Dendam Dokter Aruna

Dendam Dokter Aruna
Si Dingin yang Romantis


__ADS_3

"Berhasil merekam videonya?" tanya seorang laki laki berjas pada temannya yang sedang merekam orang orang yang berada di depan mereka melalui pinselnya. Mereka berada di dalam sebuah mobil SUV hitam ngga jauh dari keberadaan Kiano.


"Sudah," jawab temannya.


"Coba lihat hasil rekamanmu dulu," katanya lagi.


Temannya pun memutar video rekamannya yang memperlihatkan Kiano Arta Mahendra sedang memeluk gadis yang sedang terbatuk batuk dengan perawat di sampingnya. Video itu terus bergulir sampai Kiano membukakan pintu mobil untuk gadis itu dan berakhir dengan kepergian mobil yang membawa Kiano dan gadisnya.


"Nona pasti suka. Kirimkan sekarang," perintahnya sambil mengemudikan mobil. Pekerjaan pertama sukses mereka kerjakan. Sekarang tinggal mencari identitas gadis yang bersama tuan muda Kiano, idaman nona mudanya.


"Siap."


Temannya pun mengirimkan foto itu pada nona mudanya yang meminta mereka mencari segala bentuk informasi gadis yang menjadi istri tuan muda Kiano. Nona muda Claudia.


"Besok pagi kita ke sini lagi sebagai pasien," katanya lagi sambil meninggalkan parkiran hotel.


"Mungkin gadis itu bekerja sebagai perawat atau mungkin dokter," lanjutnya lagi.


"Oke," sahut temannya setuju.


*


*


*


Claudia yang baru selesai memimpin meeting dengan beberapa perusahaan nasional, mellirik ponselnya yang bergetar. Ada notif pesan dari pengawal pribadinya yang dimintanya mengawasi Kiano. Dia pun meraih ponselnya.


Apa yang sudah mereka dapatkan, batin Claudia penasaran.


"Kamu sungguh luar biasa," puji dadynya yang mengawasi jalannya rapat. Tamu tamu yang merupakan pejabat penting sudah meninggalkan ruangan meeting beberapa menit yang lalu dengan hati puas.


"Makasih, dady," balas Claudia senang karena dadynya memujinya. Sangat jarang dady memujinya dalam hal pekerjaan jika ngga dilakukan secara sempurna. Dadynya pencinta kesempurnaan.


Dadynya Herman Permana menanggapinya dengan senyum simpatik.


"Ayo kita pulang. Mamimu sudah menunggu di rumah, Melvin juga sudah sampai di rumah," ajak dadynya sambil membetulkan lengan jasnya.


Mendengar nama kakak laki lakinya disebut membuat wajah Cludia sumringah.


"Kak Melvin sudah di rumah?" serunya excited. Udah hampir tiga bulan mereka ngga ketemu karena kesibukan kakaknya di perusahaan dadynya yang berada jauh di Qatar.

__ADS_1


"Tadi mamimu mengabari dady minta kita segera pulang," sahut dadynya masih dengan senyum di wajahnya.


"Oke, dady."


"Siapa yang mengirim pesan? Apa kakakmu?" tanya dadynya saat melihat ponsel yang masih berada dalam genggaman tangan Claudia.


"Oh, bukan, dad," ucapnya baru teringat akan pesan yang baru masuk.


Tanpa berkata apa apa lagi, dia membuka pesan yang dikirim pengawalnya. Pesan itu ternyata berupa video.


Melihat wajah putrinya yang tadinya ceria berubah kusut membuat dadynya ikut melongokkan kepalanya ke ponsel yang sedang dipegang Claudia.


"Itu Kiano?" kaget dadynya ketika melihat tokoh utama pria dalam video di ponsel tersebut.


"Iya, dady. Itu istrinya," kata Claudia yang ngga bisa menyembunyikan nada ngga sukanya.


Hatinya panas melihat sikap Kiano yang sangat romantis pada perempuan yang ngga lebih cantik darinya. Bahkan dia sampai mengerjapkan matanya berulang kali untuk memastikan wajah Kiano.


Ini si dingin? Kesalnya membatin.


Setahunya selama ini Kiano terkenal dingin dan gila kerja. Gosipnya dengan perenpuan ngga pernah terdengar. Adalah aneh mendengar berita dia sudah menikah, bahkan langsung dari dirinya sendiri yang mengatakannya.


Herman Permana menghela nafas. Bemar benar ngga di duga. Sewaktu putrinya mengabarkan Kiano sudah menikah, beliau sangat kaget. Apalagi beliau mengenal keluarga keluarga Kiano yang sejajar kekayaannya dengannya.


