Dendam Dokter Aruna

Dendam Dokter Aruna
Yang Terjadi


__ADS_3

TRANG


Saat saat yang menegangkan. Salah satu sekuriti, Pak Hakim, dengan cepat meninggalkan tubuh Pak Andi yang dipegangnya sejak tadi bersama temannya. Berlari sekencang kencangnya mendekati Nyonya Wita dan Regan dan langsung menendang keras pisau yang hampir mengenai leher Regan.


Pisau terlempar jatuh menyisakan perih di bawah pundak Regan yang terluka. terrkena pisau yang terpental.


Papa pun segera bangkit dan mendekati Wita yang merasakan tangannya sakit akibat terkena tendangan keras sepatu lars Pak Hakim.


PLAK!


PLAK!


Papa.Regan dengan geram menampar pipi mama Riko sampai beliau terhuyung ke belakang. Pak Hakim yang tadi menendang pisau langsung mengamankan tante Wita yang meringis dengan dua sudut bibir berdarah.


"Pak Syukron, bawa ambulance ke sini. CEPAT!," perintah papa Regan sangat panik pada satpam yang sudah berdiri di pintu dan memang akan pergi keluar mencari pertolongan.


Ruang sekuriti.agak jauh dari lobi kantor, hingga keributan ngga terlalu terdengar.


"Siap!" Beliau pun langsung berlari keluar ke arah tempat ambulance terparkir.


Kehebohan baru terjadi saat dua ambulance mulai mendekat ke pos sekuriti.


"Regan! Sadar!" seru papa Regan ketika melihat mata Regan yang terpejam. Beliau tentunya sangat cemas.

__ADS_1


Kemeja yang dikenakan Regan sudah penuh dengan darah.


"Aku masih kuat, pa," ucapnya sambil tersenyum tipis. Dalam hati bersyukur papanya ngga apa apa.


Dia hanya merasa sedikit sesak di dada dan perih di pundaknya.


Papa Regan merasa menjadi orang yang ngga berguna saat melihat keadaan putranya.


"Harusnya kanu biarkan saja papa yang kena tusukan itu," gumamnya dengan hati bagai tersayat.


Jika mama Regan, Aira, bahkan orang tuanya sampai tau, pasti akan semakin kecewa dengannya. Dan Riko, anak itu pasti akan sangat merasa bersalah sekali.


"Aku ngga apa apa, pa," kata Regan lagi. Dia berkata jujur. Ria merasa tusukan pisau meyusup di antara tulang belikatnya. Bukan jantungnya.


"Tenang, pak. Pak Regan akan baik baik saja. Bukan di tempat vital," kata dokter Helmi menenangkan hati papa Regan setelah memeriksa keadaan putranya.


"Dengar, kan, pap, kata dokter. Aku ngga apa apa," kata Regan tenang. Tapi memang bagian agak sefikit di bawah bahu kanan sampat tangan kanannya terasa sangat sakit dan sulit jika di gerakkan.


"Ya. Papa tau kamu kuat," ucap papa.agak lega kemudian membantu tenaga medis memindahkan Regan ke tandu.


Regan hanya menganggukkan kepalanya.


"Tuan besar, saya ngga usah di tandu, saya masih bisa berjalan," kata Pak Andi sambil tersenyum malu. Dengan dibantu Pak Syukron.

__ADS_1


"Ya ya, tapi tetap harus diobati," tegas papa Regan.


"Harus sampai sembuh," lanjut beliau lagi.


"Ya, tuan besar. Terimakasih," ucap Pak Andi menurut.


"Saya yang harusnya berterima kasih, pak," sambung papa penuh haru. Juga dia mengingat detik detik mencekam saat melihat pisau yang hampir menusuk tenggorokan Regan ditendang Pak Hakim. Beliau sangat beruntung memiliki pegawai pegawai yang sangat setia dan rela menyelamatkan keluarganya sampai harus terluka.


"Sama sama, Pak," jawab Pak.Andi terharu.


Papa Regan pun ikut masuk ke dalam ambulance yang ada Regan di sana. Beliau bahkn belum berani menghubungi mantan istrinya-mama Regan, apalagi kakek dan neneknya. Papa Regan akan menunggu suasana kondusif, sehingga baru akan menceritakan semua kejadian apa pun yang sudah terjadi


Suara sirene membuat para pegawai pada keluar untuk melihat apa yang terjadi. Tentu saja menjadi hal yang sangat mengejutkan karena melihat Pak Andi yang terluka di tangan dan anak bos besar mereka terlihat berdarah darah di bagian dada.yang sedang ditandu oleh para tenaga medis.


Beberapa pegawai belum sempat mengunduh peristiwa tersebut dalan bentuk foto atau pun video karena para pengawal yang langsung mengamankan lokasi tkp (tempat kejadian perkara).


Para pengawal pun memberi ancaman, bagi siapa yang berani memviralkan di sosmed akan langsung di pecat.Tentu saja mereka.takut kehilangan pekerjaan. Termasuk.yang memiliki video dan foto yang mereka simpan di galery ponsel.


Itu harus dilakukan mengingat pemilik grup mengidap penyakit jantung. Untuk menjaga kesehatan beliau. Takutnya berita yang beredar ngga sesuai dengan apa yang sudah terjadi. Juga takut menyebabkan jantungnya berhenti berdetak secara mendadak


Beberapa polisi datang dan membawa nyonya Wita yang hanya bisa diam memikirkan nasib kelamnya yang dia alami di dalam penjara.


Tapi senyum tipis terukir di bibirnya karena nantinya.di penjara bisa ketemu putra tuggalnya yang berada di dalam sana.

__ADS_1


Putranya nanti ngga akan bisa menolak kehadirannya seperti yang selama ini dia lakukan.


__ADS_2