
Dengan ragu Dinda mendekati tempat Regan berkumpul.
"Duduk sini," ucap Regan sambil menggeserkan kursi di sampingnya agar gadis itu menghampirinya.
Nadia menatap heran melihat keramahan Regan. Dia pun bertambah heran mendengar sapaan hangat dari Glen dan Reno pada gadis itu.
"Halo Dinda," sapa keduanya kompak seraya mengerling nakal.
Baru kali ini Nadia melihat sisi lain Reno. Gadis berhijab itu terlihat salah tingkah saat tersenyum dan duduk di dekat Regan.
"Ini teh kamu," ucap Regan sambil memberikan tehnya.
"Makasih," sahutnya dengan pipi merona. Perlakuan Regan selalu membuat jantungnya menjadi ngga normal.
Regan tersenyum melihatnya.
Selalu saja bikin gemas, batin Regan berusaha menahan tangannya agar ngga menjawil pipi yang kemerahan itu.
Glen dan Reno saling pandamg melihat interaksi keduanya, kemudian melebarkan cengirannya.
Nadia terpana melihatnya. Dikiranya Reno adalah mahluk kaku yang akan retak retak wajahnya jika tersenyum.
"Nadia, ini Dinda. Masih teman yang jaga kasir juga. Teman satu kampusnya," kata Glen panjang lebar.
Nadia menatap gadis berkerudung ini lekat. Dalam hati dia heran kenapa gadis ini bisa masuk dalam pergaulan Glen dan teman temannya. Bahkan mereka terlihat akrab.
"Nadia," kata Nadia kemudian mengulurkan tangannya.
"Dinda," ucapmya canggung.
"Nadia ini calonnya Reno," tambah Glen seraya melirik pada Reno.
Lagi lagi netra Reno terfokus pada Rain.
__ADS_1
Ada apa, ya, dengan Reno. Apa dia naksir Rain, tapi ditolak? batin Glen mengambil kesimpulan karena melihat sikap biasa Rain pada Reno. Bahkan tergantung ngga acuh.
Sedangkan Reno seperti laki laki yang ngga sadar sudah ditolak.
Nadia menyesap kopinya sebentar sambil melirik Reno yang kini mulai sibuk dengan ponselnya. Kembali dengan karakter cuek dan dinginnya.
"Lama lama kalian jodoh juga," kekeh Glen menggoda.
Regan hanya tertawa lecil, begitu juga Reno. Nadia dibuat kagum jadinya.
Rasanya lebih menyenangkan jika Reno sering membawanya bertemu dengan teman temannya. Dia terlihat lebih santai dan manusiawi.
Nadia pun agak kaku awalnya mengetahui dirinya dijodohkan dengan Reno oleh orang tua mereka. Dia juga sudah mendengar sepak terjang Reno terhadap perempuan yang membuatnya ilfeel duluan.
Tapi setelah bertemu dan melihat karakter Reno yang dingin dan kaku membuatnya jadi tertantang untuk menaklukkannya.
Dirinya cantik dan anggun. Banyak yang jatuh cinta padanya. Ngga mungkin, kan, dia ngga bisa mencairkan hati Reno.
Anehnya Reno seperti ngga tertarik padanya. Padahal kabar di luar sangat jelas kalo Reno adalah player yang ngga pernah menyia nyiakan perempuan cantik yang berada di dekatnya.
Dan jangan lupa kan kasir kafe ini yang juga mendapat perhatian aneh dari Reno. Bahkan Reno sampai membentaknya tadi.
"Dinda udah sering jalan sama Regan?" pancing Glen ingin tau. Regan sama seperti Kiano suka maen rahasia darinya. Tau tau nikah aja.
"Baru kali ini setelah yang dulu," jawab Dinda pelan.
Regan cuek ngga peduli sambil menyuap pudingnya.
Yang dulu? batin Nadia kepo.
"Lama juga, ya. Kita baru juga ketemu lagi sejak kumpul bareng itu," tambah Reno tertarik dan ikut membantu Glen membongkar rahasia Regan.
Ooo, jadi mereka pernah bertemu, batin Nadia lagi.
__ADS_1
"Sempat ketemu di butik mama Kak Regan," aku Dinda polos.
Glen dan Reno saling pandang dengan usil.
Regan tetap cuek dengan pudingnya. Seolah sengaja membiarkan Dinda menceritakannya pada mereka.
Nadia pun semakin tertarik mendengarkan.
"Kok bisa?" tanya Glen agak menuntut.
"Ituu..." Dinda ngga melanjutkan tapi melihat Regan bingung.
"Mamanya sama maam gue temenan," ucap Regan yang menjawab.
"Waaah, jalan lo udah kebuka, dong," kekeh Reno membuat Nadia tambah mengagumi ketampanannya saat tertawa.
"Gue nih, yang belum Kapan jalan gue dibuka," kekeh Glen lagi.
Regan hanya nyengir sambil menatap Dinda yang kini tampak sangat malu dan sedang menundukkan wajahnya dalam dalam.
"Tinggal tunggu gue lamar aja," ujar Regan ringan.
Reno dan Glen langsung bersorak. Akhirnya Regan mau berkomitmen, hal yang selalu dihindarinya.
"Gue dukung."
"Yes!"
Seru Glen dan Reno penuh semangat.
Dinda rasanya ingin nyelam dan ngga pernah muncul lagi. Kata kata Regan membuatnya terbang tinggi tapi juga membuatnya tambah ngga berani menatap netra lembut yang kini sangat dalam menatapnya.
Nadia tersenyum tipis. Fokusnya hanya pada wajah Reno yang terlihat semakin tampan saat tertawa. Baru kali ini dia melihatnya selama beberapa hari mereka bersama.
__ADS_1
Tapi ujung matanya menangkap lirikan mahasiswi yang jadi kasir itu pada Reno.
Apa mereka ada hubungan? batinnya ngga suka.