
Begitu sadar dari pingsan atau tidurnya, Rain merasakan semua tubuhnya sangat perih. Terutama bagian sensitifnya.
Dia sedikit bingung. Tapi setelah ingat apa yang terjadi, Rain menangis se jadi jadinya.
"Sudah sadar."
Suara laki laki kejam itu?
Rain benci mendengarnya. Dia teruskan tangisnya. Mengingat dirinya sudah telanjur sangat kotor.
Apalagi mengingat perlakuan Reno yang brutal saat menidurinya, Rain merasa nasibnya lebih buruk dari Vani.Vani saja pasti mendapatkan perlakuan yang lebih baik darinya. Apalagi ini bukan atas inginnya.
Reno yang sudah berganti pakaian menatap Rain yang masih menangis sambil memegang selimutnya.
Dia.duduk diam di kursi kemudian menggusar rambutnya.
Saat menyadari gadis itu masih virgin, Reno ingin menghentikannya. Sesaat dia bingung, tapi kemarahan dalam dadanya begitu berkobar hingga dia melanjutkan terus kegiatan junior kesayangannya.
Bahkan tanpa henti.
Dia sudah jadi iblis.
Reno mengutuki kebiadapannya.
Dia sengaja menunggu gadis itu terbangun. Padahal sudah mandi dan berpakaian rapi sejak dua jam yang lalu.
Reno berjalan ke kamar mandi. Mengisi **b**athup dengan air yang sudah diukur kehangatannya.
__ADS_1
Kemudian dia menghampiri Rain yang masih menangis dan masih bertutupkan selimut.
Reno melipat ujung kemejamya Kemudian dengan cepat menggendong Rain ala bridal hingga selimutnya jatuh.
Rain tentu saja terpekik kaget mendapati tubuhnya terangkat ke atas.
"Ku mohon, jangan lagi," isak Rain trauma.
Reno ngga menjawab, Dia terus melangkah cepat ke arah kamar mandi.
Tubuh polos Rain bisa mengundang keinginannya lagi.
Kamu termaafkan karena masih virgin, batin Reno sambil menaruh tubuh yang terlihat lemah dan banyak dihiasi luka dan lebam akibat gigitannya ke dalam bath up.
Setelahnya Reno keluar dan menutup pintu kamar mandi. Dia pun menyandarkan dirinya ke dinding di sebelah pintu kamar mandi.
Apa yang akan dikatakan Glen dan Alva kalo tau dia sebuas ini.
Setelah hampir sejam, Reno membuka pintu kamar mandi.
Sudah cukup lama, batinnya.
Keduanya terpaku. Saat ini Rain sedang berdiri di dalam bath up. Gadis itu seperrtinya akan mengambil handuk.
Rain memalingkan wajahnya. Dia masih benci melihat wajah tampan di depannya tapi berhati sangat jahat.
Reno dengam ngga acuh mengambil handuk dan melilitkannya ke tubuh Rain yang hanya diam saja.
__ADS_1
Kemudian kembali mengangkat tubuh itu seperti saat dibawanya tadi ke kamar mandi dan meletakkanya ke atas tempat tidur.
Reno meraih kantong plastik yang tadi dibelinya lewat online.
Salep antibiotik.
"Pake ini buat tubuhmu yang luka luka," kata Reno yang meletakkan begitu saja plstik itu di samping Rain.
"Ini pakaian gantimu," kata Reno lagi sambil meletakkan paper bag di samping plastik obat.
Rain hanya diam saja, menatap ke arah lain.
"Dan ini," kata Reno menjeda. Dia mengeluarkan selembar kertas yang bertuliskan lima ratus juta rupiah, sesuai rekomendasi Glen saat mereka ngobrol dulu.
Reno menaruhnya di pangkuan Rain.
Gadis itu tetap diam seperti patung hidup yang bisa bernafas.
"Makan ini setelah sarapan, Aku belum mau punya anak," kata Reno sambil meletakkan sebuah pil di atas piring kecil yang kosong.
Rain hanya bisa mengumpat dalam hati. Ingin rasanya dia merobek kertas berisikan nominal duit yang dulunya dia butuhkan di depan Reno.
Tapi dia takut Reno tambah kalap dan menyerangnya lgi.
"Kamu bisa di sini sampai besok. Istirahatlah," kata Reno sambil menatap Rain yang masih ngga menggubrisnya.
Reno pun melangkah keluar meninggalkan Rain. Dia masih punya hati sedikit untuk tidak meniduri Rain lagi.
__ADS_1
Setelah Reno pergi dan pintu kamar hotel tertutup, Rain merobek cek yang dulu sangat dia inginkan.
Rain kembali menangis. Bukan karena sakit di tubuhnya, tapi di hatinya. Dia merasa sangat hina dan kotor.