
Beberapa hari tinggal di rumah baru membuat Darsh sudah membaik. Dia sudah bisa beraktivitas, namun belum masuk ke kantor. Malam ini dia berniat untuk pergi ke Kafe milik Owen. Semenjak pembukaan Kafe, Darsh belum pernah mengunjunginya sama sekali. Ini saatnya untuk pergi ke sana karena titik jenuh yang lumayan meningkat.
"Glenda, aku mau pergi ke Kafe milik Owen. Kamu di rumah saja, ya?" pamitnya pada sang istri.
Tentu saja Glenda tidak bisa melarangnya. Apalagi hari ini suaminya sudah terlihat lebih segar dan ceria. Mungkin dia butuh bertemu dengan sahabatnya.
"Pergilah! Pulangnya jangan terlalu larut. Kamu belum terlalu sehat," ucap istrinya.
"Terima kasih." Hanya dengan mengecup puncak kepala istrinya membuatnya jauh lebih tenang. Rasa mual atau apalah hilang secara seketika. Sepertinya memang kehamilan istrinya ini harus membuat Darsh berubah bucin.
"Sama-sama."
...🍒🍒🍒...
Kafe Double O menjadi nama yang disematkan oleh Owen. Beberapa kali berkonsultasi dengan daddynya Glenda, akhirnya Owen memutuskan untuk mendirikan Kafe di tempat yang sudah di sewanya.
Malam ini, Darsh sudah sampai di Kafe. Dia tidak ada janji dengan siapa pun di sana. Dia hanya ingin jalan-jalan. Namun, ketika Darsh sudah mulai duduk di kursi Kafe, Owen menghampirinya.
"Hai, Darsh. Kamu sudah sehat? Oh ya, terima kasih atas semua saranmu. Kafeku berjalan lancar. Tempat yang strategis membuat cepat banyak dikenal orang. Apalagi Om Vigor memberikan beberapa orang hebat yang bisa menghandel beberapa pekerjaan penting. Semuanya berjalan sebagaimana mestinya."
"Seperti yang kamu lihat, Owen. Aku sudah mendingan. Makanya aku ingin jalan-jalan ke sini."
"Oh ya, Helga dan Aimee sering kemari. Mereka sering menanyakan tentangmu. Aku jawab saja kalau sedang sibuk dengan istrinya."
"Terima kasih, Owen."
"Oh ya, mau minum apa? Karena kamu adalah orang istimewa, aku kasih gratis untukmu," jelas Owen.
"Janganlah! Aku bayar saja. Kamu sedang berusaha. Mungkin lain kali aku terima gratisan," pungkasnya.
"Baiklah. Aku akan meminta mereka untuk menyiapkan minuman dan makanan istimewa untukmu."
Owen kembali ke tempatnya. Dia meminta salah satu karyawannya untuk menyiapkan makanan dan minuman. Saat Darsh sendirian, tiba-tiba dari belakang muncul seorang gadis yang langsung memeluk Darsh dengan sangat mesra. Gadis yang sudah lama tidak lagi ditemuinya. Dia memeluk erat Darsh dan tidak ingin melepaskannya.
__ADS_1
"Darsh, akhirnya aku bertemu lagi denganmu. Aku benar-benar merindukanmu. Aku sungguh ingin meminta maaf padamu," ucapnya.
"Lepaskan! Jangan bertingkah konyol!" bentak Darsh pada gadis itu. Tetap saja gadis itu bergelayut manja di leher Darsh. Banyak pasang mata yang memandang tingkah mereka. Hingga Owen datang dan meminta gadis itu untuk tidak membuat gaduh di Kafenya.
"Maaf, bisa tolong lepaskan sahabatku? Anda telah membuat gaduh di Kafeku," ucap Owen.
"Oh, maaf." Dia melepaskan pelukannya kemudian duduk di hadapan Darsh.
"Pergilah! Jangan ganggu aku!" usir Darsh pada gadis itu.
"Darsh, ayolah. Kita bisa bicara baik-baik, kan? Aku sangat merindukanmu," ucapnya.
Owen cukup tahu diri untuk tidak mencampuri urusan sahabatnya. Setelah menegur gadis itu, dia kembali lagi untuk meminta pelayan mengantarkan minuman dan makanan ke meja Darsh.
"Pergi dari hadapanku, Clianta! Kita tidak ada urusan lagi," ucap Darsh dengan nada sedikit meninggi. Dia tidak mau membuat kegaduhan di sini.
"Darsh, aku perlu berbicara denganmu. Aku dengar kamu sudah menikah. Mana istrimu?"
