
Regan menatap dengan santai punggung Dinda yang mulai meninggalkan restoran. Dia mengikuti dengan langkah perlahan, agar Dinda ngga menyadarinya. Kini Dinda hanya berjarak beberapa langkah saja di belakangnya.
Regan tersenyum mirimg. Gadis itu terlihat sangat gugup setelah perlakuannya tadi. Rasanya lucu saja bagi Regan melihat reaksinya. Keinginan untuk menggoda tadi muncul begitu saja.
Akhirnya terlihat gadis itu menghentikan langkah di dekat parkiran. Dia pun memalingkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, seperti mencari yang ditunggunya.
Dengan tenang Regan berdiri di sanpingnya dengan kedua tangan di masukkan ke dalam saku jasnya.
"Mau gue antar pulang?" tanya Regan mengagetkannya.
Saking seriusnya mencari mobil jemputannya, Dinda ngga menyadari kehadiran Regan. Seingatnya laki laki itu masih duduk di meja mereka saat dia pergi.
"Tidak. Terima kasih, mas.," tolaknya pelan, ngga menoleh.
Mas, panggilan itu terasa seoerti air dingin mengguyur hati Regan. Tanpa sadar bibir Regan melengkungkan ke atas.
"Oke. Gue temenin."
Dinda ngga menyahut. Dia semakin gelisah melihat Regan kini mengambil langkah dan berhenti tepat di sampingnya.
Dinda sampai bisa mencium segarnya aroma parfum yang digunakan Regan saat angin berhembus pelan ke arahnya.
Jantungnya berdebar ngga menentu.
Ngga lama kemudian sebuah mobil sport hitam berhenti di dekat Regan. Begitu juga sebuah motor sport.
"Bos," sapa si pengendara motor.
Regan hanya mengangguk.
Sementara si pengendara mobil segera membuka kaca jendelanya.
__ADS_1
"Langsung parkir atau gimana bos?" sapa pengendara mobil sambil melirik gadis berkerudung di sebelah bosnya.
"Yakin dijemput?" tanya Regan kembali menawarkan pada Dinda sambil memberi tanda pada pengawalnya agar menunggu sebentar.
"Dijemput mas. Lagi on the way," tolaknya halus.
"Oke."
"Parkirin, ya," sambungnya sambil menatap pengawalnya yang langsung memarkirkan mobil sport itu.
Dinda sempat melirik mobil dan motor sebelum kembali melirik Regan.
Dia siapa? Seperti raja saja punya banyak pengawal. Apa abi mengenalnya? batin Dinda penuh tanya.
"Ngga mau nyoba naek motor?" usik Regan.
"Tidak, mas," tolaknya lagi sambil menatap ganisnya.
Regan menipiskan senyumnya. Perasaannya cukup aneh karena senang melihat gadis ini tersipu.
Pengawalnya yang mengendarai motor menatap interaksi putra mahkota bosnya dengan gadis berkerudung di depannya dengan heran.
Sangat aneh melihatnya. Biasanya para model atau rekan kerja yang seksi yang jadi incarannya.
Selera tuan muda sudah berganti? Pengawal itu membatin.
"Ini kuncinya bos," kata pengawal tadi sambil menyerahkan kunci mobilnya pada Regan.
"Oke. Thank's."
"Kita pulang dulu, bos," pamitnya sambil memakai helm dan duduk di belakang temannya.
__ADS_1
Setelahnya motor pun melaju meninggalkan mereka.
"Kalo mas mau pulang, pulang aja. Jemputan saya sebentar lagi datang," ucap Dinda ngga enak hati karena Regan masih menungguinya. Padahal di tangannya sudah ada kunci mobil.
"Gue nunggu teman gue," bantahl Regan agar gadis itu menjadi tambah malu dengan sangkaannya. Padahal Regan memamg berniat menemani gadis itu sampai aktivitas Arga selesai dengan calon istrinya
Dan benar saja, pipinya kembali merona merah karena malu dan semakin salah tingkah.
"Ooh," katanya sambil menundukkan lagi kepalanya.
Regan lagi lagi melengkungkan garis bibirnya lebih lebar.
Benar benar membuat adrenalinnya berpacu sangat cepat. Ingin rasnya Regan menarik gadis itu masuk ke dalam mobilnya.
Fantasi Regan mulai melanglang buana.
Gimana reaksi gadis itu jika Regan mencium bibirnya? Mungkin dia akan ditampar?
Regan menggelengkan kepalanya menolak pikiran gilanya. Tapi bibirnya terus menyunggingkan senyum.
Regan ngga berkata apa pun lagi sampai sebuah mobil Audi berhenti di dekat mereka. Seorang laki laki paruh baya dan tampak menghormati Dinda keluar dari mobil tersebut.
"Nona," ucapnya sambil membukakan pintu mobil untuk Dinda.
Dinda menoleh pada Regan yang juga menatapnya.
"Saya duluan, mas," ucapnya sebelum melangkah masuk ke dalam mobil.
Regan hanya mengangguk kecil.
Regan terus menatap mobil itu yang menjauh. Dan dia pun menangkap bayangan motor sport pengawalnya yang mengikuti ke arah mobil Audi tadi pergi.
__ADS_1
Ciihh, pasti buat laporan ke papanya, batin Regan kesal