
BRAKK!
Regan yang sedang sibuk dengan kerjaannya sebagai CEO di perusahaan papanya, sampai mendongakkan kepala mendengar suara pintu yang dibuka dengan kasar. Bahkan sampai menyentuh dinding di belakangnya.denga keras.
Tapi bibirnya langsung tersenyum sinis, sangat tipis dan lebih memilih mengacuhkan tamu ngga sopan di depannya. Dia tau sebentar lagi sekuriti kantor akan menyeretnya pergi. Regan bisa mendengar langkah langkah tergesa yang mendekat.
"Regan!" suara wanita itu menggelegar.
"Maaf, nyonya. Anda dilarang memasuki perusahaan," ucap salah satu sekuriti yang sudah berada di depannya. Menghadangnya dari mendekati Regan.
Temannya pun ikut melangkah dan berhenti di depan wanita itu juga.
"Saya harus bicara dengan Regan. Saya ada hak di sini!" sergahnya kasar dan marah karena ngga dihormati.
"Maaf, nyonya. Bos besar yang melarang, kami hanya menjalankan perintah," jelas salah satu sekuriti itu dengan sabar.
"Saya masih nyonya besarmu!" teriak Wita, istri kedua papa Regan marah.
"Nyonya, maafkan kami," kata sekuriti itu dengan sabar. Mereka juga agak merasa takut salah bertindak dengan salah satu istri bos besarnya.
"Kamu berani sama saya!" serunya tambah marah karena ngga ngerasa dihargai sama sekali.
"Panggilkan saja polisi. Mungkin dia ingin bersama anaknya di penjara," tukas Regan dingin. Tapi tatapannya tetap fokus ke layar laptopnya.
Baginya drama ini sudah cukup.
Wanita yang kelihatan norak dandanannya itu melototkan matamya pada Regan saking emosinya.
__ADS_1
"Kamu berani kurang ajar!"
"Kamu itu hanya pengganti!" sinisnya lagi mengejek. Kemudian melanjutkan ucapannya sendiri.
"Setelah Riko keluar dari penjara, dia akan merebut semuanya dari kamu! Kamu akan kembali dicampakkan," sambungnya marah dengan kata kata yang sangat pedas.
Regan ngga tersinggung. Dia malah tersenyum sinis.
"Anda lah yang bakal terusir. Anda lupa? Saya satu satunya pewaris sah," kata Regan dingin dan sangat menusuk.
Ya, Wita akui. Reganlah pewaris sah harta kekayaan suaminya. Sedangkan anaknya hanya mendapat kemurahan hati suaminya sehingga diangkat jadi direktur. Bukan CEO, seperti harapannya.
Tapi Regan lebih beruntung. Dia langsung menjabat sebagai CEO setelah putra kebanggaannya masuk penjara.
Mama Riko-Wita, berdiri dengan tubuh gemetar.
membakar hati anak istri pertama suaminya, agar Regan membenci ayahnya. Dan akhirnya Regan akan melepaskan jabatan CEO yang diidam idamkannya sejak lama buat putranya seorang.
Tapi keningnya mengernyit melihat Regan malah tertawa tergelak gelak. Seakan yang dikatakannya adalah lawakan yang sangat lucu.
"Kurang ajar," geramnya ingin melangkah maju, tapi gerakannya malah tertahan oleh dua orang sekuriti itu.
"Pencuri meneriaki dirinya sendiri," cela Regan masih dengan tawanya yang berderai derai dan sinis
"Seret wanita itu keluar. Jangan sampai kejadian ini terjadi lagi," sentak Regan dingin.
"Baik tuan muda. Ayo nyonya," ucap sekuriti itu patuh. Kemudian keduanya benar benar menarik tangan Wita dan membawanya pergi.
__ADS_1
"Awas kamu Regan! Awas!"
"Tunggu sampai Riko keluar dari penjara! Ku buat kau jadi pengemis!" teriaknya histeris dan akhirnya lenyap.karena pintu ruangan Regan sudah tertutup.
Regan hanya menggelengkan kepalanya dengan wajah berubah beku.
Awalnya pencuri, sekarang kamu yang jadi pengemis, tante, batinnya sinis.
Regan tau, papanya sudah menghentikan aliran dana untuk istri yang merupakan mantan kekasihnya yang dulunya selalu beliau agungkan.
Karenanya wanita itu melabraknya ke sini setelah pundi pundi uangnya menipis.
Wanita ****** yang berhasil menghancurkan rumah tangga mamanya. Ngga akan dia maafkan.
Regan menggeram kesal dan menghembuskan nafas panjang agar dadanya ngga terasa penuh dan sesak.
Wanita pintar yang berhasil membodohi suami dan putranya.
Regan tau, kenapa Riko yang terkenal lurus bisa melakukan belokan yang sangat amat tajam dalam karirnya.
Riko pasti lelah sudah menutupi sekian banyak utang mamanya.
Bukan Regan ngga bersimpati. Tapi rasa sakit yang diterimanya saat usianya masih sangat kecil masih terasa sangat dalam, membuat dia bersikap bodoh akan nasib buruk yang menimpa keluarga istri kedua ayahnya.
"Dasar kerak neraka," umpatnya sangat kasar.
Regan ngga mungkin bisa melupakan tangis pilu maminya yang hampir setiap malam dia.dengar.
__ADS_1