Duplikat Daddy

Duplikat Daddy
Ungkapan Cinta


__ADS_3

Mendengar kabar kelahiran bayi kembar Darsh membuat Owen turut berbahagia. Sepagi ini dia sudah berada di Kafe menikmati pekerjaannya. Semakin hari, suasana Kafe semakin ramai. Sepertinya dia memang cocok dengan bisnis barunya itu daripada harus bekerja kantoran.


Kabar terakhirnya, hari ini bayi kembar akan dibawa ke rumah dan akan diadakan perayaan di restoran ZA. Owen pun mendapatkan undangan. Namun, dia bingung harus membawa apa ke sana. Apalagi dia belum pernah memiliki pengalaman untuk menghadiahi bayi kembar seperti itu.


"Apa sebaiknya aku mengajak Willow. Dia sudah bekerja dengan baik di apartemenku selama ini. Kurasa ini saatnya aku mengajaknya untuk keluar. Kasihan dia. Kehidupannya melulu soal apartemen dan beberes serta memasak untukku. Bahkan, dia tidak mau keluar ke mana pun. Dia takut bertemu dengan Max," ucapnya ketika berada di dalam ruangan untuk mengecek laporan kerja karyawannya. Beberapa laporan belanja dan pengeluaran Kafe selama ini.


"Sejauh ini Kafe berjalan lancar sebagaimana mestinya. Ada saatnya aku memikirkan masa depanku juga kan? Mengharapkan Helga sudah bukan lagi tujuanku sekarang. Ada yang jauh lebih baik darinya. Bukankah aku dan dia berhak bahagia juga?" ucapnya lagi.


Owen berdiri hendak kembali ke apartemennya. Dia berniat mampir dulu ke suatu tempat.


"Jika Max tidak bisa membuatnya bahagia, maka aku yang akan membahagiakannya," ucapnya ketika berada di dalam mobilnya. Sebelum itu, tak lupa dia berpamitan pada beberapa staf penting di Kafenya. Dia akan meninggalkan Kafe untuk beberapa lama demi masa depan dan kebahagiaannya.


...🍃🍃🍃...


Sampai di apartemen, Owen lekas turun dari mobilnya dan membawa beberapa barang yang sudah dibelinya. Entah apa yang dipikirkan saat ini. Yang pasti, dia berhak bahagia dan orang yang ada di apartemen juga.


Menggunakan akses yang dimilikinya, dia bisa masuk ke apartemen tanpa mengganggu penghuni di dalamnya. Sementara Willow yang baru saja membersihkan diri keluar dari kamar tamu yang selama ini ditempatinya.


"Owen? Kamu sudah pulang?" tanya Willow.


"Iya. Apakah kamu sibuk?"


"Tidak, Owen. Aku sudah menyelesaikan semuanya. Apakah kamu ingin makan siang sekarang? Aku baru saja memasaknya."


"Tidak. Aku ada hadiah untukmu," ucapnya.


Owen memberikan satu buket bunga dan paper bag. Willow terkejut. Ini pertama kalinya dia mendapatkan hadiah seperti perempuan pada umumnya.


"Owen, aku tidak sedang berulang tahun. Hadiah ini menurutku sangat berlebihan," tolaknya.

__ADS_1


"Tidak, Willow. Kamu berhak mendapatkannya. Bersiaplah! Kita akan pergi ke perayaan kelahiran bayi Darsh. Aku bingung akan memberikan apa pada bayi itu. Apakah kamu bisa membantuku?"


Deg!


Apakah ini pertama kalinya dia akan keluar dari apartemen? Bagaimana kalau dia bertemu Max lagi? Terlihat jelas kekhawatiran di wajahnya. Walaupun Owen sudah membayar ganti rugi untuk Max, tetapi gadis itu belum bisa tenang jika masih bertemu dengannya.


"Jangan khawatir! Kamu akan aman bersamaku. Max harus bisa memahami ini semua. Lekaslah bersiap! Aku menunggumu," ucapnya. Owen kemudian masuk ke kamarnya dan bersiap.


Di dalam kamar lain, Willow merasa tersanjung akan sikap Owen kali ini. Dia juga menerima paper bag dengan terkejut sekali. Gaun seindah ini dan sangat pas di pakainya.


"Aku tidak menyangka kalau dia bisa memilihkan gaun yang pas untuk kugunakan. Dia sangat baik selama ini."


