
"Tadi jadi makan siang dengan Arga?" tanya daddy Qonita setelah mereka sekeluarga selesai makan malam bersama. Malam ini beliau sengaja menyempatkan diri berkumpul makan bersama anak dan istrinya.
Sengaja membatalkan jadwal bertemu dengan klien dari Amerika. Beliau ingin langsung mendengar komentar putri tunggalnya tentang Arga Dewangga, putra bungsu sahabatnya.
Qonita yang biasanya hanya makan dengan maminya merasa ini kesempatan bagus untuk menyampaikan unek uneknya tentang laki laki kurang ajar itu.
Yang sama sekali tidak memandangnya. Sangat sombong dan yakin kalo dirinya akan mau dengannya walaupun cuma diberikan hatinya lima persen saja. Qonita terus saja membuat list keburukan Arga dalam hatinya.
"Orangnya nyebelin, dad," cetus Qonita yang langsung membuat mami dan daddynya langsung tersenyum. Apalagi melihat wajah cemberut putrinya.
"Oh ya?" Daddynya memandangnya jenaka.
"Dia sopan ngga sama kamu?" tanya mami sambil membelai rambut panjang putrinya.
"Sopan. sih. Tapi mulutnya engga?" Qonita mulai mengadu.
"Maksud kamu?" tanya daddynya dengan kening berkerut.
"Dia ngomong kasar?" mami juga menaikkan alisnya.
"Bukan kasar dalam konteks memaki. Tapi....." Qonita agak ragu melanjutkan ucapannya.
"Tapi apa?" tanya kedua orang tianya serentak karena penasaran akibat Qonita yang menggaantungkan kalimatnya.
__ADS_1
"Katanya dia hanya akan memberikan hatinya untukku lima persen saja. Aku ngga terima, mam, dad," protes Qonita berapi api.
Kedua orang tuanya saling tatap sebelum kemudian tertawa lepas.
'Mami dan daddy kenapa malah tertawa?" tanya Qonita kembali lagi memasang wajah manyunnya.
"Dia hanya becanda," sahut mami.
"Dia serius, mam. Dia itu belum move on," lanjut Qonita dengan nada yang sedikit ditekan, untuk lebih menimbulkan efek magmatis.
"Malah bagus, kan. Artinya dia laki laki setia," kata daddy membela putra sahabatnya.
"Saingan kamu udah ngga ada lagi sayang. Kamu bisa tenang," lanjut mami membujuk.
Karena orang itu sudah tiada, kenangannya pasti sukar untuk dilupakan, **bu**kan?
Daddy menepuk bahu Qonita lembut.
"Arga itu pintar dalam mengelola perusahaan. Dia juga tampan, dan ngga sombong. Pegawai pegawai wanitanya banyak yang naksir dengannya loh. Bahkan para klien wanita," kata daddy lagi berusaha mempengaruhi hati Qonita.
"Dia hanya ja-im," ejek Qonita membuat kedua orang tuanya menggeleng gelemgkan kepalamya.
Kembali kedua orang tuanya tertawa lepas.
__ADS_1
"Mami rasa, kamu pasti bisa membuat Arga jatuh cinta ke kamu," ujar mami setelah tawanya mereda.
"Kenapa mami yakin banget?" tanya Qonita dengan menahan kesal.
"Tentu saja yakin. Mana ada laki laki yang akan mengalihkan tatapannya dari kamu," puji mami lembut.
"Kamu itu cantik banget, sayang. Pintar, dosen lagi," tambah mami penuh semangat.
"Betul," timpal daddy dengan wajah meyakinkan.
"Tapi laki laki itu belum move on, daddy," kekeh Qonita berusaha menolak. Dia ingin membatalkan perjodohannya, tapi sepertinya sulit karena kedua orang tuanya telanjur menyukai laki laki songong itu.
"Ngga pa pa, sayang. Daddy yakin, sekarang kenangannya sudah memudar. Kamulah yang akan menggurat kenangan bersamanya," bujuk daddy bijak.
Beliau sudah mencari keterangan tentang siapa putra bungsu sahabat bisnisnya itu. Apalagi sahabatnya pun sudah jujur mengatakan tentang kisah belum move on putranya akibat ditinggal meninggal kekasihnya lima tahun yang lalu.
Bagi beliau, bisa setia selama lima tahun untuk kekasih yang sudah tiada sangatlah luar biasa. Saat ini mencari laki laki kaya sangat mudah, tapi yang setia hanya dengan satu pasangan sangat susah. Karena itu beliau menerima permintaan papi Arga untuk menjodohkan anak anak mereka. Apalagi Qonita adalah putrinya satu satunya. Beliau butuh laki laki yang bertanggung jawab dan bisa setia pada putrinya satu satunya.
"Sayang, cobalah kamu jalani dulu ya. Biasa kalo pertemuan pertama memberikan kesan buruk. Tapi daddy yakin, pertemuan pertemuan berikutnya akan sangat menyenangkab," nasihat daddy Qonita bijak.
"Mami juga yakin, sayang," ucap mami sangat lembut.
Qonita langsung lemas. Gagal sudah niatnya yang ingin membatalkan perjodohan ini.
__ADS_1
Ngga bisa Qonita bayangkan betapa tertekannya dia nantinya di pertemuan pertemuan selanjutnya.