Duplikat Daddy

Duplikat Daddy
Darsh VS Zack


__ADS_3

"Maksud Kak Aquarabella apa, ya?" tanya Glenda.


"Suamimu itu sama dinginnya dengan sikap suamiku. Jangan heran kalau keduanya akan sering bersitegang seperti tadi," jawab Aquarabella tanpa mempedulikan keberadaan Darsh di sana.


Darsh mengepal kuat tangannya selepas kepergian Aquarabella yang masuk ke kamarnya mengikuti sang suami.


"Darsh, cukup! Jangan kamu ambil hati sikap suami kakakku."


Owen tersenyum melihat tingkah Darsh. "Brother, masih mau bersikap dingin juga? Ada pesaingnya kan."


"Owen, sudah cukup! Jangan ganggu Darsh terus. Lebih baik kalian berkeliling rumah ini sebelum grandma Jelita datang. Kurasa ini wisata terbaik karena rumah ini cukup luas sekali," usul Glenda.


"Baiklah, Sayang. Kalau kita berkeliling, lalu kamu mau ke mana?" tanya Darsh.


"Aku dan Kak Willow akan ke dapur untuk menyiapkan makan malam. Ya, walaupun ada pelayan, apa salahnya kami menyiapkan makanan untuk suami," jawab Glenda.


Darsh tersenyum puas. Begitu juga dengan Owen. Lelaki itu sangat beruntung bisa beristrikan Willow.


Di sisi lain, di dalam sebuah kamar, sepasang suami istri sedang bercengkrama. Zack duduk di ranjang dan istrinya berada tepat di sampingnya.


"Kenapa bersikap seperti tadi?" protes Aquarabella.


"Puas saja bisa mengerjai lelaki muda seperti suami adik sepupumu itu. Rasanya lucu juga ya."


"Sayang, bagaimana pun juga, dia masih saudara denganku. Kamu harus menerimanya. Tidak baik bersikap seperti tadi. Ingat, kita bukan lagi sepasang remaja yang jatuh hati, tetapi kita sudah menjadi orang tua. Ingat putra kita yang sedang bersama mommy."


"Iya, aku tahu. Aku hanya merasa jenuh berada di sini. Kapan kita pulang?"


Ini pertama kalinya Zack berkunjung ke rumah grandma kembar. Masih banyak kisah keluarga istrinya yang belum diketahui. Namun, itu tak penting untuk Zack. Yang penting sekarang dia sudah bahagia bersama istrinya.


"Sebentar lagi, Sayang. Setelah grandma membaik. Kalau kamu bosan, kita bisa jalan-jalan setelah ke rumah sakit besok. Bagaimana?"


Tawaran menarik. Lagi pula ini pertama kalinya di negara T, jadi masih banyak tempat yang belum diketahui oleh Zack.


Aquarabella beranjak berdiri, tetapi tangannya ditarik mundur oleh suaminya. Sehingga jatuh tepat di dada bidangnya.


"Sayang, kamu mau apa?"


"Kamu yang mau ke mana?"

__ADS_1


"Aku mau ke dapur menyiapkan makan malam, Zack."


"Di sini saja. Bukankah ada pelayan?"


"Kamu mau makan makanan yang disiapkan oleh orang lain? Tidak, kan? Makanya aku mau ke dapur untuk menyiapkan makanan untukmu. Ya, lebih tepatnya untuk suamiku."


Zack setuju. Dia memang tidak bisa makan makanan orang lain selain buatan istrinya. Dia menyukai makanan yang dibuat dari tangannya.


"Pergilah! Namun, aku meminta syarat darimu."


"Syarat apalagi, Sayang?"


Zack menunjuk bibirnya. Aquarabella paham apa yang dimaksud suaminya. Tanpa berpikir panjang, Aquarabella langsung memberikan ciuman singkat pada suaminya.


"Cukup, ya. Aku ke dapur dulu." Aquarabella beranjak turun dari tubuh suaminya.


Sampai di dapur, Aquarabella melihat dua orang sudah berada di sana. Keduanya sedang berkutat dengan alat masaknya masing-masing.


"Wah, istri teladan semua, ya. Aku baru saja mau memasak untuk suamiku, tetapi kalian sudah lebih dulu." Aquarabella menuju lemari pendingin untuk mengambil beberapa bahan makanan di sana.


"Kami hanya ingin menyiapkan makan malam saja, Kak. Aku tahu walaupun banyak pelayan, terkadang suami kita merindukan makanan buatan kita juga kan," ucap Glenda.


Untung saja dapur di rumah ini cukup luas. Sehingga mereka bisa masak tanpa berebut tempat. Aquarabella membuat makanan sederhana khas negara tempat tinggalnya. Sementara Glenda membuat pasta dan Willow menyiapkan salad buah kesukaan suaminya.