Willow sedang merias dirinya di dalam kamar. Owen menepati janjinya. Setiap seminggu dua kali, Owen sengaja mendatangkan karyawan salon untuk memberikan perawatan home service. Willow sudah terlihat berbeda sekarang. Dia semakin cantik dan sudah memiliki bentuk tubuh yang berisi. Padahal sebelumnya dia sangat kurus kering dan tidak terawat.


Owen juga membelikan peralatan make up untuknya. Walaupun dia tidak tahu apapun, namun semenjak kehadiran Willow, Owen menjadi pribadi yang berbeda. Dia sangat perhatian sekali dengan Willow.


...🍃🍃🍃...


"Sayang, terima kasih sudah memberikan kebahagiaan yang luar biasa ini," ucap Darsh sembari membantu Glenda menutup resleting gaunnya.


"Terima kasih juga kamu sudah bisa memberikan kebahagiaan untukku. Tetaplah seperti ini dan jangan pernah berubah!" ucapnya.


Glenda mendapatkan kebahagiaannya. Setelah dirinya berada di ruang operasi, Darsh mulai memikirkan kekhawatiran tentang istrinya. Bagaimana kalau dia akan pergi seperti grandma? Semua bayangan itu jelas menari-nari di pikirannya. Setelah kejadian waktu itu, dia bisa bersikap manis. Bahkan, setiap pulang dari kantor, Darsh selalu membelikan hadiah untuk istrinya. Tak berhenti sampai di situ, jika awal pernikahannya Darsh jarang sekali menelepon istrinya, maka setelah kelahiran dua bayinya, Darsh lebih sering menelepon istrinya. Terkadang sekadar video call untuk melihat anak dan istrinya sedang apa.


"Kamu yang memberikan kebahagiaan berlebih untukku. Dua bayi kita sangat lucu. Apakah mereka sudah bersiap?"


"Jangan khawatir, Sayang. Baby sitter sedang mempersiapkannya. Oh ya, mama dan papa langsung ke restoran, kan?" tanya Glenda yang sedang memakaikan jas untuk suaminya.


"Iya, papa sudah meneleponku. Kita akan pergi ke sana tanpa sopir. Aku juga sudah mengundang beberapa sahabatku."

__ADS_1


"Hanya Owen dan Max yang datang. Justin tidak bisa datang, kan?" ucap Glenda.


"Aku tidak tahu, Sayang. Namun, aku sudah mengabari mereka termasuk Frey."


Glenda tidak yakin kalau semua sahabat suaminya bisa datang. Tempat mereka sudah sangat jauh, kecuali Owen dan Max yang masih ada di sini.


Darsh tidak kehilangan akal. Sebelum hari H acara, Darsh sudah mengabari semua sahabatnya. Ini saatnya Darsh meluruskan semua masalah persahabatannya selama ini agar semua sahabatnya bisa hidup bahagia tanpa harus bersinggungan antar sahabat.


"Baiklah. Semoga ini membawa kebahagiaan untuk kita semua," ucap Glenda akhirnya.


"Tentu, Sayang. Seperti kita berdua. Benar, kan?"


Glenda cukup mengangguk untuk menyetujuinya. Berangkat ke restoran masih beberapa menit lagi sambil menunggu dua bayinya siap. Ini saatnya Darsh memanjakan istrinya.


"Sayang, kemarilah!" Darsh meminta Glenda duduk di sofa.


"Ada apa, Sayang?"


"Mungkin ini sangat terlambat untuk kita, namun aku tetap akan mengatakannya padamu. Glenda, selama ini mungkin banyak sikapku yang telah menyakitimu, aku minta maaf. Ada satu hal yang tidak pernah berubah dariku. Aku sangat mencintaimu. Entah, rasa ini timbul semakin dalam ketika kita sudah bersama. Sekarang aku akan mengatakannya lagi padamu. Glenda, I love you," jelasnya.


Glenda bergetar. Perasaannya tidak tahu harus bersikap seperti apa. Berbulan-bulan menikah, baru kali ini Darsh mengatakan perasaannya. Walaupun dari sikapnya memang sudah terlihat bahwa Darsh sangat mencintainya.


"I love you too, Sayang. Aku juga mencintaimu," jawab Glenda.


Kebahagiaan semakin berlimpah pada pasangan suami istri ini. Mereka berharap kalau Justin dan Jillian juga mendapatkan kebahagiaan yang sama. Begitu juga dengan ketiga sahabatnya yang lain.


...🍃🍃🍃...


Sambil menunggu update, yuk mampir karya keren milik Author Chika Ssi. Jangan lupa tinggalkan jejaknya 💟 Terima kasih

__ADS_1



__ADS_2