Duplikat Daddy

Duplikat Daddy
Max Vs Aimee


__ADS_3

Darsh memandangi mereka satu per satu. Seolah dirinya sebentar lagi akan mendapatkan hukuman. Sepertinya pengadilan untuk menuntut pengakuannya tidaklah mudah.


"Apa kamu serius?" tanya Max.


"Iya benar. Apa kamu tidak sedang bercanda?" timpal Owen.


"Ini prank atau apa, sih?" sahut Justin.


Hanya Frey yang terdiam. Dia tidak perlu menanyakan apapun karena lima puluh persen, dia tahu arah pembicaraan atasannya itu.


"Ini serius. Apa wajahku terlihat bercanda?" jawab Darsh.


"Aku masih tidak percaya," seloroh Max.


Beberapa dari mereka terdiam. Bersamaan dengan datangnya minuman dan beberapa camilan yang mereka pesan.


"Minum dulu. Percuma aku jelaskan. Anggap saja itu hanya lelucon," ucap Darsh.


Ya, benar. Rupanya ucapan Darsh mengenai pernikahan tetap dianggap lelucon oleh mereka kecuali Frey. Lelaki itu cukup diam dan menikmati apa yang ada di hadapannya.


Belum selesai menikmati minumannya, kedua tangan melingkar di leher jenjang Darsh. Rupanya ada seseorang yang menyadari keberadaannya.


"Darsh, lama kita tidak bertemu," ucap Aimee. Sekarang dia jauh lebih berani daripada Helga.


"Lepaskan tanganmu!" bentak Darsh.


Aimee tidak peduli. Salah siapa tidak pernah muncul di hadapannya. Walaupun Darsh idola, tetapi semua rahasia tentangnya tertutup rapat. Siapapun jarang mengenal dia secara langsung. Kalau sampai seorang Darsh Damarion identitasnya bocor, sebentar lagi DD Corporation akan kebanjiran hilir mudik gadis-gadis yang mengejar CEO barunya.


"Tidak mau, Darsh. Aku maunya terus begini. Kamu tahu tidak bedanya ingus dengan kamu?" ucap Aimee berusaha merayunya.


"Iuh, itu menjijikkan, Aimee," sahut semua sahabat Darsh.


"Jangan teruskan lagi ucapanmu yang tidak bermutu itu. Ini Cafe, kalau sampai mereka mendengarnya, pihak Cafe akan marah karena ulahmu itu," tuding Darsh. Lelaki itu bisa terlepas dengan mudah. Walaupun Aimee gadis agresif, tetapi Darsh adalah lelaki yang sangat kuat. Tak perlu berlama-lama menjadi batang pohon yang selalu digunakan untuk orang lain bergelayut manja padanya.


Beberapa sahabat Darsh menertawakan tingkah konyol Aimee. Bisa-bisanya gadis itu merayu dengan perkataan unik seperti itu.


Aimee berpindah duduk di samping Darsh. Dia sengaja menggeser Frey dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Aimee, kamu tidak sopan sekali!" protes Frey.


"Sshhtt! Jangan berisik!" protes Owen. Sejak tadi tingkah mereka diamati oleh beberapa orang yang kebetulan sedang berada di dekat mereka.


"Owen, aku tidak berisik. Aku sedang memperjuangkan cintaku," ucap Aimee dengan rasa tidak tahu malunya.


Rupanya keputusanku untuk menikah sudah tepat. Aku bisa saja gila menghadapi sikap mereka yang sangat agresif.


"Aimee, pergilah! Aku ada urusan penting dengan teman-temanku," usir Darsh.


"Tidak. Aku akan tetap berada di sini. Aku akan mendengarkan pembicaraan kalian. Jadi, stop untuk mengusirku!" Aimee rasanya sudah gila harus mengejar Darsh seperti ini. Untung saja Helga tidak menyadari keberadaannya.


"Kamu akan lebih sakit hati kalau berada di sini," usir Frey.


"Apa maksudmu, Frey? Aku senang bisa bertemu dengan Darsh. Sudah lama setelah kejadian malam itu, kita baru bertemu lagi," jelasnya.


"Darsh akan menikah. Apa kamu percaya itu, Aimee?" tanya Max.


Aimee menggeleng. "Tidak mungkin. Darsh pasti berbohong. Kamu hanya boleh menikahiku, Darsh. Jangan gadis lainnya. Atau, diam-diam kamu sudah mengencani Helga?" tuduh Aimee.


Darsh tidak peduli dengan ucapan gadis itu. Dia juga tidak lagi membicarakan mengenai pernikahannya. Pertunangannya juga belum direncanakan. Jangan sampai Aimee, Helga, atau yang lainnya akan menimbulkan masalah untuknya.


Aimee tetap bertahan. Dia sangat mengabaikan ucapan Darsh maupun Frey.


