
"Urus pembatalan kerja samanya, Pan," kesal Alva sambil membanting pintu mobilnya. Supirmya, Pak Wamgsa sampai berjengkit saking kagetnya.
Begitu juga Topan. Dia pun berpandangan dengan Pak Wangsa. Kemudian Topan menggelengkan kepalanya.
"Sepertinya kita harus membayat pinalty yang cukup besar, Bos," tukas Topan memberi tau ketika dia sudah masuk ke dalam mobil. Duduk bersebelahan dengan bosnya.
"Bayar saja," jawabnya ngga peduli. Berapa pun besarnya dia ngga akan jatuh miskin.
Alva bebeapa kali mendengus kesal.
Dia paling ngga suka dibohongi.
Kenapa Pak Arya ngga terus terang saat menawarkan kerja sama ini.
Kalo.tau dari awal ini adalah kerjaan Shina, pasti Alva sudah menolaknya sejak dulu.
"Bos hebat, ya. Nona tadi mau jadi istri kedua bos, bahkan keluarganya juga mendukung, ungkit Topan kagum
"Ya, pastilah. Perempuan mana yang pernah nolak," jawabnya sombong.
Alva pun teringat Meti yang bersedia menjadi istri keduanya.
Kenapa mereka ngga mencari laki laki lain saja, Kenapa harus merecoki hidupnya, batinnya kesal.
Topan manggut manggut mendengarnya. Tapi jujur memang dia kagum pada bosnya yang suka seenaknya ini.
Padahal udah tau kelakuan bosnya brengsek, tapi masih ada banyak perempuan yang mau dengannya.
Mungkin karena tajir melintir, pikir Topan.
Gimana kalo istrinya tau kejadian pagi ini? batin Topan lagi.
"Jangan sampai istri gue tau," ancamnya seolah mengerti apa yang di ada dalam hati asistennya, Topan.
"Siap jaga rahasia, bos," sahut Topan cepat membuat Alva lega
Notif pesan yang masuk membuat mata Alva terbelalak.
^^^Shina^^^
^^^Aku akan sebarkan foto foto intim ke istri kamu bahkan ke medsos kalo kamu ngga mau nikahin aku.^^^
Dan ngga lama kemudian muncul lagi pesan yang memuat dua foto keintiman mereka dulu.
Satu pesan kini masuk lagi dari Shina.
^^^Shina^^^
^^^Masih banyak.lagi. Itu hanya sampel.^^^
Alva menggeram marah. Baru kali ini ada perenpuan yang mengancam laki laki dengan foto foto syur mereka untuk disebar luaskan. Dunia sudah terbalik. Biasanya malah laki laki yang melakukannya.
Yang bikin Alva panas dingin, foto foto itu setelah mereka melakukan hubungan suami istri. Tepatnya foto foto itu diambil tanpa sepengetahuannya. Alva sangat menjaga harga diri dan nama keluarga, sehingga melarang kamera saat mereka sedang dalam posisi intim.
Harusmya dia yang memfoto bahkan merekam adegan adegan hot mereka. Tapi malah Shina. Padahal dia sebagai laki laki brengsek saja ngga mau mempublikasikan aib perempuan itu.
Kedua foto ini sudah menunjukkan kalo diambil saat Alva sedang tertidur pulas setelah dipuaskan oelh Shina.
__ADS_1
Hanya mata Shina yang melek, sedangkan matanya merem.
Gadis itu dengan ngga tau malunya tersenyum dalam keadaan selimut menutupi tubuh mereka sampai ke leher.
Orang orang yang melihat foto itu pasti sangat yakin kalo mereka berdua dalam keadaan polos di dalam selimut.
Aoa dia sudah gila?
Kepala Alva berdenyut kesal.
Alva sebenarnya ngga bakal peduli, karena itu juga dilakukannya di masa lalu. Saat dia masih kuliah.
Tapi bagaimana dengan reaksi orang orang terdekatnya?
Mama papanya?
Mama papa Tamara?
Mama papa Shina, apakah ngga sakit jantung?
Dam terutama reaksi Tamara? Apa dia masih bisa tetap cuek?
Alva menggusar rambutnya dengan kesal dan penuh amarah.
Dia baru saja menikah beberapa hari tapi sudah terkena karma perbuatannya dulu.
