Dendam Dokter Aruna

Dendam Dokter Aruna
Menuju Hari H


__ADS_3

"Bella, Kiano menikah dengan siapa?" tanya mama Sasya-Adysti dengan suara berat. Beliau cukup kaget mendengar Kiano yang ngga punya pacar akan menikah secepat ini.


"Dengan pilihan papiku, aku juga ngga bisa apa apa," jelas mami Kiano dengan perasaan ngga enak. Mami Kiano tau, Sasya pasti patah hati sekarang. Pusingnya kepala mami Kiano. Belum lagi dengan Nabila yang kata maminya sedang opname di rumah sakit karena mendadak mengidap radang lambung akut.


"Tapi Kiano setuju? Biasanya Kiano menolak?" tanya mami Sasya ngga percaya. Selama ini setahunya Kiano selalu menolak pilihan kakeknya. Karena itu beliau membiarkan putrinya terus mendekati Kiano.


"Aku juga heran. Kiano menerima begitu saja," sahut mami Kiano dengan mengalihkan tatapannya ke arah lain. Perasaannya sangat ngga enak karena sudah mengecewakan sahabatnya.


Mami Sasya menghela.nafas berat..Beliau ngga menyalahkan sahabatnya. Hanya putrinya yang terlalu memaksakan kehendaknya. Mama Sasya tau, sahabatnya sudah berusaha memdekatkan anak anak mereka.Tapi Kiano hanya mengamggap Sasya sebagai adiknya seperti Nita.


"Gadis itu sangat beruntung," lirih mama Sasya masih dengan suaranya yang berat.


"Sasya gimana keadaannya?"


"Kami akan membawanya ke luar negeri," tukas mama Sasya getir. Sudah dua hari ini putrinua dikurung di rumah. Anak perempuannya terus saja ingin pergi menemui Kiano. Beliau dan suaminya khawatir kalo Sasya akan berbuat nekat.


Kakaknya selalu menemaninya di kamar. Selain untuk memghiburnya, kakaknya juga memastikan keselamatannya. Berita pernikahan Kiano begitu memukul perasaan Sasya


"Apa kamu mengenal keluarga calon istri Kiano?" mami Sasya tetap dengan rasa ingin taunya yang memenuhi dadanya.


"Papa gadis itu bekerja di perusahaan relasi papa Kiano," jelas mami Kiano terus terang.


"Papanya hanya pegawai biasa? Bukan pemgusaha seperti kita?" kaget mama Sasya lagi sambil menatap ngga percaya.


"Iya."


"Oooh," dengus mami Sasya sambil menggelengkan kepalanya. Dulu bahkan suaminya menjanjikan kerja sama yang sangat menguntungkan jika anak anak mereka menikah. Sekarang malahan calon pasangan Kiano hanya dari kalangan biasa.


"Mengapa Om Suryo bisa menyukai gadis itu," gumam mama Sasya masih dengan perasaan ngga terima.


"Aku juga ngga tau. Gadis itu bahkan awalnya menolak Kiano."


"Masa?" mama Sasya menjad kaget lagi mendengarmya


"Mereka dulunya teman SMA. Tapi sepertinya pernah salah paham," jelas mama Kiano.


Mama Sasya terdiam.


"Semoga mereka menjadi keluarga yang sakinah ya. Dan kamu cepat mendapat cucu," do'a mama Sasya tulus. Bagaimana pun dia menginginkan kebahagiaan untuk putra sahabatnya.

__ADS_1


"Terima kasih," balas mama Kiano dengan mata berkaca kaca.


"Semoga Sasya juga cepat mendapat jodoh ya. Aku sangat sayang dengan putrimu."


"Aku tau. Tenanglah. Sasya hanya butuh waktu," tanggap mama Sasya maklum.


*


*


*


"Ngga disangka, kamu dan Aruna akan menikah," tawa Alva yang diikuti Reno dan Glen menggelegar. Regan dan Arga hanya menyeringai, mengejek Kiano yang bersikap cuek.


"Monika bisa nangis setahun," tambah Reno tetap melanjutkan tawanya.


"Gila ya lo berdua. Ternyata lo cinta sama Aruna sejak SMP?" ejek Reno benar benar tergelak. Ngga di sangka Kiano sudah menyukai Aruna jaman jadul. Kalo sekarang Aruna memang sudah meningkat drastis. Cantik dan seksi, sesuai kriteria ideal mereka. Mereka semua juga naksir saat melihat Aruna. Tapi ngga enak ngasih tau ke Kiano. Bisa dihajar habis habisan.


"Bener juga. Kalo jaman dulu Aruna sih culun abis. Kirain lo suka setelah ketemu waktu reuni," Arga ikut menimpali.


"Waktu reuni Aruna cantik banger. Temannya yang atlet itu juga cantik," Regan ikut menyahuti.


