Dendam Dokter Aruna

Dendam Dokter Aruna
Reno yang Viral


__ADS_3

"Apa ini ngga salah?" tanya Arga saat bersama Regan. Mereka sekarang berada di parkiran kampus Qonita. Bola matanya sedikit membesar saat melihat video.di ponselnya.


Arga akan menemui Qonita, sedang Regan mencoba peruntungannya lagi untuk bertemu dengan Dinda siang ini.


"Ada apa?" tanya Regan malas. Dia sedang melihat penampilannya di kaca spion.


Sudah keren, batinnya geli.


Belum pasti juga ketemu.


"Glen ngirim tik tok yang lagi viral," kata Arga masih melihat video itu dengan tatapan ngga percaya.


"Yang cewenya lagi bakar bakar undangan ngga jadi nikah itu?" jawab Regan malas. Soalnya dia sudah lihat.


"Bukan. Ini si Reno lagi sama Rain," bantah Arga kemudian menyodorkan ponselnya pada Regan agar sahabatnya itu ikut melihat.


"Kenapa? Biasa aja, kan....." ucapnya mengambang. Karena saat itu video.bergerak ke arah Nadia yang melihat kepergian Reno dan Rain dengan muka marah (?).


Judulnya juga bikin salfok. Pertengkaran suami beristri dua.


"Tuh baca, ada kronologisnya," tukas Arga.


"Istri tuanya menyiram istri muda tapi malah kena suaminya?" Regan membaca dengan nada penuh tanya. Kemudian menatap Arga sambil terkekeh geli.


"Suaminya membawa pergi istri mudanya dan meninggalkan istri tuanya yang bersedih," lanjut Arga juga tertawa.


"Kurang ajar Reno. Kapan dia nikahi Nadia dan Rain," cetus Arga masih dengan tawanya yang berderai derai.


"Kita ketinggalan hot news, nih," sahut Regan dengan tawa yang mulai mereda.


"Kejadiannya kemarin. Kurang ajar, si Reno bisa bisanya maenin dua anak gadis orang." Arga pun menggelengkan kepalanya. Takjub melihat kelakuan sahabatnya yang paling tengil. Sekelas dengan Alva dan Glen.


"Sepertinya videonya sudah dihapus. Tapi telanjur nyebar, soalnya dia telat taunya," timpal Regan agak prihatin.


Gimana kalo. papanya Rain tau? Padahal masih di rumah sakit, batinnya kasian.


"Tapi ini serius Reno juga sama Rain selain sama Nadia?" Arga menatap Regan dengan banyak dugaan berseliweran di kepala. Rasanya agak ngga mungkin Reno berani melakukan itu, walaupun kadar kebrengsekannya sangat tinggi.


"Kalo mau tau, tanya aja langsung sama Reno sang pelaku atau Glen sang penyebar," kekeh Regan.


Arga pun terkekeh lagi.


Kini keduanya melangkah memasuki kampus Qonita.


"Qonita minta apa jadi maharnya? Jangan sampai dadakan," canda Regan. Dia masih mengikuti berita yang sedang viral akhir akhir ini. Bahkan sampai dipanggil di TV nasional dan jadi artis dadakan.


"Asal jangan minta pesawat saja," kekeh Arga santui.


"Pelit lo. Kalo dia minta pesawat langsung lo batalin?" kekeh Regan masih berderai derai.


"Engga, sih. Tapi kayaknya ngga mungkin Qonita minta itu. Dia juga udah punya, kan," lanjut Arga cuek.

__ADS_1


"Iya, iya. Konglo ketemunya konglo juga," sarkas Regan.


Arga hanya tertawa saja.


Bukan salah mereka kalo terlahir dari keluarga konglo, kan, batinnya ringan.


"Bentar, gue telpon Glen dulu," ujar Regan sambil menekan kontak Glen.


"Kalian udah lihat?" tanya Glen langsung ketika telponnya sudah tersambung.


"Ya. Apa benar Reno bakal nikahi dua duanya?" kekeh Arga menimbrung.


"Reno udah putus sama Nadia."


"Lo ngga asal ngomong, kan?" sentak Regan ngga yakin. Arga pun sudah menghentikan tawanya, karena kaget.


"Gue dengar langsung dari orangnya sendiri. Mami gue juga tau," balas Glen cepat.


"Kok, bisa mami lo juga tau?" timbrung Arga lagi.


"Ceritanya panjang. Yang jelas sekarang Reno udah pacaran sama Rain. Bro, gue tutup, ya. Papi mamggil gue."


