Duplikat Daddy

Duplikat Daddy
Teofilo Damarion


__ADS_3

Sekian lama menginap di rumah mertuanya, Darsh akhirnya memboyong istri dan anak-anaknya kembali ke rumah. Suasana semakin ramai saja, namun jangan heran kalau rumah tangga mereka baik-baik saja. Itu tidak sepenuhnya benar.


Darsh sekali waktu pernah didatangi Willow. Wanita itu terang-terangan memeluk Darsh di hadapan istrinya. Walaupun Glenda tahu kalau Willow itu sedang sakit kejiwaannya, tetapi tetap saja Glenda cemburu.


"Kamu sering membuatku cemburu, Darsh." Glenda sengaja melakukan protes besar-besaran.


Selama beberapa bulan terakhir ini fokus suaminya hanya pada Willow yang masih belum ketemu titik terangnya. Ini karena sebuah kesepakatan yang sudah disetujui oleh Darsh, Owen, dan Helga. Mereka sepakat untuk menunggu Max keluar dari penjara yang hanya tersisa beberapa hari saja.


"Tidak sepenuhnya benar, Sayang. Kamu hanya terbawa suasana saja. Willow hanya ingin membuatmu terprovokasi sehingga kamu semakin marah padaku kemudian membenci suamimu ini. Kalau sudah seperti ini, celah bagi Willow untuk masuk ke rumah tangga kita."


"Ish, tidak akan kubiarkan dia menghancurkan kehidupan kita, Sayang. Apa kamu lupa kalau kita punya Welenora ataupun Willy? Mereka semangat hidup kita. Apalagi untuk membasmi serangga seperti Willow. Itu hal mudah, Sayang."


Perkembangan kedua bayinya yang kini berusia satu tahun lebih. Kesibukannya sebagai orang tua telah melupakan kedua anaknya yang sedang berulang tahun. Darsh sempat melewatkan acara penting itu. Namun, dia sudah berjanji pada sang istri kalau keduanya sudah berusia dua tahun, maka Darsh akan membuat perayaan besar. Itu juga sebagai penyambutan bayi Jillian yang sudah lahir.


"Kamu melupakan ulang tahun mereka, Darsh. Aku juga tidak akan merayakannya tanpa persetujuanmu. Kita sudah sepakat, bukan?"


"Maafkan aku, Sayang. Terkadang aku belum bisa menjadi suami yang baik dan Daddy yang baik untuk anak-anak kita. Maaf, terkadang banyak janjiku yang belum terpenuhi. Aku minta maaf."


"Kamu tidak ingin menjenguk bayinya Jillian?"


"Tidak untuk saat ini. Apakah dia melahirkan bayi kembar sepertimu?" tanya Darsh.


"Tidak. Hanya bayi tunggal yang berjenis kelamin laki-laki."


"Siapa namanya?" Sebagai saudara sepupu, Darsh tidak terlalu dekat dengan Jillian. Keributan yang dibuat Willow terlalu menyita waktu dan pikirannya sehingga hanya Glenda yang sering berkomunikasi dengan Jillian.


"Kamu ini, Darsh. Sepupunya sendiri saja tidak tahu siapa nama anaknya? Saudara macam apa ini?" protes istrinya lagi.


"Sayang, kamu pikir suamimu ini bisa mengingat semuanya dengan baik. Aku hanya mampu mengingat nama orang tuaku, mertua, istri, dan kedua anakku. Selebihnya, aku bukannya tidak ingat, tetapi malas saja mengingatnya.

__ADS_1


"Ish, kamu selalu begitu." Glenda mencubit hidung suaminya. Kemesraan ini bisa terus terjadi karena berada di kamar. Suasana malam hari membuat keduanya merasa nyaman tanpa gangguan siapapun.


"Baby T pasti kesal kalau memiliki keluarga sepertimu. Jangankan ingat namanya, kirim hadiah saja belum."


Semua sedang sibuk ketika Jillian melahirkan. Maklum, perhatian mereka terfokus pada satu masalah. Bahkan papa Dizon tidak percaya dengan apapun yang diucapkan putranya, Darsh Damarion. Dia lebih memilih percaya pada Willow. Sementara mama Olivia, dia memiliki kubu lain. Mama Olivia beserta daddy Vigor selalu percaya bahwa apapun yang dilakukan Willow adalah wujud pelampiasan yang selama ini dialaminya karena merasa tidak bahagia.


"Baby T? Lucu juga namanya. Jangan bilang kalau namanya Tommy?"


