Duplikat Daddy

Duplikat Daddy
Baby Shop


__ADS_3

Sesuai kesepakatan, Jillian dan Justin akan berbulan madu ke Negara T. Terlepas dari itu semua, keluarga Darsh fokus pada kelahiran cucu pertama mereka. Papa dan Mama Darsh bahkan tidak tahu kesepakatan yang telah dibuat oleh sepasang suami istri untuk membawa anaknya hidup jauh dari keramaian.


Pagi ini di meja makan, Kayana dan Felix akan kembali pulang untuk mengurus Denzel Damarion yang sedang terbaring sakit di rumah sakit. Bukan tanpa alasan mereka meninggalkan pria tua itu sejenak untuk menghadiri pernikahan putrinya. Denzel pun sudah menyetujuinya.


"Kak, kami pulang dulu. Biarkan Justin dan Jillian pergi ke negara T. Toh mereka berdua sudah resmi. Justin, jaga diri baik-baik. Mommy titip Jillian," ucap Kayana.


"Iya, Mom. Terima kasih sudah percaya padaku."


"Justin, setelah dari negara T, lekaslah pulang! Daddy akan mempercayakan perusahaan kepadamu. Karena Jillian sudah memilihmu menjadi suaminya, tanggung jawabmu jadi semakin besar," ucap Felix sebelum meninggalkan kediaman kakaknya, Dizon.


"Baik, Dad. Jangan khawatir, kami akan secepatnya kembali!" sahut Jillian.


"Glenda, kalau sudah lahiran, kabari Aunty, ya?" Kayana mendekati wanita hamil itu kemudian mengelus perutnya. "Jill, lekaslah berikan Mommy cucu. Biar Mommy dan Daddy tidak kesepian."


Jillian dan Justin bersemu merah. Pasalnya sejak berada di dalam kamar yang sama, keduanya sangat canggung. Apalagi harus mendengar mommynya meminta cucu. Itu artinya mereka berdua harus lebih agresif untuk segera menghasilkan.


Tahu kalau keponakannya itu malu, Olivia memanfaatkan situasi untuk membuat keduanya semakin memerah wajahnya.


"Jangan khawatir, Kay. Justin dan Jillian pasti semangat untuk memberikanmu cucu," ucapnya.


Tentu saja hal itu mengandung gelak tawa yang mendengarnya. Lain halnya dengan Darsh, lelaki itu sudah siap untuk berangkat ke kantor. Sementara om dan tantenya akan diantarkan oleh kedua orang tuanya. Dia langsung saja berangkat tanpa berpamitan. Lagi pula, tak ada gunanya juga menganggu pembicaraan mereka yang sedang serius itu.


"Glenda, mana suamimu?" tanya Olivia yang menyadari kalau Darsh tidak ada.


"Sudah pergi ke kantor, Ma. Sebenarnya mau pamit, mungkin tidak enak hati untuk merusak obrolan pagi kalian."


Lagi pula Darsh tidak nyaman sekali mengenai pembahasan pengantin baru itu. Pernikahannya karena kehilangan orang yang sangat disayangi. Itulah kenapa Darsh sengaja menghindari obrolan itu. Selain malas menanggapi, itu tak penting untuknya.

__ADS_1


"Anak itu selalu saja begitu!" Olivia mengeluhkan sikap putranya. Padahal masih banyak orang, setidaknya dia mengucapkan sampai jumpa lagi atau apalah asal tidak seperti itu.


"Kakak tidak usah heran, dia memang foto copy-nya Kak Dizon," sahut Felix.


Beberapa orang yang kebetulan berada di ruangan itu lantas tersenyum. Tidak akan mungkin mereka berani menertawakan Dizon, apalagi orangnya saat ini berada di sana.


"Sudahlah, Dad. Kita bisa terlambat ke Bandara. Lekaslah!" ucap Kayana mengingatkan.


...🍃🍃🍃...


Setelah kepulangan orang tua Jillian, kini giliran Jillian yang akan pergi berbulan madu. Sementara Darsh dan Glenda memilih untuk pulang ke rumahnya. Rasanya tidak nyaman berada di rumah orang tuanya.


"Sayang, bagaimana perutmu? Apakah bayi kita akan lahir?" tanya Darsh yang semakin hari dibuat penasaran pada anaknya.


"Baik, Darsh. Beberapa hari lagi aku dan mama akan pergi ke rumah sakit untuk membuat janji temu."


