Duplikat Daddy

Duplikat Daddy
Kejutan


__ADS_3

Glenda berusaha mencerna ucapan Darsh barusan. Apakah ini terlalu terburu-buru atau memang Darsh tidak yakin dengan perasaannya? Terlalu dini untuk mengatakan kata cinta di antara mereka berdua.


"Intinya seperti apa, Darsh?" tanya Glenda. Dia kembali mengambil gelas kemudian meminumnya lagi. Dia masih memegang erat gelas itu untuk mengurangi rasa gugupnya pada Darsh.


"Aku belum bisa mencintaimu, Glenda. Mungkin hubungan kita ini bisa dimulai dengan persahabatan. Bagaimana menurutmu?" ucap Darsh.


Darsh secara gamblang menjelaskan seperti itu agar Glenda tidak terlalu berharap lebih. Darsh malas jika harus berhubungan dengan kerumitan sebagai seorang kekasih. Bisa saja sewaktu-waktu Glenda cemburu atau dirinya yang cemburu. Itu akan merusak kinerjanya sebagai seorang CEO muda DD Corporation.


Darsh benar. Mungkin aku yang terlalu cepat meminta kejelasan hubungan ini. Usul Darsh bagus juga. Setidaknya selama hubungan ini berlangsung, aku juga berusaha meyakinkan hatiku.


"Tidak apa-apa, Darsh. Mulai sekarang kita bersahabat, yah? Kalau kamu memerlukan bantuan atau ada masalah, kamu bisa cerita kepadaku," ucap Glenda. Dia tak lagi menuntut hubungan yang terlalu jauh.


"Ya. Aku langsung pamit, ya," pamitnya. Darsh hanya bilang pergi sebentar pada mamanya. Di restoran ini ternyata hampir setengah jam lebih mengobrol bersama Glenda.


"Ya, Darsh. Hati-hati," ucapnya.


Tinggalah Glenda seorang diri. Bayangan untuk mendapatkan kekasih dengan mudah seperti teman-temannya agaknya tidak untuk Glenda. Dia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memancing perasaan Darsh padanya. Nyatanya hubungan persahabatan yang didapatkan.


Baiklah, Darsh. Tak masalah untukku. Setidaknya aku sudah mendapatkan jawaban yang kubutuhkan selama ini.


...***...


Darsh mulai mengemudikan mobilnya kembali ke rumah. Sepanjang jalan dia tak lagi memikirkan Glenda. Toh gadis itu sudah menjadi sahabatnya sekarang. Darsh mulai memikirkan bagaimana dia harus bekerja keras untuk membuat DD Corporation semakin berkembang. Kepercayaan papanya tidak boleh disia-siakan begitu saja. Urusan jodoh, biar berjalan seperti air mengalir. Dia tidak mau mengekang Glenda dalam hubungan yang terlalu mengikat itu.


"Biarlah seperti ini dulu, Glenda. Kita tidak bisa terikat terlalu erat," ucapnya.


Darsh tidak menyesal telah mengatakannya pada gadis itu. Dia ingin tahu lebih jauh mengenai dirinya. Sepertinya Glenda menyimpan banyak misteri untuk diungkap. Terkadang, melihat gadis itu seperti melihat sesuatu yang sangat istimewa. Wajah pelayan sepertinya hanya sebagai kedok untuk menutupi kenyataan yang sebenarnya. Dia juga tidak terlihat seperti gadis pada umumnya. Sangat berbeda menurut Darsh. Ada ketertarikan tersendiri untuk mengenal gadis itu lebih dalam.


Sepanjang jalan, Darsh memikirkan acara untuk nanti malam. Lelaki itu akan menerima tanggung jawab besar di pundaknya. Dia harus dipaksa menjadi lelaki yang lebih dewasa. Dia harus lebih hati-hati untuk mengambil keputusan. Jangan sampai keputusan yang dibuatnya bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain.


Perlahan, mobil Darsh mulai memasuki halaman rumahnya. Tampaknya papanya pulang lebih cepat dari biasanya. Dia juga melihat mobil lain yang sudah berjajar rapi di sana.

__ADS_1


"Siapa lagi yang datang?" ucap Darsh yang masih berada di dalam mobil. Bergegas lelaki itu turun dan masuk ke rumah.


Deg!


Rumah terlihat sangat sepi, tetapi banyak mobil yang berada di depan. Terlihat sangat aneh sekali.


Darsh masuk ke ruang tengah. Di sana juga sepi. Tidak ada lalu lalang orang atau pelayan yang kebetulan lewat. Darsh hendak memutar langkahnya untuk masuk ke kamar.


"Surprise!" teriak semua orang yang tiba-tiba muncul dengan atribut kejutan masing-masing.