"Malam-malam suami Kak Willow makan salad buah?" tanya Aquarabella.


"Iya, Ara. Sebelum tidur, dia terbiasa memakan makanan seperti ini," jawabnya.


Aquarabella terpaku menatap kedua wanita itu. Mereka bisa paham betul dengan makanan untuk suaminya masing-masing. Terkadang, Aquarabella perlu belajar banyak hal.


Meja makan yang tadinya kosong, sekarang sudah terhidang beberapa makanan dari ketiga wanita yang barusan selesai berkutat di dapur.


Kini, tugas mereka adalah memanggil pasangan masing-masing dan duduk di tempat yang sudah ditentukan. Tak lama, semua sudah berada di meja makan.


"Ara, grandma Jelita belum pulang?" tanya Willow. Kerinduan yang membuncah sudah tidak dapat ditahan.


"Belum, Kak. Mungkin saja sedang menginap di suatu tempat. Kebiasaan grandma Jelita memang sering sekali jalan-jalan," jawab Aquarabella.


Semuanya sedang menikmati makan malam bersama. Terlihat ketiga pasangan ini saling berinteraksi untuk menunjukkan siapa yang paling romantis di antara mereka. Seperti semacam perlombaan saja. Apalagi sejak kedatangan Zack yang membuat Darsh merasa kesal pada pria itu.

__ADS_1


"Sayang, bagaimana kalau besok pagi kita pergi ke rumah sakit kemudian lanjut berjalan-jalan? Mungkin saja setelah bertemu dengan grandma, kondisinya membaik," ucap Darsh disela makannya.


"Terserah kamu saja, Sayang," balas Glenda.


Zack tidak mau kalah dengan sikap suami sepupu istrinya itu. Rasanya lelaki itu sengaja memamerkan kemesraan di depannya.


"Sayang, bagaimana kalau besok kamu pergi berbelanja. Aku yang akan menemanimu ke mana pun kamu pergi," ucap Zack tak kalah hebohnya.


"Sayang, makan dulu. Besok baru kita bahas," jawab Aquarabella.


Owen dan Willow hanya bisa menjadi penonton dalam drama yang terjadi di meja makan. Tak ingin berkomentar, namun sekadar menikmatinya saja.


Selesai memakan saladnya, Owen lebih dulu meninggalkan meja makan. Dia membisikkan sesuatu pada istrinya dan Willow akhirnya ikut meninggalkan meja makan.


Tersisa dua pasangan yang masih menikmati makan malamnya. Darsh mengambil sendok makannya untuk menyuapi sang istri. Sepertinya dia sengaja memancing Zack agar pria seperti sugar daddy itu mau mengalah dengan dirinya. Rupanya itu mustahil karena Zack juga melakukan hal yang sama pada istrinya. Darsh tentu saja semakin kesal. Tidakkah Zack memiliki cara lain dan tidak meniru setiap aktivitas yang dilakukan Darsh?


"Kalau mau bersaing itu yang sehat! Kenapa kamu selalu mengikutiku?" Darsh kesal pada Zack.


"Aku tidak mengikutimu. Justru kamu lah yang mengikuti kami ke sini. Ingat, kamu hanya tamu!" balas Zack.


"Sayang, jangan bicara seperti itu! Dia juga suami sepupuku. Statusnya sama halnya denganmu."


Glenda malah tidak berkomentar apapun. Dia lantas merapikan meja makan bekas makan suaminya maupun dirinya. Dia enggan untuk membuat suaminya bertengkar dengan suami sepupunya.


"Glenda, aku minta maaf atas sikap suamiku," ucap Aquarabella.


"Tidak masalah, Kak. Kita memang sama-sama tamu di sini!" Glenda penuh penekanan dalam pengucapannya.


"Ayolah anak muda, jangan terlalu sensitif seperti itu!" ucap Zack masih terus saja membuat keributan.


"Sayang, hentikan!" bentak Aquarabella.


"Ck, dasar sugar Daddy!" balas Darsh masih tak mau kalah.


"Jaga ucapanmu!" bentak Zack.


"Cukup!" bentak Glenda. Kedua spesies pria itu masih saja bertengkar tanpa mau mengalah sama sekali. "Maaf, Kak Zack. Suasana sedang tidak baik. Kami semua sedang memikirkan grandma Jenica. Jadi, aku minta tolong pada kakak jangan memperkeruh suasana. Suamiku juga. Di sini kita juga sama-sama tamu dan tidak memiliki hak penuh atas rumah ini. Kita bisa sama-sama jaga sikap, kan?"


Skakmat!

__ADS_1


__ADS_2