Dendam Dokter Aruna

Dendam Dokter Aruna
Yang Pertama


__ADS_3

"Ayo Kiano. Keburu Aruna tidur," seru mami Kiano di tengah kehebohan di tempat Kiano berada.


"Bener. tante. Kalo Aruna udah tidur, zonk, domg," ejek Alva ngakak.


"Gigit jari lo," cerca Glen juga ngakak.


"Puasa malam ini," tambah Lilo ikutan heboh


Kembali tawa heboh terdengar.Kiano hanya menggusar rambutnya berkali kali. Dia tambah kesal melihat sepupunya ikut ikutan mengganggunya.


Awas aja jika nanti mereka menikah, ancam Kiano penuh dendam.


"Sudah sudah," kata papi Kiano menengahi, walau di bibirnya masih tersisa tawa yanh belum memudar.


"Mi, bawa Kiano sana," titah papi Kiano yang langsung dilaksanakan mami.


"Ayo," seret mami pada lengan Kiano yang menurut. Dia memang ingin cepat pergi dari situ.


"Ingat pesan nenek," goda kakek Suryo membuat koor tawa kembali meledak. Bahkan Glen dan Reno bersuit berulang kali.


Kiano ngga mempedulikannya.. Sekarang dia yang malah menarik maminya agar cepat cepat meninggalkan kerumuman pembulynya.


"Sabar Kiano," kata Mami kemudian tertawa.


Kiano hanya diam menahan kesal. Apa mereka ngga tau dia sangat lelah hari ini?.Dia ingn segera membaringkan tubuh sambil memeluk Arunanya.


Mengingat akan melakukan malam pertamanya dengan Aruna membuat staminanya sedikit pulih.


Mama dan kakak Almira tersenyum melihat kedatangan keduanya.


"Mantu mama udah datang " seru mama gembira. Almira juga mengembangkan senyum manisnya melihat kedatangan Kiano dan maminya.


Dia seakan melihat Attar di diri Kiano yang saat itu nampak malu malu.


Apa Kiano juga akan ganas seperti Attar? batinnya mengingat malam pertamanya yang sangat berkesan dan ngga terlupakan. Sekarang buah cinta mereka sudah ada di dalam rahimnya. Belum berumur sebulan.


Sementara Aruna di dalam.kamar merasa jantungnya berdebar sangat hebat seakan berpacu dengan waktu. Apalagi penampilannya saat ini terlalu memalukan.


Aruna langsung menyelimuti seluruh tubuhnya termasuk kepalanya. Dia benar benar takut dan malu jika nanti Kiano memasuki kamar dan melihat keadaannya.


CEKLEK


Kiano tersenyum lebar melihat Aruna yang bergelung dengan selimut. Dia yakin Aruna belum tidur karena melihat gerakan gerakan halus di bali selimut yang.digunakan Aruna.


Rasa lelahnya langsung hilang. Berganti dengan hasrat menggebu.


"Aku mandi dulu ya," pamit Kiano setelah mengunci pintu kamarnya. Selain memgamankan dari pihak luar uang usilnya ngga kira kira, juga agar Aruna ngga bisa melarikan diri. Membayangkan yang terakhir membuat bibir Kiano ngga bisa berhenti untuk tersenyum.


Aruna yang bergelung di dalam selimut merasa tubuhnya bergetar.

__ADS_1


Ngga nyampe setengah jam Kiano keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk di pinggangnya. Tangannya menggosok gosok rambutnya dengan handuk kecil.


"Udah tidur sayang?" tanya Kiano menggoda.


Dia mendekati Aruna yang masih betah bergelung dengan selimutnya.


"Aaah, jangan," teriak Aruna histeris ketika dengan nakal Kiano menarik selimut yang melindungi dirinya.


Kiano ketawa ketika melihat Aruna memegang erat ujung selimutnya Wajah cantiknya terlihat ketakutan dan merona. Padahal Kiano hanya menggunakan sebelah tangan kanannya saja. Sedangkan tangan kirinya masih menggunakan handuk untuk mengeringkan rambutnya.


"Kamu kenapa takut, hemm?" pancing Kiano bertanya dengan raut mesumnya. Sengaja menggoda Aruna yang selimutnya sudah turun di bawah dagunya. Wajah gadis itu sangat merah. Mungkin menahan malu dan kesal, tebak.Kiano dalam hati..Dia semakin berhasrat menggoda Aruna.


Aruna menatap kesal. Ini yang dia takutkan. Apalagi Kiano masih shirtless. Hanya handukan. Aruna yakin Kiano belum mamakai underwearnya. Memikir sampai ke sana membuat tubuh Aruna bergetar dan wajahnya makin memerah.


