
Tamara mrnghembuskan nafas kesal begitu Alva menutup telpon begitu saja dalam keadaan marah
Dasar otoriter, makinya dalam hati.
"Siapa?" tanya Wahyu sambil menatap wajah Tamara iba
Kelihatannya lagi bertengkar dengan pacarnya, tebak Wahyu dalam hati.
"Emm, lo serius ya pacarannya sama dia?" tanya Mita kepo. Tapi dia sangat penasaran.
"Begitulah," jawab Tamara agak malas. Hatinya masih kesal dengan kemarahan ngga jelas Alva.
"Lo kenal dia dimana?" Disa juga ikut bertanya. Terlalu tampan dan pasti akan sangat kaya raya.
"Kami dijodohkan," jujur Tamara.
"Apa?" kaget Mita dan Disa ngga percaya.
"Seperti jaman Siti Nurbaya aja," timbrung Ambar yang tiba tiba sudah mendekat.
"Dia itu siapa, sih? Gue kayak pernah lihat," tambah Ambar lagi
Mita dan Disa yang walaupun kesal dengan tukang gosip ini, tapi karena sama penasarannya, membiarkan Ambar terus mencereweti mereka.
"Bukan siapa siapa," jawab Tamara sangat ngga mood menjalani interogasi ini
"Ngga mungkin. Aku rasa dia bukan orang biasa," ngeyel Ambar.
"Kamu pikir dia artis yang sering masuk tivi?" sergah Disa sewot.
"Dia cuma anak teman bisnis papa," kata Tamara mengurai pertengkaran yang akan terjadi di antara kedua temannya. Mata mereka sudah saling melotot karena maran.
"Sudah, gosip terus. Anak anak sudah selesai tuh," potong Ongky sambil menunjukkan ke arah atlet muda mereka yang kini sedang jalan mendekat
__ADS_1
"Kita makan siang dimana, nih, bos?" senggol Gerry pada Wahyu.
"Mana aja boleh," sahut Wahyu tenang walaupun pikirannya sudah terbang kemana mana mendengar kara kata Tamara.
Apa perjodohan bisnis? batinnya menebak.
"Hore! Di restoran padang biasa ya," seru Gery senang.
"Restoran yang ada nasi gratisnya?" ejek Disa menyindir. Yang lain pun jadi tergelak.
"Iya lah. Tapi aku nambah rendangnya ya, Wahyu," kata Gery ngga tau malu.
"Iya," sahut Wahyu tenang. Udah hapal kebiasaan temannya itu.
"Bayar sendirilah. Gitu aja kamu ngga bisa bayar," sarkas Ambar.
"Aku harus ngirim ke kampung. Makanya aku ngirit ngirit kalo makan. Mumpung ada yang traktir ini," pungkas Gery dengan cengiran lebarnya.
"Dasar pelit. Kasian yang jadi istri lo, harus kerja keras," sindir Ambar lagi.
"Sampai kapan pun kamu bakal jomblo," Mita juga ikutan mengejek. Seperti kutukan.
Secara wanita bekerja kan buat beli skincare, bukan buat nanggung biaya hidup suami, prinsipnya.
Kali ini semuanya setuju dan menertawai Gery yang tetap cuek ngga merasa disindir abis abisan.
Tamara meraih ponselnya yang bergetar.
Ada pesan dari Reno.
Rupanya Reno mengirim foto Alva yang wajahnya sedang ditekuk. Sepertinya diambil diam diam.
Lo ke sini, deh, Tamara. Calon suami lo lagi PMS berat.
__ADS_1
Bunyi pesan yang dikirimkan Reno. Reno pun juga mengirimkan lokasi dimana mereka berada.
Tanpa sadar Tamara tersenyum tipis.
Dasar anak mami, ejeknya dalam hati.
"Maaf, aku ngga bisa ikutan, ya," pamit Tamara sambil meraih tasnya.
Dia sudah memesan ojek online.
"Mau ketemu yayang," tebak Mita. Dia agak iri melihatnya. Dan sangat penasaran dengan identitas jodohnya yang selalu Tamara sembunyikan.
Mita hanya ingin dikenalkan dengan Teman teman calonnya itu. Pasti tampan tampan dan sangat kaya raya. Lebih kaya dan tampan dari pacarnya yang sekarang.
Bukan hanya Mita, kini semuanya pun menatap Tamara. Bahkan Wahyu agak kecewa karena yakin kalo Tamara akan menemui laki laki yang dijodohkan dengannya.
"Iya, aku duluan, ya. Ojol aku udah dekat."
"Ngga dijemput?" tanya Disa heran.
"Nggak."
Orangnya lagi marah.
"Kita antar kamu dulu," kata Wahyu berinisiatif.
"Ngga usah. Arahnya sangat beda," tolak Tamara halus.
"Oke," balas Wahyu agak berat melepas kepergian Tamara
Apa sudah ngga bisa ditikung, batinnya sambil menatap punggung Tamara yang bergerak menjauh.
"Aku beneran penasaran sama calon lakinya," cicit Ambar sangat penasaran. Dia sudah ngga sabar ingin mengulik siapa laki laki itu sebenarnya.
__ADS_1
Lagian, apa laki laki itu juga menyukai Tamara yang bar bar? celanya dalam hati.
Dalam hati Mita dan Disa pun satu pikiran dengan kata kata Ambar. Tamara sudah membuat lompatan yang sangat jauh dan meninggalkan lubang rasa penasaran yang sangat besar.