengan adiknya.
Tapi begitu dia akan membuka pintu mobil, panggilan Athar menahannya untuk langaing masuk ke dalam mobil.
"Ada apa?" tanya Athar bingung melihat wajah Melvin yang semakin pucat.
"Dady ku meninggal barusan," katanya lemah.
Athar terngaga saking kagetnya. Berita ini sangat mengejutkan.
Tanpa menunggu respon Athar, Melvin memasuki mobil dan melajukannya.
"Sekarang kita kemana?" tanya Arik menyadarkan Athar.
__ADS_1
"Ke rumah sakit. Gue pengen nemuin tante," kata Athar sambil melangkah gontai ke mobilnya. Dia ngga tega terhadap Melvin. Apalagi jika mengingat maminya yang baru saja keluar dari rumah sakit.
Arik mengikuti langkah Athar tanpa bersuara. Dia tau, Athar dalam posisi yabg sangat ngga mengenakkan.