Apakah ada yang dilewatkan olehnya?


Herman Permana menggelengkan kepalanya.


Rasanya tidak.


Beliau juga penasaran, putri konglomerat mana yang menjadi pendamping Kiano. Mengapa tidak ada kehebohan. Harusnya pernikahan Kiano Artha Mahendra menjadi berita spektakuler karena putra dari Dika Artha Mahendra itu adalah most wanted man.


Karena itu Herman Permana meminta Claudia mewakilkan dirinya dalam proyek besarnya untuk mengenalkan mereka berdua. Ternyata beliau dan putrinya terlambat. Janur kuning sudah melengkung.


Dalam rekaman video itu terlihat jelas Kiano Artha Mahendra sangat lembut memperlakukan istrinya. Sepertinya ini bukan pernikahan bisnis.


"Rasanya aku ngga mengenal perempuan ini. Apa dia putri salah satu relasi dady?" tanya Claudia sambil menatap dady serius.


Claudia cukup sering berkumpul dengan putri dari relasi relasi dadynya. Dia juga mensyaratkan pertemanan yang sederajat dengannya. Mereka sering melakukan hang out dan kerja sama dalam bisnis.


"Rasanya dady belum pernah melihatnya. Mungkin saja gadis ini ngga suka ikut acara acara perusahaan," kata dadynya setelah cukup lama berpikir.

__ADS_1


Tapi wajahnya memang terlihat asing. Beliau ngga pernah melihatnya dalam pesta pesta dengan relasi bisnisnya. Beliau cukup hapal dengan putri putri rekan bisnisnya.


"Kelihatannya dia bekerja di rumah sakit. Dady marah kalo aku melakukan sesuatu yang buruk terhadap perempuan ini?" tanya Claudia minta pendapat.


Seandainya istri Kiano bukan putri dari rekan bisnis dadynya, akan menjadi sangat mudah buatnya.


Claudia sangat membenci perempuan yang berhasil mendapatkan perhatian dan cinta Kiano. Kiano sepertihya sudah takluk padanya. Wajah lembut Kiano baru kali ini dia lihat. Entah trik apa yang sudah perempuan itu lakukan. Yang jelas dia berhasil dengan sukses. Dan Claudia sangat ngga suka.


Herman Permana tersenyum miring.


"Asal kamu bisa bermain aman, dady ngga masalah," jawabnya santai. Beliau juga pernah melakukan hal hal kotor dalam bisnis. Karena itu nama Herman Permana cukup disegani di kalangan dunia pengusaha berskala besar dan nasional.


Wajah yang kusut itu kembali tersenyum ceria.


"Makasih, dady," serunya riang sambil memeluk dadynya karena sudah memberikannya ijin untuk bisa berbuat apa saja.


"Bermainlah yang cantik," kata dadynya mengingatkan.


"Tentu, dady," sahut Claudia mantap.


Ya, dia akan memisahkan Kiano dengan perempuan itu. Kalo perlu menghilangkan nyawanya. Bagi Claudia sah sah saja melakukan apa pun dalam berjuang untuk mendapatkan cinta Kiano.


Sudah cukup lama dia memendam perasaan dengan Kiano. Awalnya Claudia melihatnya di acara pesta ulang tahun sahabatnya di Inggris dua tahun yang lalu. Kiano yang terlihat angkuh dan dingin sangat menarik perhatiannya. Tapi saat itu dia ngga punya kesempatan untuk berkenalan karena ternyata Sasya mendaulat laki laki itu sebagai penerima cake ulang tahun darinya.


*


*


*


"Kamu.kenapa batuk batuk?" tanya Kiano sambil melajukan dengan kecepatan standar.


"Tiba tiba aja batuk. Sepertinya ada yang lagi ngomongin jelek tentang aku."


"Masa?" tanya Kiano ngga percaya. Bibirnya tersenyum mendengar ucapan Aruna yang di luar logikanya.


"Mama pernah mengatakannya begitu, kalo kita batuk tanpa alasan yang jelas, pasti ada yang ngomong buruk tentang kita," tegas Aruna yang merasa tersinggung karena Kiano seperti meledeknya.


"Kamu percaya?" ledek Kiano sambil tangan sebelahnya mencolek pipi Aruna.


"Ya," ketus Aruna sambil menjauhkan pipinya, membuat Kiano tertawa melihat raut wajah istrinya yang menjadi kesal. Hatinya tambah gemas dibuatnya.

__ADS_1


Aruna merengut melihat Kiano yang tetap saja mentertawakannya.


__ADS_2