
Alva mengantar Tanara persis di tempat yang sama dia menjemput Tamara. Bahkan teman temannya Tamara sepertinya baru datang dan juga sedang turun dari mobil dan kini mulai fokus menatap mereka.
Tamara terlihat kikuk. Dia pun segera turun dari motor Alva.
Eh, dia mau ngapain? kaget Tamara membatin saat melihat Alva setelah melepaskan helm yang dikenakan Tamara, malah mengarahkan tangannya dengan cepat ke kepala Tamara.
BLUSH
Wajah Tamara terasa panas, saat Alva merapikan rambutnya dengan lembut di depan teman temannya yang berdiri laksana patung menatap ke arah mereka yang tampak mesra.
Alva meletakkan helm Tamara di depannya. Dia pun menaikkan kaca helm hingga terllihat sepasang mata tajamnya.
"Nanti gue jemput," ucapnya kemudian dengan lancang mencubit kecil pipi Tamara yang sudah berwarna merah menyala.
Disa bahkan Mita sampai menutup mulut mereka dengan bola mata membesar saking kagetnya.
Swtau mereka ngga ada yang berani beraninya menyentuh Tamara. Bahkan ketiga teman laki laki yang sering bareng mereka pun sangat sungkan dengan Tamara. Tapi laki laki ini dengan santainya menyentuh rambut bahkan mencubit gemas(?) pipi Tamara.
Apa dia ngga takut digampar Tamara?
Karena setau mereka tangan Tamara sangat ringan terhadap laki laki kurang ajar yang berani menyentuhnya.
Juga mulut Tamara akan mengomel dengan kasar. Tapi kali ini Tamara hanya diam saja seolah menerima dengan senang perlakuan laki laki ini.
Tentu mereka jadi penasaran akan wujud laki laki pemberani di depan mereka yang masih mengenakan helm sport yang menutupi wajahnya.
Wahyu, Ongki dan Gery pun menatap ngga berkedip adegan yang bagaikan slow motion itu.
__ADS_1
Alva tersenyum dengan jantung berdebar, juga waspada akan tangan dan kaki Tamara yang reflek membelainya.
Dengan tenang, dia pun menurunkan kaca helmnya lagi kemudian langsung pergi meninggalkan Tamara yang masih berdiri bengong. Begitu juga dengan teman temannya yang seperti sedang dihipnotis.
"Wadddaww... siapa itu, Tamara?" goda Gery yang cepat tersadar setelah bayangan laki laki yang membonceng Tamara menghilang.
"Kamu ngagetin, ih, Tamara," seru Disa heboh. Antara iri dan senang, dia merasa ikut bahagia melihat Tamara akhirnya menemukan jodohnya.
Sepertinya bukan kaleng kaleng, batinnya Disa.
"Kok, bisa kamu nyembunyiin, sih, dari kita kita," seru Mita ngga kalah histerisnya.
Dia ngga terima karena Tamara merahasiakan pacarnya darinya. Padahal dia selalu bercerita tentang pacar pacarnya, bahkan sampai adegan ciuman pun dia ceritakan dengan detil.
"Sudah sudah, nona Tamara masih shock," tawa Ongki membuat Tamara tersadar.
Gery menepuk nepuk bahu Wahyu yang masih terdiam.
"Coba tikung, bro. Sebelum resmi, ngga dosa, kok," usul Gery memberi semangat.
Wahyu tersenyum mencoba menutupi hatinya yang resah.
"Kelhatan ya," kekehnya hambar.
"Sangat jelas ," sahut Gery balas terkekeh.
Sementara itu Tamara ngga mempedulikan kedua temannya yang terus saja berbicara tiada henti. Menuntut penjelasan darinya.
__ADS_1
Dia berani sekali. Lupa dia pernah ditendang dulu, sungut Tamara sangat kesal dalam hati akan kekurangajaran Alva.
*
*
*
"Gimana dengan calon istri lo? Udah ada keputusan?" tanya Glen begitu mereka bertemu di parkiran perusahaan mereka. Bahkan Reno juga baru keluar dari mobilnya. Dia yang terakhir muncul.
"Mungkin besok," jawab Arga santai.
"Padahal bu dosen itu cantik banget loh," puji Reno menimbrung.
"Sangat pantas dia gantiin Ayana. Eh, sorry, bro," sambung Reno kelepasan.
"Nyantai aja kali. Gue ngga sensi, kok," respon Arga masih tetap santai.
Kalo bisa jujur, hati Arga udah mulai bergeser walau sedikit. Gadis yang berprofesi sebagai dosen itu agak beda dari gadis gadis yang pernah ditawarkan papa dan mama padanya.
Ayana, kamu marah, nggak? batin Arga. Tanpa sadar Arga menghela nafas panjang.
"Si Glen tuh yang sensi," ngakak Reno membuat Glen yang kesindir langsung menampol pundak Reno dengan keras.
"Bisa ngga, sih, ngga usah diingat ingat," sentak Glen kesal membuat Arga dan Regan juga ikut ngakak.
Selalu aja soal Claudya yang dibawa bawa, omel Glen dalam hati ngga terima jika kebodohannya masih dingat ingat terus oleh sahabat sahabatnya.
__ADS_1