
"Glenda, apa kabar?" tanya Aquarabella yang masih memeluknya dengan sangat erat.
Pantas saja kalau Glenda cantik, sepupunya saja cantiknya luar biasa. Setelah saling berpelukan, giliran ketiga orang yang saling berjabat tangan dengan wanita muda di hadapannya itu.
"Jadi, ini suamimu?" ucap Aquarabella sambil menunjuk ke arah Darsh.
"Iya, Kak. Suami kakak yang ada di rumah sakit, kan?" tanya Glenda lagi.
"Ayo masuk dulu. Kalian pasti capek, kan?" Aquarabella menunjukkan kamar kedua pasang suami istri itu kemudian barulah melanjutkan obrolan yang sempat tertunda.
"Kak, mana anakmu?" Tentu saja kelihatan kalau Aquarabella seperti habis melahirkan. Mungkin usia anaknya juga tak jauh dari anak Glenda.
"Di rumah bersama mommy. Sebenarnya Daddy ingin berangkat sendiri, namun kami melarangnya. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi bertiga saja. Oh ya, katanya kamu memiliki bayi kembar yang lucu. Pasti sangat seru, ya?"
Glenda tersenyum. "Iya, namanya baby Willy dan Welenora. Kalau bayinya kakak, siapa namanya?"
"Gavino Leoline Armstrong. Masih baru berusia beberapa bulan juga."
Rasanya kedua sepupu ini merasakan nikmatnya menjadi seorang mama. Lebih tepatnya hot mama. Walaupun sudah memiliki anak, penampilan keduanya bisa dibilang masih sangat cantik dan menarik. Memang sama-sama masih muda juga.
"Nama yang bagus."
"Iya, Glenda. Itu gabungan nama keluarga suamiku dan Daddy juga. Kalau bayi kembarmu, siapa nama lengkapnya?"
"Willy Damarion dan Welenora Abraham."
"Kenapa tidak memakai nama keluarga suamimu saja?" Aquarabella jelas tahu jika dia menggabungkan kedua nama keluarganya, maka lain halnya dengan Glenda.
"Tidak, Kak. Kami sudah membuat kesepakatan. Karena kedua bayi itu laki-laki dan perempuan. Seandainya kedua bayi itu laki-laki, mau tidak mau aku harus mengikuti nama keluarga suamiku."
Aquarabella bisa memaklumi keputusan Glenda. Dia pun mengalami hal yang sama sehingga menggabungkan kedua nama keluarga untuk anaknya.
"Wah, ceritakan bagaimana kamu bertemu dengan suamimu?" selidik Aquarabella. Dia melihat dengan jelas bahwa suami adik sepupunya itu masih sangat muda.
"Kami bertemu di restoran milik keluarga istriku, Kak," sahut Darsh yang baru saja keluar dari kamarnya.
__ADS_1
"Sayang, kamu tidak beristirahat?" tanya Glenda. Padahal dia tahu semenjak kehadiran Om-nya ke hotel membuat Darsh sedikit kesal karena penundaan acara berkudanya.
"Nanti saja, Sayang. Aku masih merindukanmu," ucapnya. Darsh tidak peduli lagi dengan adanya kakak sepupunya itu.
"Jangan pamer kemesraan di hadapan orang lain, Darsh!" ucap Owen yang baru saja keluar bersama Willow. Owen menggandeng mesra tangan istrinya itu.
"Wah, kalian sangat romantis sekali. Rasanya aku perlu belajar dari kalian." Bukan tanpa sebab. Suami Aquarabella dulunya selalu bersikap dingin dan kaku.
"Kakak, bukankah suamimu juga romantis? Tapi, sepertinya dia terlihat sangat galak," balas Glenda.
Aquarabella cukup tersenyum mendapati adik sepupunya mengatakan seperti itu. Tidak salah lagi, Zack Leoline memang sangat galak bahkan menyebalkan.
"Suamiku itu dingin, Glenda. Biasa, pria berumur kan suka begitu."
Pria berumur? Glenda sedikit mendongakkan wajahnya pada kakak sepupunya itu. Begitu juga dengan beberapa orang yang ada di sana. Pantas saja ketika bertemu di rumah sakit, pria itu terlihat sangat aneh.
"Kak, suamimu itu baru menikah denganmu ketika sudah berumur begitu?" tanya Glenda dengan gaya polosnya.
Aquarabella tersenyum. Bahkan beberapa orang yang ada di sana cuma berusaha menjadi pendengar setia karena tidak tahu masalah sebenarnya.