"Darsh, sepertinya kalau kembar emas, aku mempunyai usulan nama baru. Selain baby W, aku juga punya baby Z."


"Terserah padamu, Sayang. Asalkan semuanya sehat dan tumbuh sempurna."


...🍃🍃🍃...


Hari-hari berjalan begitu sempurna. Kini giliran mama Darsh dan Glenda yang pergi ke rumah sakit. Mereka akan membuat janji temu dengan dokter untuk menjadwalkan kapan bayi ini siap dilahirkan?


Setelah melewati beberapa pemeriksaan, dokter memutuskan akan melahirkan bayi itu sekitar tiga minggu lagi dan Olivia beserta menantunya sudah setuju. Saat melihat pemeriksaan USG, dokter lantas memberitahukan bahwa salah satu bayinya berjenis kelamin perempuan.


"Sayang, itu artinya bayi kalian kembar emas. Mama tidak percaya akan memiliki dua cucu sekaligus," ucap Olivia yang sangat bahagia. Padahal masih berada di dalam ruangan dokter.

__ADS_1


"Iya, Ma. Mungkin ini keturunan dari grandma kembar. Rasanya aku tidak percaya juga, tetapi masih ada masalah baru lagi."


Rasanya tidak pantas kalau Glenda mengatakan ini di depan dokter. Setelah pemeriksaannya selesai, Glenda dan Olivia berada di mobil yang diantarkan sopir keluarga. Selama kehamilannya, Glenda belum pernah menyiapkan perlengkapan bayinya. Box bayi pun belum ada. Kamar bayi dan baby sitter pun belum disiapkan. Intinya belum ada persiapan sama sekali. Padahal tiga minggu lagi dia akan melahirkan.


"Ma, aku belum menyiapkan apapun untuk si kembar. Bagaimana ini?" keluhnya. Tentu saja Olivia tidak terkejut. Pasalnya pada saat hamil Darsh, Olivia baru membelinya seminggu sebelum kelahiran putranya.


"Kita akan pergi ke Baby Shop, Sayang. Kamu jangan khawatir. Aku juga akan meminta orang untuk merenovasi satu kamar di rumahmu."


Olivia lekas meminta orang kepercayaannya untuk merenovasi kamar yang diminta. Dia memintanya untuk selesai dalam waktu satu minggu. Selesai mengurus masalah renovasi kamar, Olivia mengajak menantunya untuk berbelanja beberapa kebutuhan dua bayinya. Menunggu putranya, jelas saja tidak mau pergi. Darsh tidak suka sesuatu yang rumit.


"Ma, apakah Darsh tidak akan marah kalau kita pergi berdua saja?" Kini Glenda malah mengkhawatirkan suaminya. Apalagi lelaki itu hanya tahu kalau salah satu bayinya laki-laki. Apakah dia tidak akan terkejut kalau salah satunya perempuan?


"Jangan khawatir, Sayang. Dia pasti bisa mengerti dirimu."


Olivia mulai mengajaknya membeli box bayi, baju, dan semua perlengkapan yang diperlukan. Termasuk stroller untuk bayi kembar. Olivia tak membiarkan menantunya lelah. Dia memintanya untuk duduk manis dan menunggu semua pilihan mama mertuanya. Cukup banyak memang, sehingga waktu belanja lebih lama.


Olivia tidak sendiri. Dia dibantu beberapa penjaga toko yang selalu menunjukkan beberapa barang bagus dan mengarahkan ke mana saja barang yang diperlukan. Sekitar dua jam lebih, barulah Olivia mendapatkan semuanya. Kalau ini dimasukkan ke mobil, jelas tidak akan muat.


Olivia hanya berniat membayarnya dan meminta pihak toko untuk mengirimkan ke rumah putranya. Selama beberapa hari sebelum melahirkan, Olivia akan mendampingi menantunya itu agar merasa diperhatikan. Apalagi semenjak Darsh sibuk di kantor, tentunya Glenda akan kesepian.


"Wow, Ma. Sebanyak ini? Apa ini akan muat di mobil?" ucap Glenda.


"Tidak, Sayang. Mama meminta pihak toko untuk mengirimkan barangnya. Kamu jangan khawatir! Semuanya akan sampai di rumah dengan baik."


...🍃🍃🍃...


Sambil menunggu update, yuk kepoin karya keren berikut. Jangan lupa tinggalkan jejaknya 💟💟💟

__ADS_1



__ADS_2