"Secepatnya aku akan menikah. Aku meminta kalian untuk mendukung semua keputusanku," jelas Darsh.


Semua sahabatnya melongo tidak percaya. Termasuk Aimee yang hatinya langsung remuk mendengarkan kejujuran Darsh barusan.


"Wah, aku bingung, Darsh. Mau mengucapkan selamat atau apa? Oh, tunggu! Aku penasaran, siapa gadis beruntung itu?" tanya Max.


Pertanyaan Max sudah mewakili semua sahabatnya. Namun, berbeda dengan Aimee. Gadis itu terus saja memukuli lengan Darsh yang kebetulan tepat berada di sampingnya. Darsh sangat tidak nyaman sekali.


"Jangan diteruskan, Aimee!" ucap Darsh mengingatkan.


Aimee menghentikan tangannya. Dia menatap lekat wajah Darsh. Tidak terlihat kebohongan di sana.


"Ck, aku tidak terima, Darsh. Siapa gadis beruntung yang akan memiliki hati dan ragamu seutuhnya? Aku sudah sejak lama mengejarmu, tetapi kamu terus saja abai. Jangan salahkan kalau aku akan masuk dalam kehidupan rumah tanggamu," ancam Aimee.

__ADS_1


"Aimee ... jaga nada bicaramu! Kamu tidak pantas mengatakan apapun padanya. Itu pilihannya dan kamu tidak berhak untuk ikut campur lagi. Awas saja kalau kamu sampai nekat," ancam Max. Walaupun dia playboy, tetapi Max anti untuk merebut apa yang sudah menjadi milik orang lain. Itulah sebabnya, dia lebih senang bergaul dengan gadis malam yang belum terikat oleh siapapun.


"Max, kamu jangan ikut campur urusanku. Urus saja Helga. Dia yang pantas kamu urus. Bukankah dia sering bersamamu?" balas Aimee.


Max memang lebih sering berkencan dengan Helga. Walaupun gadis itu agresif, dia jarang membawa hati untuk bermain-main dengannya. Kalau masalah Helga suka dengan Darsh itu memang benar, tetapi Helga bukan tipe pemaksa yang harus menuruti semua permintaannya. Sekali waktu gadis itu akan bertindak nekat.


"Sudahlah, jangan bertengkar. Sesekali kamu ajak Aimee, Bos Max. Dia juga ingin merasakan kebahagiaan yang pernah kamu berikan pada Helga. Ayolah, Bos. Buktikan padanya kalau kamu lebih layak dari pada Darsh. Maaf Darsh, aku tidak bermaksud memojokkanmu dalam hal ini karena kamu akan menikah. Bukan begitu?" sahut Justin.


Max mengangguk setuju. Dia mau mengajak Aimee untuk berkencan malam ini, tetapi gadis itu menolaknya.


"Aku tidak mau, Max. Sampai kapanpun aku tidak akan sudi bersamamu, ataupun tidur denganmu," tolak Aimee.


Max tidak marah. Dia malah tersenyum mengejek pada gadis penggoda itu.


"Nah, itu jawaban Darsh untuk dirimu. Darsh menolakmu, tetapi kamu masih saja mengejarnya. Bedanya denganku, setelah kamu menolakku, aku juga tidak akan rugi. Karena kamu tahu, untuk mengajakmu berkencan tentu saja akan menguras seluruh tabunganku," balas Max.


Aimee rasanya kesal pada Max. Walaupun Darsh tidak mengatakan apapun, dia juga kesal kepada lelaki itu. Dia langsung meninggalkan mereka begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"Keren, Max! Rupanya selain jadi pawang, kamu juga pengusir yang sakti. Lihat, dia langsung pergi begitu saja." Owen mengapresiasi sahabatnya.


"Terima kasih, Max. Kamu berhasil membuatnya pergi. Oh ya, mengenai pernikahanku itu benar adanya, tetapi tunggu keputusan kapan pertunangan akan dilangsungkan," jelas Darsh.


"Ngomong-ngomong, kamu bertemu dengannya di mana? Bukankah selama ini kamu yang paling sulit mengenal perempuan?" selidik Justin.


"Perjodohan keluarga. Aku tidak bisa menolaknya," terang Darsh. Walaupun ada kebohongan di dalamnya, setidaknya Darsh tak perlu merasa bersalah karena menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya.


...🌸🌸🌸...


Halo, di mana pun kalian berada. Semoga selalu diberikan kesehatan, keberkahan, dan rezeki berlimpah. Aamiin.


Emak hadir lagi untuk merekomendasikan karya keren bestie Emak. Yuk kepoin ... jangan lupa masukkan favorit, kasih bintang, terus dibaca, tinggalkan jejak like dan komentarnya agar Author lebih bersemangat lagi.


Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahanku by Author SyaSyi


Cus kepoin. Bisa marathon tuh karena sudah Tamat.


Terima kasih. Miss you All πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

__ADS_1



__ADS_2