
"Ren, kasih selamat, dong. Bentar lagi lo bakal punya ponakan," ujar Vira ketika Reno mampir ke ruang kerja suaminya. Sepupunya sedang duduk cantik di sofa. Wajahnya sangat ceria
"Pomakan dari Alvin atau Alvian? Mereka udah punya dua anak, katanya ngga nambah," ujar Reno cuek. Dia terus melangkah mendekati Derry, suami Vira, yang hanya tersenyum senyum melihat perdebatan keduanya.
"Siapa yang ngomongin abang kembar lo," ketus Vira. Suasana hatinya yang bahagia langsung berubah mendung mendengar ucapan sepupu tengilnya.
"Oh iya," kata Reno saat tiba di depan meja Derry, tapi membalikkan tubuhnya menghadap Vira yang netranya menyorot kesal. Menatapnya bergantian dengan Derry yang kini jadi bingung dengan ekspresi seriusnya.
"Ganti dokter kalian. Vitamin apaan tuh. Ngga bakal hamil lo Vir, konsumsi vitamin bohongan itu," ejek Reno kemudian menaruh map biru ke atas meja Derry.
"Vira hamil, kok, sekarang," jawab Derry kalem sambil membuka map yang dibawa Reno.
"Serius? Bohong, 'kali," tukas Reno ngga percaya.
Rain aja ngga hamil, batinnya mengejek
"Gue beneran hamil, Reno. Ngga percaya amat," dengus Vira kesal.
Reno tertegun.
Ngga mungkin? Tapi Raiin, kok, ngga hamil?
"Aaaahhh, sebel gue ketemu lo. Amit amit kalo anak gue sampai mirip lo," teriak Vira kesal bin frustasi.
"Sabar, Vir. Kamu jangan marah marah. Ingat kamu lagi hamil," ucap Derry menenangkan hati Vira.
"Der, malas kalo hamil lihat muka Reno. Be-te," rengeknya manja.
Derry tertawa mendengarnya sambil memeriksa berkas berkas yang ada dalam map itu.
Reno masih bengong. Pikiranya masih bingung akan kehamilan Vira.
"Ngapain lo bengong aja," seru Vira sambil melemparkan gumpalan kertas yang sudah menyerupai bola tenis ke arah Reno.
TUK
"Eh," kaget Reno karena gumpalan kertas itu mengenai keningnya membuat Vira terkekeh.
Berhasil mendarat dengan sukses, batin Vira senang.
"Lo beneran hamil, Vir?" ulang Reno dèngan nada ngga percaya mendengar pernyataan sepupu dan suaminya.
"Beneranlah. Ini anak yang udah lama kita tunggu tunggu. Ngga mungkin gue bohongin lo," sergah Vira yang mulai merasa aneh demgan reaksi Reno.
Reno terdiam lagi mendengarnya. Dan Reno yang pada awalnya ingin menyuruh Vira dan suaminya ganti dokter kandungan karena vitamin yang katanya bisa membuatnya hamil tapi malah hoak.
Rain harus cek lagi, nih, batin Reno dengan jantung deg degan.
__ADS_1
"Lo kenapa?" tanya Vira penuh selidik. Mulai bisa membaca isi kepala Reno. Kemudian dia tertawa tergelak gelak sampai air matanya mau keluar.
"Lo belum cek pacar lo yang minum vitamin gue?" sindirnya dalam tawa mengejeknya.
Derry yang kaget sampai mengangkat kepalanya, menatap Vira heran atas perkataannya.
"Sudah, tapi hasilnya negatif. Makanya gue saranin tadi lo ganti dokter kandungan " ceplos Reno jujur membuat Vira tambah ngakak.
"Gue pulang dulu. Selamat kalo gitu atas kehamilan lo," ucapnya sambil melangkahkan kakinya dengan lebar, bergegas keluar dari ruangan Derry.
Reno ngga mempedulikan tawa mengejek sepupunya. Yang paling penting, dia sudah ngga sabar untuk membawa Rain ke dokter kandungan.
Kalo Raih hamil dia akan mengaku pada papanya dan minta segera menikahkannya dengan Rain. Ngga lupa meminta maaf pada mama dan papa Rain akan perbuatannya yang telah menghamili putrinya. Paling dia akan kena marah sebentar saja. Bukankah yang penting dia mau bertanggung jawab.
Derry pun mengerti teka teki yang memenuhi kepalanya akhir akhir ini terjawab sudah dan mulai tersenyum lebar.
Beberapa hari yang lalu saat keduanya heran saat mengecek cctv rumah, rutinitas biasa yang mereka lakukan seminggu sekali.
