Dendam Dokter Aruna

Dendam Dokter Aruna
Ke GAP


__ADS_3

Glen sengaja membooking hotel bintang lima milik keluarganya.


Dia kini membopong Armita dan sudah menutup paha Armita dengan jasnya.


Perempuan matang itu sudah sangat pasrah dan lemas. Sudah beberapa kali dia mencapai puncak karena jari jemari Glen yang sangat lincah dan mahir.


Tapi dia menyandarkan seluruh wajahnya di dada bidang Glen hingga orang orang ngga bisa mengetahui siapa dirinya.


Laki laki muda ini terlalu bergairah. Saat mereka berjalan ke lobby, jari jemarinya dengan nakal masih saja bermain di pahanya yang berselimutkan jas.


Apalagi di dalam lift. Hingga Armita mencapai puncaknya lagi. Dia benar benar sangat lemas..Tapi laki laki yang dipanggil Glen oleh Aisha ngga membiarkannya beristirahat sedikitpun


Keika sampai di kamar hotel yang sangat luas dan mewah itu, Glen langsung membaringkannya di atas tempata tidur.


Membuka kemeja Armita dan dia memandang kagum pada dua benda kenyal yang sejak tadi dire*m*asnya dari balik kemejanya.


Kali ini Glen ngga tahan. Dia pun menurunkan wajahnya untuk menghisap puncaknya bergantian. Armita pun menjerit tanpa malu.


Agak lama Glen mengexploremya. Begitu juga tangannya yang ngga kenal lelah. Armita sudah mendapatkan kepuasannya berkali kali. Sampai akhirnya Armita tertidur.


Glen menatap Armita penuh sayang. Baru kali ini dia membebaskan perempuan dari juniornya yang sudah sejak tadi meronta ingin ikut menikmati.


Glen pun meraih tubuh itu dalan pelukannya.


Ponselmya bergetar di saku celananya.


Kiano


Lo.sekarang di mana? Lo ngga balik lagi ke kantor?


^^^Glen^^^


^^^Urusan gue belum selesai.^^^


Kiano


Oke.


Glen menatap wajah cantik Armita yang nampak pulas teridur. Terlihat lemas.


Glen tersenyum miring.


"Kamu seperti patah hati. Apa yang sudah laki laki itu lakukan sama kamu? Tapi tenanglah, aku ngga akan meninggalkan kamu," gumam Glen pelan.


Kemudian.Glen memotret wajah pulas itu yang bersandar di dadanya Glen memerlukannya jika perempuan ini menolaknya.


Ngga lama kemudian Glen pun tertidur.

__ADS_1


Glen terbangun karena merasakan Armita ingin melepas dirinya dari pelukannya.


"Apa.yang kamu lakukan?" marah Armita karena melihat bagian atasnya yang sudah ngga berpenutup.


Belum.Glen bisa menjawab, terdengar ketukan ketuka kasar pintu kamarmya.


"Orang gila mana yang berani mengganggu!" ketusnya sambil bangkit berdiri.


Kesempatan itu ngga disia siakan Armita. Dia secepatnya merapikan kemejanya.


TOK TOK.TOK


Bahkan kali ini terdengar suara pintu terbuka.


Glen terpaku melihat siapa yang datang. Laki laki yang dia temui di tempat buah buahan. Juga ada dua orang tua yang langsung menutup mulut mereka melihat keadaan Glen, terutama Armita yang cukup berantakan.


"Tante dan Om lihat sendirikan kelakuan Armita," kata laki laki itu sinis.


Armita menatap mamanya penuh rasa bersalah


Kemudian menatap laki laki yang seenaknya saja melemparkan kesalahan padanya.


"Siapa yang ngijinin kalian masuk?" bentak Glen emosi. Ini hotelnya. Dia akan memecat pegawainya yang sudah ngga menghormatinya lagi.


"Papi, Glen."


Kemudian papi Glen berdiri menghadap kedua orang tua yang masih terlihat shock.


"Saya minta maaf akan kelakukan putra bungsu saya. Tapi Glen akan bertanggung jawab," ucap Papi Glen tegas.


Laki laki muda itu mendengus kasar mendengarnya. Ingin Glen tonjok karena sudah berlaku ngga sopan pada papinya.


"Sebaiknya kita keluar dulu," kata papi sambil membuat isyarat agar kedua orang tua itu mengerti.


Armita menatap kepergian mereka dengan perasaan sangat malu dan terguncang.


*Bisa bisanya dia tergoda oleh bocah*!


Amita pun menangis sambil menekuk lututnya.


"Ngga usah sedih. Aku lebih tampan dari laki laki itu," decih Glen sombong.


Tapi yang jadi pikirannya, apa sekarang saatnya dia menikah?


Kalo iya, dia akan melangkahi Arga dan Reno.


Bibirnya tersenyum miring.

__ADS_1


Armita ngga menjawab, tapi dia terus menangis. Kenapa.dia harus terjebak dengan laki laki di bawah umurnya ini?


*


*


*


Orang tua laki laki muda yang menyebalkan itu sudah pergi. Yang tinggal kini Armita dan orang tuanya. Gadis itu terus menundukkan kepalanya.


Kenapa ganti dia yang ke gap?


Baru baru ini Arnita menangkap basah tunangannya dengan perempuan lain. Karena itu dia memilih berpisah.


Ternyata mantan tunangannya masih dendam, hingga melakukan hal memalukan ini.


Armita bersyukur bisa terbebas dari laki laki yang selalu ingin menidurinya.


Tapi Armita bingung, bagaimana dia bisa menikah dengan laki laki yang baru dikenalnya. Bahkan jauh lebih muda. Mungkir sekitar tiga tahun


Aisha pasti akan mentertawainya. Dia yang selama ini memandang remeh brondong muda, kini malah digerebek ketahuan tidur di hotel bersama brondong mudanya.


"Kapan kami diijinkan untuk melamar Armelia?" tanya papi Glen santun.


"Secepatnya kalo bisa," ucap Papi Armita yang ingin secepatnya membuatnya, agar anaknya terhindar dari rasa malu.


"Malam ini kami akan datang melamar," ucap Papi Glen tenang.


Glen sangat terkejut mendengarnya.


Dia benar benar akan melangkahi Arga dan Reno.


*


*


*


"Kamu serius? Dia seusia Kak Aisha loh," tukas Kiano ketika menerima undangan dari Glen


Ini terlalu cepat.


Kiano teringat sikap aneh Glen waktu di kantor kakaknya. Hamya.saja dia ngga tau kalo Glen mengenal teman kak Aisha cukup.dekat.


"Lebih enak yang anggota reproduksinya sudah sangat matang," jawab Glen cuek.


Kiano terkekeh.

__ADS_1


Arga yang malang, batinnya sedih.


__ADS_2