Dendam Dokter Aruna

Dendam Dokter Aruna
Hukuman Glen


__ADS_3

Dengan langkah yang tergesa gesa, pagi ini Glen melangkah menuju ruangan Reno. Sengaja dia mengosongkan jadwalnya di perusahaan papinya demi membalaskan dendam kupingnya yang masih terasa nyut nyut.


Saat ini di perusahaan mereka Reno ada jadwal meeting jam sembilan. Sekarang baru jam delapan. Satu jam sudah sangat cukup membalas jeweran kuping laki laki tukang bohong itu.


"Pak," panggil Nova seakan mencegahnya untuk masuk ke ruangan Reno. Bahkan dia sampai bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Glen.


"Nanti aja, Nova. Gue penting banget, nih," tolak Glen sambil menepis jari jarinya ke arah Nova. Seperti mengusir ayam.


Nova hanya bisa menghela nafas. Padahal tadi bos besarnya sudah berpesan ngga menerima tamu.


Tanpa membuang waktu Glen segera membuka pintu ruangan Reno.


"Lho, Kiano, ngapain lo di sini?" sergah Glen kaget melihat Kiano sedang duduk di atas meja kerja Reno.


Reno dan Kiano pun kini menatapnya dengan tatapan berbeda. Kiano dengan tatapan jengkel dan Reno dengan ttatapan sudah tau bakal didamprat Glen.


Glen menutup pintu ruangan Reno karena wajah Kiano terlihat sangat serius.


'"Lo ngapain masuk. Nova ngga ngelarang lo," kesal Kiano. Urusannya dengan Reno belum selesai malah kini harus diganggu Glen.


"Nova ngga bilang apa apa," sangkal Glen.


Belum sempat maksudnya, batin Glen menambahkan. Pantas tadi Nova berani menghalanginya, ternyata atas perintah Kiano.


"Lo ngapain ke sini?" tanya Reno yang sebenarnya sudah menebak maksud kedatangan Glen.


Tadi pagi saat sarapan papinya mengatakan kalo papi Glen menelpon hanya untuk menanyakan siapa pacarnya.


Ternyata salah juga saat dia mengajak Rain ke butik mami Glen. Pasti mereka bertengkar sampai akhirnya papi Glen terpaksa menelponnya.


"Lo ya! Berani beraninya nipu mami gue. Bisa bisanya lo bilang pacar lo Rain padahal lo udah punya calon istri, si Nadia! Sakit nih kuping ge dijewer mami karena dikiranya gue yang bohong," sembur Glen dalam satu nafas.


Kiano kini melipat kedua tangannya ke dada menatap serius Reno yang terlihat stres.


Belum ada setengah jam Kiano juga memarahinya karena berani mempermainkan Rain.


Kiano tentu pusing mendengar cerita Adi yang melapor padanya dan Aruna tentang keributan yang terjadi di kafe antara Reno, Rain dan calon istrinya Nadia.


Bahkan ada yang mempostingnya di tik tok saat Reno yang keluar dari kafe bersaam Rain dengan jas yang ada bekas tumpahan jus stroberi.


Aruna pun langsung kesal pada dirinya dan tadi malam marah padanya atas sikap Reno yang mempermainkan dua perempuan. Padahal itu bukan salahnya.


Karena itu Kiano pagi pagi sekali setelah mengantar istrinya yang masih bekerja di rumah sakit, langsung menemui Reno. Walaupun dia ngga ada jadwal meeting.


"Kenapa kalian begitu repot marah marah ngga jelas, sih," sungut Reno ngga kalah kesal.

__ADS_1


Yang pacaran dia, kenapa satu dunia mempermasalahkannya


"Heh, tuyul. Gue ngga bakal ngurusi lo kalo yang lo pacarin itu Vani, atau siapalah," geram Glen geregetan mrlihat sikap ngga peduli Glen.


"Lo cemburu karena Rain suka sama gue?" tantang Reno mulai keluar jalur.


"Sialan, gue ngga cemburu, tuyul. Gue kesal kenapa lo ngarang ke mami gue!" bentak Glen gemas, udah pengen nonjok aja.


"Dia ngarang apa?" tanya Kiano ingin tau.


"Dia ngomong ke mami gue, katanya Rain pacarnya," ketus Glen sewot.


"Lo pacaran sama siapa pun gue ngga bakal kepo. Tapi lo tu udah punya Nadia. Gue kepo karena kasian sama Rain. hidupnya udah susah, ditambah lagi malah jadi pacar kedua lo!" lanjut Glen dengan nafas tersengal sengal.