Apa dia akan memaksa.... aarggh


Aruna belum siap.


"Kamu kedinginan? Ac nya aku gedein ya," ucap Kiano agak curiga dan penasaran. Kenapa Aruna begitu menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Kamu ngga pake baju?" tuduh Kiano dengan jantung berdebar keras.


Masa? batinnya ngga percaya.


"Pake lah," ketus Aruna menjawab.


"Ya, udah, biasa aja kali pegang selimutnya," kata Kiano sambil menarik narik kecil selimutnya.


Wajah tampannya terlihat segar dengan rambutnya yang masih belum begitu kering.


Dia selalu tampan, batin Aruna memuji. Baru kali ini Aruna melihat Kiano shirtless dengan rambut yang masih basah.


Apa mami sudah memakaikannya lingerie? hati Kiano mulai menduga dan jantungnya semakin keras berdetak.


Tanpa ragu karena sudah dipenuhi hasrat, Kiano menggunakan sedikit tenaganya dan membuat Aruna terpekik.


Mata Kiano membesar dan angannya melayang jauh saat melihat Aruna tanpa selimutnya lagi.


Aruna langaung mengambil bantal yang berada di dekatnya dan menutupi tubuh bagian atasnya.


Mata Kiano menyusuri kaki polos Aruna dengan darah yang mengalir cepat.


"Kamu cantik dan seksi. Kenapa ditutupi?" bisik Kiano sambil.duduk di sampingnya. Suaranya agak tercekat dan nafasnya terdengar ngga teratur.


Handuk.di tangan kirinya sudah dia buang entah ke mana.


Tubuh Aruna makin bergetar di tatap begitu. Apalagi saat Kiano mulai mengelus kakinya.


"Ki.... Kiano," panggil Aruna terbata. Nafasnya terasa sesak. Tatapan elusan Kiano melemahkan syaraf syarafnya.

__ADS_1


"Aruna," panggil Kiano dengan suaranya yang bergetar. Matanya berkabut mengandung hasrat dan gairah.


Kiano heran dengan dirinya. Dia sudah sering melihat perempuan mengenakan pakaian seksi bahkan sampai yang naked. Tapi melihat Aruna dengan lingerie seksi yang warnanya sama demgan warna kulit tubuhnya. membuat pikiran negatif Kiano berkembang biak.


Karena Aruna gadis baik baik yang selalu berpakaian sopan. Tampilannya kali ini pasti karena ulah maminya dan mama serta kakak Aruna sendiri.


Dengan tangan bergetar, Kiano menarik bantal.yang dipegang Aruna. Gadis itu seperti sudah hilang kekuatannya. Hingga dengan mudah Kiano membuangnya ke lantai.


Sekaramg Arunanya yang sangat seksi terpampang di depan matanya.


"Bolehkah?" suara Kiano dan tangannya begitu bergetar saat menyentuh dagu Aruna.


Aruna ngga menjawab, matanya langsung terpejam oleh sensasi aneh akibat sentuhan tangan mereka.


Kiano sudah ngga dapat menahannya lagi. Dia pun mencium Aruna dengan hasratnya yang bergelora. Kedua tangannya pun sudah bergerilya ke seluruh tubuh Aruna, membuatnya pasrah dan hanya bisa mengerang.


*


*


*


Kiano melakukan tugas pokoknya sebagai suami dengan sangat baik. Sampai tiga kali dia menaburkan benih unggulnya.


Tangannya mengelus kepala Aruna lembut. Arunanya tertidur sangat nyenyak setelah selalu diganggunya sepanjang malam.


Bibir Kiano tersenyum karena dialah yang pertama memiliki Aruna. Kini keduanya masih polos dan hanya ditutupi selimut.


Arunanya sangat cantik dalam posisi seperti ini. Tangan nakal Kiano menggelitik puncak dadanya membuat Aruna membuka mata.


Dia sangat lelah, apakah Kiano ngga sadar, protesnya dalam hati. Tapi mengingat apa yang telah terjadi pada mereka sepanjang malam, membuat hati Aruna ngga menentu.


Dia sudah memberikan miliknya yang paling berharga untuk Kiano.


Ada rasa senang, bahagia dan juga takut bercampur aduk jadi satu.


"Lagi yuk, Aruna," pinta Kiano lembut.


Aruna hanya mengangguk dan membiarkan Kiano menjadi pemilik sahnya.


*


*


*


*


*

__ADS_1


Bisa membaca novelku yang lain, Love You like FIRE. Klik profilnya yaa... terimakasih🥰


.


__ADS_2