Seperti kejutan ulang tahun untuknya. Semua sahabatnya juga sudah berkumpul di sana. Mama dan Papanya ikut andil dalam pesta kejutan itu. Jillian juga ada bersama dengan semua sahabatnya.


"Ma, ada apa ini? Kenapa Darsh tidak tahu akan menjadi seperti ini acaranya?" protes Darsh.


"Maafkan kami, Darsh. Sebenarnya acaranya akan berlangsung nanti malam, tetapi barusan Om mendapat kabar harus kembali malam ini. Jadi, tante Kayana meminta acaranya dimajukan," ucap Felix.


"Iya, Darsh. Maafkan kami. Grandma dan Grandpa juga akan ikut penerbangan nanti malam, kecuali --" Kayana melirik putrinya.


"Jillian akan berada di sini sampai beberapa hari ke depan, sayang," jawab Olivia.


"Mama yang menelepon Frey dan meminta mereka semua datang. Maafkan Mama, nak," ucap Olivia.


"Darsh, kami selalu on time kalau urusan mendadak seperti ini," jawab Max.


"Darsh, Grandma mengucapkan selamat atas jabatan barumu menggantikan Papamu. Jadilah lelaki hebat yang bisa mengurangi semua beban karyawanmu. Jangan putus asa dan selalu libatkan Papamu jika kamu sulit untuk mengambil keputusan. Ingat, jangan sampai salah sehingga berakibat fatal." Grandma memberikan masukan untuk cucunya.


"Iya, Darsh. Papa siap menjadi penasehat semua masalahmu di kantor. Jangan lelah untuk selalu bertanya," ucap Dizon.


Sementara Justin, Owen, dan Frey bukannya memberikan selamat. Mereka malah sibuk mencari perhatian Jillian.


Sementara Grandpa, pria tua itu tidak berkomentar apapun. Dia hanya diam dan menyaksikan kejutan untuk cucunya itu.

__ADS_1


"Grandpa tidak mengucapkan selamat untukku?" tanya Darsh.


"Ah, iya. Selamat Darsh. Semoga kamu bisa memegang jabatan itu dengan baik," jawab Grandpa.


Pria tua itu sepertinya sedang mengamati keempat sahabat Darsh. Entah apa yang akan dilakukan pria tua itu ketika melihat Jillian sedang bersenda gurau dengan semua sahabat Darsh.


"Ehem." Grandpa berdehem. "Jangan jadi gadis murahan, Jill. Pilih salah satu," sindir Grandpa.


Semua yang sedang fokus dengan obrolannya masing-masing merasa terkejut dengan ucapan Grandpa. Bahkan sahabat Darsh langsung terdiam begitu saja.


"Grandpa, jaga ucapanmu! Biarkan mereka saling mengenal. Jillian ingin berteman dengan mereka pun, Grandma persilakan. Ingat untuk tidak mengurusi anak muda lagi. Sebaiknya kamu diam," tegur Grandma. Wanita tua itu memaklumkan sikap Jillian karena selama ini dia tidak pernah mengenal satupun lelaki kecuali kakak sepupunya.


Grandpa terdiam. Dia kalah dengan Grandma yang memiliki banyak pendukung. Sementara Kayana dan Felix bersikap biasa saja pada putrinya. Tidak masalah menjalin hubungan pertemanan. Toh setelah ini, Jillian akan kembali ke rumahnya lagi. Intensitas untuk bertemu mereka akan berkurang. Mereka bisa saling bertukar kabar melalui ponsel dan itu tidak masalah.


Jillian tidak peduli dengan ucapan Grandpanya. Dia gadis bebas dan bisa berteman dengan siapapun.


"Terima kasih, Grandma," ucap Jillian.


"Sama-sama, sayang. Lanjutkan obrolan kalian," ucap Grandma.


Suasana kembali kondusif. Darsh maju dan memperkenalkan diri sebagai CEO DD Corporation.


"Selamat siang. Perkenalkan Darsh sebagai CEO baru DD Corporation yang akan didampingi asisten hebat, Frey Matteo. Semoga kami berdua bisa mengemban tugas ini dengan baik. Terima kasih," ucap Darsh.


Semua memberikan tepuk tangan pada lelaki muda itu. Mereka juga mengucapkan selamat kepada Frey yang ternyata menjadi asisten Darsh untuk beberapa tahun ke depan. Darsh tidak mengikat Frey terlalu erat, jika lelaki itu punya pekerjaan lain maka Darsh siap melepasnya.


...🌹🌹🌹...


Hai Kakak readers di manapun berada. Emak mau merekomendasikan karya teman Emak yang tak kalah kerennya. Yang suka dunia Mafia, cus kepoin...


Mafia Kembar by Author ria aisyah

__ADS_1


Terima kasih 🙏🏻😍



__ADS_2