Ada penampakan Reno yang menyelinap masuk ke kamar tidur mereka. Sebenarnya biasa saja, sepupunya kadang kadang melakukan itu. Tapi kali ini gayanya saat aneh, karena celingukan seperti maling.
Dia dan istrinya pun memeriksa kamar tidur mereka yang ternyata masih rapi, seperti biasa ketika ditinggalkan. Hanya saja posisi vitamin penyubur kandungan Vira yang berubah letaknya, itu kata Vira. Bagi Derry semuanya sama saja.Ngga ada yang berubah.
Mereka mulai memgira kalo Reno menggunakan obat itu pada perempuan satu malamnya. Tapi mereka ngga tau botol mana yang dipilih Reno. Karena botol itu berisi pil yang berlawanan. Vira lupa membuang salah satunya.
"Lo salah ambil obat," kata Derry masih dengan senyum lebarnya mengawasi wajah bingung Reno.
Ingatannya melayang oada kata kata Vira yang membuatnya memaksa Rain untuk mengecek keadaannya dengan lima alat testpack kehamilan yang dibelinya.
"Kalo pacar lo ngga hamil, berarti yang lo ambil itu obat yang membuatnya ngga hamil," jelasnya dengan tatapan penuh arti.
SERRR
Dada Reno yang tadi rasanya penuh beban ketakutan Rain hamil dan juga takut dimarahi orang tua Rain kini jadi sangat lega.
Syukurlah.
Tapi kemudian dia menatap Vira yang masih tertawa senang sambil melihatnya yang seperti pencuri sudah ketangkap basah.
"Kenapa lo nipu gue waktu itu," kesalnya sambil berkacak pinggang.
"Wajah panik lo lucu soalnya. Kayak Mopi di rumah," kekehnya lagi tambah semangat. Mopi nama kucing persia milik Vira. Yang sangat gendut dan berbulu tebal.
Derry pun ikut tertawa membuat Reno tambah kesal.
"Kalian pasangan yang menyebalkan," gerutunya sewot.
"Nadia ya, yang lo kasih obat?" tanya Vira setelah tawanya usai.
__ADS_1
"Bukanlah," bantah Reno cepat.
"Berarti pacar lo yang sekarang?" tebak Vira membuat Reno berubah wajahnya.
Vira tersenyum smirk, yakin tebakannya benar.
"Parah lo, belum nikah udah lo tidurin. Apa Om tau?" tukasnya sambil menggelengkan kepalanya.
"Sembarangan. Bukan pacar guelah. Dia masih suci," sangkal Reno dengan membuat wajahnya sedatar mungkin.
Vira ngga menanggapi pembelaan Reno.
"Boleh, dong, minta tas limitted edition yang harganya lima puluh juta. Transfer aja, nanti gue beli sendiri," kata Vira mulai bernegoisaai.
Reno kaget mendengarnya.
Sialan. Dia udah tau kayaknya.
"Ngapain minta sama gue. Minta sonoh sama laki lo," ketus Reno sambil menuding Derry yang kini tersenyum lebar. Sangat lebar sampai Reno kesal melihatnya.
Suami istri ini saling mendukung satu sama lain. Sialan, batin Reno gemas. Dia terjebak sudah.
Vira dengan cuek memainkan kuku kuku jarinya yang indah.
"Terserah, sih. Nanti, kan, mau ketemu papi kamu. Yah, bisa cerita dikit lah. Kira kira apa ya, respon beliau," tanggapnya santai.
Reno menghentakkan kakinya dengan kesal. Bibirnya berkomat kamit ngga jelas.
Memang sepupu dan ipar ngga guna. Awas aja besok minta minta tolong lagi.
"Oke, gue transfer!" teriak Reno frustasi.
"Gitu, dong," sahut Vira dengan senyum lebarnya. Sebelah matanya sengaja mengedip nakal pada suaminya yang membalasnya dengan senyum yang ngga kalah jahilnya.
Reno yang melihatnya mendengus kesal.
Dasar suami istri ngga guna. Hei adek bayi, lo jangan kayak ortu lo ya, jadi tukang palak.
Walau kesal, Reno tetap mengharap hal hal baik untuk ponakannya yang berada dalam rahim sepupunya.
"Awas aja bocor ke telinga papi," ancamnya sambil menatap keduanya bergantian dengan tatapan horor.
"Lo transfer, rahasia lo aman. Murah gini, cuma lima puluh juta," sahut Vira santai.
Karena hamil, dia ngga tega memeras sepupunya lebih banyak dari ini.
"Huh," dengus Reno sambil melangkah pergi meninggalkan kedua pasangan itu setelah mentrasfer uang yang diminta sepupunya. Suami istri itu mulai tertawa lagi saking senangnya karena sudah tau rahasianya dan mendapat kiriman uangnya.
__ADS_1