"Lo suka sama si kekar itu?" hina Alva mengejek. Ngga bisa dia bayangin, tangan berotot itu membelai dirinya.


"Mana ada berotot. Tamara hanya tinggi dan sedikit berisi," tukas Regan sambil nyengir. Gadis itu terlihat semok dengan wajah galaknya.


"Apa lo ngga ngeri dengan cewe perkasa seperti itu?" Glen ikut menyuarakan pendapatnya.


"Malah bagus, kan? Gue tenang soalnya dia bisa jaga dirinya sendiri," kekeh Reno. membuat Arga menggelengkan kepalanya.


"Lo bener juga. Dia malah bisa bantu kita kalo brantem," kekeh Alva setuju.


"Ya, siap siap KO kalo kalian ketahuan selingkuh," tandas Glen malah membuat mereka semuanya tergelak. Termasuk Kiano. Dalam hati dia bersyukur Aruna ngga bisa bela diri.


"Gue malah belum mau nikah. Di rumah sudah ada ponakan yang bikin mami sama papi sibuk banget," ucap Glen setelah beberapa lamanya mereka tertawa.


"Katanya Lo udah dijodohkan, Ga?" tanya Reno membuat Arga mendengus kesal.


"Tau aja lo."

__ADS_1


"Ya tau lah. Papi gue dapat cerita dari papi lo," nyengir Reno. " Cantik ga?" tanya Reno lanjut. Penasaran.


"Cantik apa. Padahal gue udah dipaksa paksa buat datang pas diner, tapi cewenya ngga datang," omel Arga sebal. Tapi teman temannya malah senang mentertawakannya.


Situ oke? batinnya mendumel. Kesel banget. karena ancaman maminya, Arga terpaksa datang dan meninggalkan kliennya. Ternyata pilihan maminya ngga datang. Gimana.Arga ngga dongkol banget.


Setelah beberapa menit lamanya.


"Kiano, lo serius udah lama cinta sama Aruna. Padahal lo sama.dia kan, ngga pernah ketemu setelah lulus SMA," tanya Glen kembali ke topik awal.


Mereka pun kembali memfokuskan pandangan pada Kiano.


"Kalian pun diam diaman, kan, waktu SMA," sela Reno cepat.


"Aruna tau, kan, soal taruhan itu," tuding Alva yakin. Karena ada yang aneh setelah mereka menyerahkan uang taruhan yang ditolak Kiano. Aruna dan Kiano bersikap ngga saling kenal, sampai mereka lulus SMA.


"Mana mungkin dia tau," sergah Regan berbohong. Kiano hanya diam, membiarkan Regan menjadi jubirnya.


"Masa? katamu Aruna nerima Kiano," tukas Akva ngotot, dia yakin dengan feelingnya.


"Iya, setelah itu dia tolak dengan alasan Monika akan membullynya," tambah Regan meyakinkan.


"Nggak mungkinlah. Reno pun ngga percaya, matanya memicing menatap tajam Regan.


"Buktinya Aruna dan Kiano tambah aneh, kan? Seperti orang orang yang ngga saling kenal," sangkal Regan lagi.


Hening.


"Iya, sih. Mereka berdua aneh," ucap Reno setelah beberapa detik mareka terdiam.


"Tapi Aruna seperti membenci kita," sambung Alva masih tetap ngeyel ngga percaya.


"Karena kita dulu membulynya," kali ini Arga ikut membantu. Dari Regan, Arga tau kalo Aruna mengerti mereka menjadikan dirinya objek taruhan. Di hati Arga ada rasa penyesalan karena mengikuti keinginan teman temannya yang salah.


Alva terdiam. Mulai berpikir sampai akhirnya manggut manggut.


"Benar juga," gumamnya. Dulu dia bersama Glen dan Reno selalu mentertawakan Aruna jika gadis itu lewat di dekat mereka. Selaku melakukan body shamming.


"Sudahlah, lupakan saja," tukas Glen sambil membuang tatapannya ke arah lain. Walaupun ketus dan seperti ngga ikhlas, Aruna sudah mengobati penyakit kronisnya. Begitu juga Monika. Mungkin karena itu juga Monika lebih memilih meniti karir modelnya ke luar negeri setelah mendengar Kiano akan menikah dengan Aruna. Aruna sudah menyelamatkan nyawa mereka, padahal dulunya mereka sangat jahat dengannya.

__ADS_1


Kiano mengulaskan senyum tipisnya..Syukurlah Regan dan Arga berhasil meyakinkan teman teman mereka.yang lain. Kiano ingin tutup buku akan dosanya yang dulu. Dia ingin memulai hubungannya dengan Aruna dari awal lagi. Tanpa adanya taruhan yang menyebalkan itu.


__ADS_2