Dendam Dokter Aruna

Dendam Dokter Aruna
SAH


__ADS_3

"Selamat, sayang. Kamu reami udah menjadi istri Kiano," seru Tamara girang. Dia yang tadi sengaja menunggu sampai kalimat akad selesai di ucapkan Kiano, langsung menghambur walau dengan tertatih tatih ke kamar Aruna.


Kain batik ini sangat merepotkan, batinnya kesal.


Tamara juga mengenakan seragam keluarga berupa kebaya dan bawahan kain lipit batik. Betapa tersiksanya Tamara tomboy biasa mengenakan celana panjang.


Air matanya menetes begitu saja. Dia bahagia sekaligus cemas melihat sahabatnya yang akan menempuh hidup baru dengan laki laki yang pernah menyakitinya.


"Terimakasih, Tamara," ucapnya penuh haru. Sementara itu, jantung Aruna berdebar ngga menentu. Akhirnya dia sudah sah menjadi istri Kiano. Hal yang dulu pernah menjadi impiannya.


Mamanya dan mami Kiano, bahkan kakaknya Almira juga berjalam masuk ke dalam kamarnya begitu kata sah berkumandang. Wajah mereka tampak sangat bahagia.


"Selamat sayang," kata mama dan kakaknya berbarengan. Keduamya menitikkan air mata bahagia. Sang mua ngga mempermasalahkan karena make up yang digunakannya waterprov.


"Ya, mama, kak," balas Aruna dengan.mata berkaca kaca.


"Sekarang kamu jadi putri mami," kata mami Kiano terharu.


Tadi beliau pun dapat melihat raut bahagia yang terpancar di wajah orang tuanya. Mereka sangat menginginkan melihat cucu nakal kesayangannya menikah. Apalagi Kiano cocok dengan pilihannya.


"Ya mami," balas Aruna juga sangat terharu, mengingat betapa mami Kiano selalu membelanya di depan Kiano.


"Ayo, kita temui Kiano," kata mama sambil membimbing tangan Aruna yang sebelah kanan, dan mama Kiano di sebelah kiri. Kakaknya Almira dan sahabatnya Tamara mengikuti di belakang.


Jantumg Aruna tambah berdentam dengan cepat.


Begitu tiba di tempat akad berlangsung, tatapan Aruna bertemu dengan tatapan elang Kiano. Aruna menundukkan kepala karena ngga sanggup bertahan lebih lama bertatapan dengan mata elang Kiano.


Aruna akui Kiano sangat tampan. Jantung dan hatinya sama sekali ngga bisa diajak kompromi.


"Cieee... malu diia Kiano," goda Reno yang berada di belakang Kiano bersama.cs mereka yang lain. Bahkan Aris dan Lilo juga ikut bergabung.


"Ternyata Aruna juga suka sama lo. Ngga hanya lo saja yang cinta mati sama dia," decih Glen ikut menggoda.

__ADS_1


"Lebay," sarkas Aris mencela dengan senyum lebar di wajahnya.


"Akhirnya lo berdua jadi nikahan juga setelah melewati banyak halangan," puji Regan salut.


"Yes," respon Arga setuju.


"Belah duren," kekeh Alva membuat mereka berbarengan tertawa. Kiano juga ikut tertawa.


"Asyeek," sambut Lilo ikut terkekeh.


Malam pertama gue woiiii, sorak Kiano dalam hati.


Wajah Aruna tambah merah karena malu mendengar cicitan ngga sopan dari cs Kiano . Tapi mama dan mami Kiano, bahkan Kak Almira hanya tersenyum simpul.


Tamara mengepalkan tangannya menahan marah. Rasanya pengen dia kick barisan laki laki ngga sopan mantan teman sma nya ini.


Apa sahabatnya akan kuat nantinya jika harus berkumpul dengan csnya Kiano. Pastinya mereka akan tetap setia dengan mulut kurang ajar mereka


"Bodyguardnya marah tu," bisik Alva dalam derai tawanya. Spontan mereka pun melirik Tamara yang melotot horor pada mereka. Tapi mereka malah tambah tergelak.


"Kelihatan seksi" kata Arga memberikan penilaian.positif.


"Iya. Sesekali dia juga harus feminim," ledek Glen.


"Kita aman dari tendangan karatenya," kekeh Alva sambil mengedip ngedipkan sebelah matanya pada Tamara yang membuat Tamara tambah kesal.


Sabar, sabar Tamara. Besok besok aja lo jadiin mereka perkedel, batinnya berusaha meredakan api kemarahan dalam rongga dadanya.


Kiano tersenyum ketika Aruna didudukkan disebelahnya.


"Mempelai laki laki silakan mengecup kening mempelai perempuannya."


Kata kata pak penghulu bagaikan sambaran gledek ditelinga Aruna. Terbalik situasinya dengam teman teman Kiano yang menjadi heboh dan melakukan suit suitan.

__ADS_1


Tanpa disuruh dua kali, Kiano menggapai wajah Aruna dan mengecup keningnya lembut dan lama. Ciuman Kiano membuat dadanya menjadi sesak.


Suara tepuk tangan kembali terdengar sangat jelas begitu Kiano melepaskan tautan kening mereka.


"Aku cinta kamu, Aruna," bisik Kiano lembut di telinga Aruna membuat gadia itu merinding karenanya.


Benar, kah? batinnya ringan seperti kapas yang diterbangkan angin.


"Sure," tegas Kiano membuat Aruna merasa kalo jantungnya mau break sebentar.


*


*


Aruna merasa lelah sekali karena sudah berdiri ber jam jam. Tapi tamu tamu masih datang silih berganti.


"Kamu capek?" tanya Kiano perhatian.


"Iya," jawab Aruna jujur.


"Aku akan bilang mama agar kamu istirahat duluan."


"Jangan. Aku masih kuat, kok," cegah Aruna ketika melihat Kiano akan memanggil mamimya.


"Betul kamu masih kuat?" tanyanya khawatir.


"Iya," jawab Aruma senang akan perhatian Kiano. Tapi tidak setelahnya.


"Syukurlah. Malam ini kalo kamu kecapean, kita ntar ngga jadi belah duren. Jadi kalo capek, kasih tau ya," ungkap Kiano semakin cemas. Dia ngga mau malam pertamanya gagal. Kiano ingin memiliki Aruna seutuhnya malam ini.


Betapa kesalnya Aruna, ternyata yang dipikirkan Kiano hanya proses belah durennya saja.


"Kiano kena karma," kekeh Glen bersama teman temannya.

__ADS_1


"Mereka akhirnya menikah," sambung Regan lega.


"Ngga bisa gue bayangin, sebucin apa Kiano pada Aruna," lanjut Alva tergelak. Mereka kembali tergelak saking senangnya.


__ADS_2