Tanpa menunggu jawaban Arga maupun Regan, Glen memutuskan sambungan telponnya.


Keduanya saling berpandangan.


Kok, bisa bisanya Reno jadian sama Rain?


"Mungkin ngga, kalo Rain udah di nina bobok sama Reno?" tuduh Arga setengah yakin.


"Hemm, mungkin juga," gumam Arga masih ngga gitu yakin.


"Tapi apa segampang itu memutuskan pertunangan?" ujar Regan kemudian menatap Arga yang juga sedang menatapnya. Keduanya terlihat bingung.


Terlalu gampang jalan Reno meninggalkan Nadia.


Apa keluarga Nadia dan bahkan Nadia ngga marah?


Dari video yang beredar, terlihat jelas kalo Nadia ngga terima di putuskan Reno.


*


*


*


Arga sedang mengobrol dengan Qonita di depan ruang dosen. Terlihat serius. Entah apa yang mereka bicarakan, Regan yang berdiri cukup jauh ngga bisa mendengar. Dia pun ngga bermaksud menguping.


Tapi wajah Qonita terlihat kesal, apalagi saat dua orang temannya sesama dosen menghampiri mereka dan ikut ngobrol asik dengan Arga.


Regan sendiri mengawasi mahasisawa dan mahasiswi yang lewat. Bibirnya dengan ringan membalas senyum para mahasiswi yang seperti sengaja mencari perhatiannya.

__ADS_1


Tapi Regan sedang memfokuskan pandangannyq mencari keberadaan Dinda Sudah cukup lama juga mereka ngga ketemu.


Ngga lama kemudian Arga dan Qonita mendekati Regan.


"Dinda ngga ke kampus hari ini," ucap.Qonita ragu.


"Oooh," jawab Regan tenang walau agak curiga melihat ekspresi aneh Arga. Seakan ada ganjalan dan sulit untuk dia ungkapkan.


Kini mereka melangkah ke parkiran.


"Lo jangan berharap lagi sama Dinda," kata Arga setelah sekian lama mereka terdiam


"Kenapa?" tanya Regan ngga acuh. Tapi dadanya berdesir enak. Rasanya ngga enak aja. Seperti firasat jelek.


Arga dan Qonita saling pandang.


"Katanya keluarganya akan menjodohkannya. Laki laki itu kuliah di Mesir," jelas Arga hati hati.


"Oooh," gumam Regan. Dia kini mengerti kenapa Arga dan Qonita menatapnya dengan kasian.


Regan tersenyum, berusaha ngga terjadi apa apa dengan hatinya. Padahal ada yang hilang dan hampa bersamaan di sana.


"Ya udah. Berarti selama ini gue jagain jodoh orang," kekeh Regan terasa hambar.


Arga berusaha tersenyum menyemangati Regan.


"Janur kuning belum melengkung, lo masih ada harapan," sambungnya lagi.


"Masih banyak cewe lain," jawabnya cuek seakan ngga terpengaruh.


Pantasan pada hari itu Regan melihat rumah Dinda rame di parkiri mobil mobil mewah. Mungkin itu keluarga laki laki yang akan dijodohkan dengannya.


Arga tertawa mendengarnya. Dia pikir pun Regan belum serius menyukai Dinda.


Syukurlah, batinnya lega


Beda dengan Qonita. Dia menatap lekat Regan. Karena Dinda sepertinya kurang menyukai perjodohan ini.


Waktu itu Dinda mengatakan dia ngga bisa menolak keinginan keluarga besar dari abinya.


"Kamu sendiri bagaimana?"


"Kamu bisa menerimanya?"


Itulah yang ditanyakan Qonita saat bertemu Dinda beberapa hari yang lalu.


Saat itu Dinda ngga menjawab. Tapi wajahnya terlihat ngga lepas. Agak tertekan.


Qonita sendiri pun teringat akan nasibnya juga. Hanya saja, Arga cukup spesial untuk dia abaikan begitu saja.


Setidaknya dia tidak begitu menyesal dijodohkan.

__ADS_1


Bahkan keponakan centilnya berusaha memonopoli perhatian Arga darinya jika laki laki ini datang ke rumah, dan kebetulan lagi berkunjung bersama kakak laki laki dan istrinya.


Qonita bingung, haruskah dia menyuruh Regan tetap maju mendekati Dinda. Karena sepertinya keduanya punya chemistry yang kuat.


__ADS_2