"Ish, bukan itu juga. Kamu ini." Glenda melempar bantal ke arah suaminya karena merasa kesal. Harusnya kelahiran penerus Damarion Corporation disambut dengan baik, nyatanya malah mendadak terlupakan.


"Jangan main lempar, nanti kalau aku marah, bisa saja tubuhmu yang akan menjadi sasarannya."


Kisah cinta yang lucu antara Darsh dan Glenda dalam menjalankan hubungan rumah tangganya lebih rumit daripada kedua orang tua Darsh. Bahkan, Darsh terkadang jauh lebih cuek daripada papanya. Sementara Glenda sendiri memiliki keinginan besar dalam beberapa hal yang mungkin tidak bisa diwujudkan suaminya. Sebenarnya dia ingin menuliskan semua list masalah yang belum diwujudkan oleh suaminya, tetapi Glenda lebih dulu kesal. Maklum, terlalu panjang.


"Hemm, aku belum siap kalau mereka memiliki adik lagi. Ada baiknya kita selesaikan masalahmu dulu, Darsh."


"Wow, tetapi aku punya pendapat lain."


"Apa itu?"


"Justru makhluk itu akan berterima kasih padaku kalau sang empunya itu bisa menerobos gawang kapanpun yang dia mau."


"Kamu lebih suka kalau aku menyia-nyiakan mereka?"


"Ish, bukan itu."


Darsh kesal. Dia menjadikan sang istri dalam kungkungannya sekarang.


"Cepat katakan siapa nama Baby T?" Darsh memaksa istrinya untuk mengaku.

__ADS_1


"Tebak saja dulu. Kamu ini ke mana saja selama ini. Apakah Justin tidak memberitahumu, Sayang?"


"Ah, lelaki itu sudah lupa padaku. Dia bahkan tidak pernah lagi menghubungiku. Kurasa sudah tidak membutuhkanku sehingga sikapnya seperti itu." Darsh kesal. Semenjak Justin menikah dan menjabat sebagai CEO Damarion Corporation, hampir tidak pernah sekalipun mengirimkan pesan padanya. Grup chat-nya juga sudah lama kosong.


"Jangan seperti itu, Sayang. Kurasa kamu yang lebih dulu sibuk mengurusku dan anak-anak. Sehingga kamu lupa pada mereka. Sekarang Justin fokus pada Baby T dan Jillian. Owen dengan masalahnya. Max yang sebentar lagi akan keluar dari penjara dan Frey yang sudah sibuk dengan calon tunangannya."


Semua yang diucapkan Glenda ada benarnya. Dia memang sudah lama jarang aktif di grup chat-nya karena kesibukan bersama istri, anak, dan keluarganya. Dia juga tidak bisa menuduh Justin begitu saja.


"Ya, baiklah. Aku minta maaf untuk semua ini. Memang semuanya berawal dariku. Aku yang salah!"


"Tidak begitu juga. Intinya, kalian sama-sama sibuk. Sudah memiliki kehidupan dan kebahagiaan masing-masing."


Semuanya berubah. Semakin hari kedewasaan seseorang diuji beberapa hal. Jika semasa hidupnya yang kala itu masih belum memiliki pasangan, hampir setiap hari mereka bertemu. Lambat laun akan bergeser memiliki pasangan masing-masing. Semua sibuk dengan urusannya. Sekarang, semakin ke sini memang tidak ada komunikasi sama sekali. Kecuali antara Owen dan Darsh. Sesekali keduanya masih bertukar pendapat melalui pesan. Terkadang mereka berdua bergantian menelepon.


"Kurasa memang begitu. Jangankan kita, orang tua kita juga pernah mengalami hal yang sama. Kamu ingat Aunty Callista-mu dan Aunty Kayana? Mereka bahkan bersahabat. Mereka bisa lost contact selama puluhan tahun."


Darsh juga tidak menduga pada akhirnya mereka mengikuti jejak orang tua. Rasanya sungguh berbeda. Tidak seperti sebelumnya.


"Ya, kamu benar, Darsh. Kuharap Welenora dan Willy tidak melakukan hal demikian pada Baby T. Aku kasihan saja kalau sikapnya sepertimu."


"Wah, kamu pikir salah satu anakku tidak ada yang meniru? Jelas ada. Entah Welenora ataupun Willy, pasti salah satunya ada yang menjadi duplikatku. Sayang, ayolah katakan padaku! Siapa nama panjang baby T?"


"Teofilo Damarion." Nama yang cukup bagus sehingga cocok disematkan pada bayi Jillian yang super tampan itu.


...🍃🍃🍃...


Sambil menunggu update, yuk mampir karya keren ini. jangan lupa tinggalkan jejaknya


__ADS_1


__ADS_2