Semua yang mendengarnya ber 'oh' ria karena terkejut mendapati kabar seperti itu. Namun, bagaimana pun kisah hidup mereka asalkan keduanya bisa saling menerima, tak akan menjadi masalah yang serius. Cukup saling pengertian di antara keduanya.
"Kak, apakah rumit menjalin hubungan dengan pria berumur?" tanya Willow.
Sebenarnya Aquarabella belum terlalu mengenal Willow, tetapi mommynya pernah menceritakan tentang seorang gadis kecil yang pernah dianggap sebagai putri oleh daddynya.
"Kamu gadis kecil itu?" tanya Aquarabella.
"Kakak mengenalku?"
"Jangan panggil aku kakak. Usiaku jauh dibawahmu. Mommy yang menceritakannya tentangmu. Kamu memang cantik, Willow. Bahkan, daddyku sangat menyayangimu."
Andaikan saja Willow ternyata anak daddynya, jelas saja Aquarabella pasti cemburu padanya. Daddynya sangat memanjakan Willow di masa kecilnya. Willow bersyukur ditemani orang-orang baik seperti Darsh, Glenda, Aquarabella, dan suaminya.
"Maksudku, seharusnya aku yang memanggilmu kakak. Ya, Kakak Willow. Rasanya aku senang bisa berjumpa denganmu dalam kondisi seperti ini," ucap Aquarabella lagi.
__ADS_1
"Apakah aku juga harus memanggilnya kakak?" tanya Glenda.
Semuanya tersenyum mendengar penuturan kedua wanita itu. Willow rupanya nyata dan sekarang sudah berada di kehidupan mereka. Aquarabella dan Glenda mendekat kemudian memeluk Willow. Semua yang ada di sana sangat terharu melihat keakraban ketiga wanita itu. Walaupun Willow hanya orang lain, namun kedua wanita itu menganggapnya sebagai kakak.
"Terima kasih, Ara dan Glenda. Aku sangat terharu mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa ini."
Mereka melepaskan pelukannya. Kemudian Willow beralih ke suaminya. Dia sangat bersyukur. Begitu juga dengan Owen yang melihat interaksi luar biasa di hadapannya barusan. Willow dikelilingi orang baik.
"Aku tidak menyangka kalau kalian sangat menyayangi istriku seperti itu. Rasanya keluarga kita sangat lengkap sekali. Kalau seperti ini, aku merasa menjadi pihak yang paling tua," sahut Owen.
Mereka semua tertawa.
"Itu artinya aku harus memanggilmu kakak ipar, Owen," ucap Darsh.
Candaan terhenti ketika Zack pulang seorang diri.
"Sayang, Daddy mana?" Aquarabella berdiri menyambut kedatangan suaminya.
"Daddy tidak pulang. Masih mau menunggui grandma," jawab Zack.
"Oh ya, Ara. Kalau grandma Jenica di rumah sakit, lalu di mana grandma Jelita?" Willow menyela ucapan suami istri itu karena merasa rindu sekali dengan wanita yang pernah menyayanginya di masa lalu.
Aquarabella menoleh ke arah Willow. "Aku minta maaf, aku lupa mengatakan kalau grandma Jelita sedang keluar bersama pelayan. Dia ingin berjalan-jalan. Sebentar lagi pasti pulang."
"Baiklah. Aku akan menunggunya."
Kedua lelaki yang berada di ruangan itu cukup diam dan melihat bagaimana tingkah pria dewasa itu menghadapi istrinya. Di luar ekspektasi, rupanya Zack mengecup kening istrinya di hadapan semua orang sehingga membuat Darsh yang biasanya bersikap kaku langsung menyindir pria itu.
"Kalau cuma sekadar mengecup seperti itu, aku juga bisa," sindir Darsh. Dia langsung mendekati istrinya dan melakukan hal yang sama.
"Kalau mau menyenangkan hati istri itu tak perlu meniru cara orang lain. Lebih baik pakai cara sendiri yang lebih elegan tanpa harus menduplikat. Ingat itu!" Suara bariton Zack membuat Darsh meradang.
Glenda berusaha menahan suaminya untuk tidak ribut dengan suami kakak sepupunya. Sementara Zack langsung masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri. Aquarabella masih berada di sana termangu atas sikap suaminya maupun suami adik sepupunya.
"Aku heran, suami-suami sedingin kulkas tingkahnya seperti itu," ucap Aquarabella membuat semua yang berada di sana ikut membelalakkan mata menatap tidak percaya pada ucapannya.
__ADS_1