"Itu tak penting untukmu. Aku tidak suka kalau kamu mencampuri urusanku. Pergilah!"
"Clianta, kamu tidak sopan! Tolong panggilkan pemilik Kafenya. Suruh gadis ini pergi!"
Clianta sebenarnya tidak mau pergi. Penjaga Kafe mengusirnya dengan cepat atas perintah Bosnya. Gadis itu sepertinya puas sudah keluar dari sana walaupun diusir.
"Lihat saja, Darsh! Aku akan mendapatkanmu," ucap Clianta.
Darsh yang masih berada di dalam masih saja kesal pada gadis itu. Sampai Owen datang membawakan minuman lagi untuknya.
"Maafkan aku, Darsh. Gara-gara aku tinggal, gadis itu datang. Kamu tidak apa-apa, kan?"
"Aku baik, Owen." Darsh mengambil minuman yang baru saja Owen bawakan. Dia meneguknya sampai habis. "Sebenarnya aku masih ingin berbincang denganmu, Owen. Namun, aku harus pulang. Aku sangat lelah."
...🍃🍃🍃...
__ADS_1
Glenda mondar-mandir menunggu kedatangan suaminya. Dia memang di rumah ditemani beberapa pelayan, tetapi sekarang dia berada di kamar seorang diri.
"Kenapa belum pulang juga? Padahal baru saja pergi. Rasanya sudah merindukannya."
Tak lama, lelaki yang dinantikan pulang. Darsh langsung masuk ke kamar, tetapi istrinya merasakan ada aroma lain yang dibawa suaminya.
"Darsh, kamu darimana saja?"
"Aku dari Kafenya Owen. Memangnya kenapa?"
"Ada aroma parfum wanita lain, Darsh. Ini baunya sangat jelas sekali. Kamu tidak sedang menduakanku, kan?" selidik Glenda.
"Memangnya kamu pikir aku pria gampangan?"
"Tidak, bukan begitu maksudku. Ada aroma menyengat yang tertinggal di bajumu. Maaf, Darsh, semenjak hamil aku sangat sensitif. Ini mungkin sangat mengganggu."
Glenda mendekati suaminya. Dia hendak melepas kemeja yang dipakai suaminya. Ini bukan kali pertamanya untuk melepasnya. Semenjak hamil, Glenda suka sekali menghirup aroma keringat dari baju suaminya. Semenjak saat itu, Darsh semakin membaik. Rupanya mereka hanya perlu kekompakan untuk menetralkan rasa mual di perutnya.
Setelah membuka kemeja dan menampilkan dada bidang suaminya, Glenda terpaku pada sebuah noda yang tertinggal pada kemeja itu. Seperti noda lipstik wanita yang tertinggal. Cemburu? Tentu saja Glenda langsung cemburu. Jika beberapa kali rumah tangganya adem ayem, maka lain halnya kali ini. Glenda sepertinya sudah sangat kesal melihat noda bibir itu.
"Darsh, kamu tidak pergi ke Club malam, kan?"
Walaupun Glenda belum pernah masuk ke sana, Darsh menceritakan bagaimana kehidupan Club malam. Dia akan bertemu wanita-wanita yang memang beberapa sengaja menggoda pria-pria yang datang.
"Ngomong apa, kamu?"
"Jangan bohong! Pertama, aku menghirup adanya aroma parfum lain di tubuhmu. Kedua, ini noda bibir milik siapa?" Glenda mulai mode ngambek yang dimunculkan.
"Ini hanya sebuah ketidak sengajaan, Glenda. Tadi ada seorang gadis yang tidak sengaja menabrakku di Kafe. Jangan berpikir buruk tentangku. Aku tidak pernah melakukan apapun."
Glenda percaya? Tidak sama sekali. Dia masih belum percaya dengan bukti yang didapatkan.
"Mana mungkin. Kalau gadis itu menabrakmu, tentu tidak akan meninggalkan bekas bibir di lehermu, Darsh. Aku kesal padamu! Malam ini aku tidak mau tidur sekamar denganmu!"
__ADS_1
"Tunggu, Glenda! Ini salah paham. Jangan pergi!" teriak Darsh.
Darsh tidak akan bisa tidur semalaman ketika jauh dari istrinya. Itulah sebabnya, setelah Glenda hamil dan dirinya mengalami mual dan muntah berlebihan, Darsh meminta Glenda untuk tidur di ranjang yang sama. Ini memang berhasil, tetapi karena kesalahpahaman, Darsh bisa saja mengalami hal serupa.