"Betul. Lo pilih salah satu. Gue juga ngga bakalan kepo kalo Aruna ngga ngomel seharian gara gara ulah lo," tambah Kiano tetap tenang dengan menahan kesal.


"Lo sama Aruna tau dari mana?" tanya Glen mulai ngeh kalo mereka berdua memiliki tujuan yang sama.


"Dari Adi, pegawai kafe. Mereka bertiga bertengkar di situ. Ada video tik toknya," jelas Kiano.


"Sempat kerekam?" kaget Glen sambil menggelengkan kepala tambah kesal. Dia pun melototi Reno yang tetap dengan tampang ngga bersalahnya.


"Gila lo," sembur Glen lagi.


"Kalian salah paham. Gue udah putus sama Nadia," jelas Reno sebelum melebar ke mana mana.


"Iya."


"Trus, kok, bisa lo langsung pacaran dengan Rain. Memang awalnya gue curiga melihat sikap aneh lo dan Rain. Apa lo berdua sudah ada hubungan sebelum ini?" kejar Glen menuntut segera jawaban yang memuaskan.


Kiano pun menatap Reno curiga.


"Lo udah nidurin Rain?" tebaknya langsung membuat Glen berjengkit. Dia ngga percaya.


Kenapa bisa begini?


"Iya!" aku Reno jujur.


BUGH


Glen langsung meninju dinding di dekatnya.


"Lo gila!" sergahnya dengan suara menggelegar.


"Emang kenapa? Yang penting gue mau tanggung jawab. Ngga kayak seseorang," sarkas Reno menyengat Glen yang langsung terdiam dan kemarahannya mengendur.

__ADS_1


Meti, kesalahan satu malannya yang belum ada kejelasan.


Walaupun curiga dengan kata kata Reno, tapi Kiano tetap fokus ke masalah inti.


"Nadia dan keluarganya ngga apa diputusin? Kalian sudah tukar cincin, kan?" tanya Kiano penasaran.


Ngga mungkin bisa menerima begitu saja.


"Pertunangan ini permintaan Nadia. Kata papi, keluarga Nadia ngga apa apa kalo gue berubah pikiran sebelum hari pernikahan, dengan syarat gue punya kekasih," jelas Reno membuat Glen dan Kiano saling pandang.


"Kenapa kamu bisa bawa bawa Rain?" ketus Glen ngga habis pikir.


Reno menghela nafas panjang. Mungkin sekarang saatnya mengaku dosa.


"Gue salah paham tentang dia. Gue maksa. Gue ngga bisa tidur karena merasa bersalah."


Kiano dan Glen terdiam. Mengerti maksud yang tersirat di dalam ucapan Reno.


"Tapi lo ngga akan serius dengan dia, kan? Soalnya Aruna kesal banget sama lo. Gara gara lo, gue didiemin sama dia," tukas Kiano mengeluh.


"Sama! Mami juga marah marah sama gue," tambah Glen kesal lagi mengingat nasib telinganya yang masih memerah sampai pagi ini.


Tangan mami majleb banget.


'Sorry sorry... tapi gue serius sama Rain," ucapnya kemudian menatap Glen dengan raut meringis.


"Lo boleh jewer bunda."


Glen langsung tersenyum senang. Amarahnya menguap ke alam bebas.


"Gitu, dong, dari tadi."


"Tapi jangan keras keras. Auwww,,, kampret lo Glen. Pelan pelan tau," ringis Reno sangat kesakitan karena dua kupingnya dicengkeram dengan kuat.


Glen ngga peduli. Dia pun haha hihi dengan hati sangat senang.


Kiano pun jadi tergelak dan ngga lupa merekam momen ini tanpa setau keduanya.


Dia butuh bukti untuk diberikan pada Aruna.


Diam diam dia pun mengirimkan rekaman penderitaan Reno atas kebahagiaan Glen.


Sayang. Nih, Glen lagi nge hukum Reno. Reno janji dia serius sama Rain.


Setelah mengetikkan pesan itu, Kiano pun mengirimkannya pada Aruna, istri tercintanya.

__ADS_1


Ngga lama kemudian, Aruna sudah membacanya dan mengirimkan emoji sedang tertawa ngakak.


Kiano tersenyum lega, akhirnya bumilnya udah ngga marah lagi dengannya.


__ADS_2