Topan melihat bosnya dengan sangat bingung. Ponsel ditangannya yang ngga henti hentinya berdenting sepertinya mau diremukkan oleh cekalan tangan bosnya yang mencengkram dengan sangat kuat
Ada apa, sih? batinnya kepo.
Kemudiam Bosnya mulai menelpon.
"Arga, hack kan nomer yang barusan gue kirimkan. Bisa, kan? Ini tentang kelangsungan hidup gue."
"..........................."
"Thamk's."
Terdengar hembusan nafas lega saat sambungan telpon itu telah terputus.
Alva bersyukur bersahabat dengan Arga yang sangat jago di bidang IT. Arga pasti bisa meretas nomer Shina.
Dia pun menghapus dua foto yang dikirimkan Shina. Bisa dapat sial.kalo foto foto lacnat ini bersarang lama di ponselnya.
Hanya satu saja yang jadi masalah. Semoga Shina ngga menyimpannya di media yang lain lagi. Walau itu kemungkinannya kecil. Tapi paling engga foto.foto itu ngga akan sempat parkir lama.di medsosnya, karena Arga yang akan membersihkannya.
Tapi Dirinya udah harus bersiap untuk mendapat amukan Tamara lagi jika istrinya sempat melihatnya.
Seperti tadi lagi saat mereka akan berangkat.
Tamara marah marah dan mengomel karena oleh oleh buat teman temannya berkurang empat buah dari sepuluh kotak yang dia bawa.
Alva yang seenaknya saja memberikannay buat Glen. Padahal Alva sendiri.yang menolak untuk membawakan langsung buat mereka. Alva memilih mengirimkan oleh olehnya via ekspedisi.
Sepanjang jalan tadi wajah Tamara sangat memusuhinya.
Itu hanya.karena oleh oleh. Bagaiman ketahuan soal foto?
__ADS_1
Alva menggusar lagi rambutnya dengan kasar.
Topan hanya bisa menatap kegusaran sang bos dalam diam.
*
*
*
"Kamu membatalkan kerja sama dengan Pak Arya Sutama?" tanya papi heran.
Papi sengaja langsung menemuinya di ruangannya setelah sahabatnya menelponnya barusan.
"Iya," jawab Alva cuek sambil menatap berkas di tangannya.
"Kenapa? Bukannya sangat menguntungkan?"
Terdengar helaan nafas panjang papi yang sambil duduk di depannya.
"Kalo.duit papi kurang buat bayar pinalty ngga apa. Alva pake duit Alva aja," sahutnya ngga nyambung.
Papinya menghela nafas lagi. Kali ini lebih panjang dari yang tadi.
"Jawab yang benar pertanyaan papi," kata papinya masih berusaha sabar.
Alva menyimpan berkas yang sudah dia tanda tangani ke dalam mapnya.
"Om Arya mau menikahkan Alva dengan putrinya, pap," ucapmya mengadu, membuat papi tercengang sesaat.
"Kamu, kan, bisa bilang kalo.sudah menikah."
"Katanya putrinya mau dijadiin istri kedua Alva. Alva tolak lah," tukasnya lagi sambil balas menatap papinya yang kali ini menampakkan ekspresi terkejutnya.
Ngga lama kemudian beliau terkekeh. Sangat di luar dugaannya.
"Apa kamu dan putrinya dulu pernah pacaran?" tanya papi curiga setelah tawanya reda.
"Papi, kan, tau masa mudaku gimana. Aku bejad, pap," katanya jujur.
"Ya ya," sahut papinya setuju.
Alva terlalu bebas menikmati hidupnya. Ngga ada aturan yang ngga dilanggarnya.
Tapi yang ngga diduga beliau kalo ternyata Alva dan putri Pak Arya Sutama pernah menjalin hubungam serius.
"Papi jangan kaget kalo nanti ada foto foto mesra aku dengan Shina tersebar."
"Shina nama anak Pak Arya?" tanya papi memastikan.
"Itu papi tau," jawab Alva santai.
"Maksud omongan kamu apa tadi?" tanya papi mulai sibuk menduga hal buruk yang akan terjadi.
"Shina punya koleksi foto mesra kami. Dia mengancam akan menyebarkan jika aku ngga mau menjadikannya istri kedua."
Seketika mata papi terbelalak karena rasa kaget yang ngga terkira. Kemudian papi menepuk jidatnya. Stres mikirin masalah baru putranya yang akan muncul sebentar lagi.
__ADS_1