
Darsh salah paham kepadanya. Willow memang anak selingkuhannya, namun bukan anaknya. Sepertinya kali ini Diana Carrington akan berulah lagi. Namun, jika bukan karena Glenda, lalu siapa yang tahu mengenai Willow selain beberapa keluarganya? Kalaupun dari awal Darsh tahu mengenai nama itu, tentu dia akan menanyakannya sedari dulu. Mengapa hari ini dia baru menanyakan?
"Papa tidak ada hubungan apapun dengan gadis itu!"
Olivia mengingat satu hal. Willow dulu adalah anak Sean, namun karena suatu hal yang tidak diketahuinya, Sean menolak mentah-mentah hubungan putri dan ayah itu.
"Pa, apa kamu melupakan sesuatu? Bukankah yang kutahu kalau Willow itu anak Sean?" ucap Istrinya berusaha untuk menenangkan suaminya yang mulai terbakar amarah.
"Bagaimana kamu bisa tahu tentang Willow?" Bukan malah menjawab pertanyaan istrinya, Dizon bertanya pada putranya.
"Dia datang ke kantor hari ini."
Deg!
Perasaannya semakin tidak menentu. Sebenarnya apa tujuan gadis itu mencarinya? Bagaimana mungkin dia bisa tahu kantor Dizon? Apakah selama ini Diana memata-matainya?
"Sendirian?" selidik Dizon.
"Memangnya dengan siapa? Orang yang Papa harapkan kehadirannya?"
"Tidak, bukan begitu, Darsh. Kamu salah paham. Aku dan Willow tidak ada hubungan apapun. Hanya saja mungkin dia ada perlu denganku, makanya dia mencari Papa. Darimana dia mengetahui kantor papa?"
"Papa tanya saja sama Om Felix. Dia yang mengatakan padanya."
Sepertinya tak penting lagi mengurus masalah Willow. Toh, papanya sudah mengelak dan tidak memiliki hubungan apapun. Darsh memilih untuk pulang.
"Maafkan aku, Pa. Aku memang tidak tahu siapa dia. Kalau sampai Papa menyakiti Mama, awas saja!" ancam Darsh.
...🍃🍃🍃...
Suasana rumah terlihat sangat ramai. Rupanya Glenda maupun Jillian sedang bercanda gurau sehingga tidak menyadari kehadiran Darsh.
"Begitukah caramu menyambut kedatangan suami?" sindir Darsh.
"Ck, jangan seperti itu, Dad! Apa kamu tidak malu harus mengatakannya. Anakmu pasti sangat cemburu ketika kamu meminta perhatian lebih." Glenda beranjak dari tempat duduknya untuk mengikuti suaminya masuk ke kamar.
"Kak Darsh terlalu berlebihan sekarang. Lihat saja kalau twins sudah lahir. Kamu akan kalah telak."
Darsh menghentikan langkahnya untuk membalas ulah adik sepupunya itu.
__ADS_1
"Menikahlah supaya tidak menggangguku!" sindir Darsh.
"Jangan seperti itu, Kak. Awas ya!" balas Jillian dengan senyum kemenangannya.
Sementara sepasang suami istri yang sedang di kamar nampak masih sama-sama diam. Namun, Glenda sedang melepas dasi dan jas yang dipakai suaminya. Menyisakan kemejanya saja yang masih dipakainya.
"Darsh, kenapa kamu jadi pendiam seperti ini?"
"Aku memikirkan orang tuaku."
"Kenapa?"
"Ada seorang gadis yang sedang mencari papaku. Aku khawatir kalau terjadi sesuatu pada mama . Aku tidak akan bisa memaafkannya."
"Hemm, semoga hanya urusan lain."
"Tapi, papa menuduhmu seolah kamu tahu semuanya. Padahal, kamu mungkin tidak tahu apa-apa."
"Jadi, maksudnya aku ada hubungannya dengan gadis itu?"
Darsh mengangguk.
...🍃🍃🍃...
Zelene dan Vigor yang mendadak mendapatkan telepon dari putrinya tentu saja merasa khawatir. Bukan karena hubungan rumah tangga putrinya, tetapi tentang pertanyaan yang akan disampaikan anak kesayangannya itu.
"Mom, Dad, maaf. Kami mendadak harus merepotkan kalian," ucap Glenda yang baru saja datang bersama suaminya.
"Tidak apa-apa, Sayang. Memangnya ada apa? Ini mendadak sekali, loh," ucap Zelene.
Darsh pun mulai menceritakan bagaimana papanya menuduh Glenda mengetahui segalanya. Tuduhan yang tidak jelas itu membuatnya murka. Padahal Darsh sendiri sudah menuduh papanya memiliki anak lain dari wanita idaman lain.
Zelene dan Vigor mengerti arah pembicaraannya. Rupanya ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Seseorang yang dikira dulu adalah keponakan Zelene rupanya sekarang sudah kembali lagi.
"Darsh, kamu jangan khawatir! Willow itu bukan anak papamu. Cuma yang Mommy heran, kenapa dia muncul lagi sekarang setelah puluhan tahun menghilang?"
"Mommy mengenal siapa Willow?" selidik Glenda.
Zelene tidak bisa menyimpan rahasia terlalu lama. Putrinya harus tahu bagaimana sejarah keluarganya. Zelene menceritakan bagaimana semua kejadian bermula hingga akhirnya sampai gadis kecil itu dibawa pergi oleh mamanya.
__ADS_1
Setelah mendengar seluruh cerita dari mommynya, Glenda baru tahu. Dia pikir kalau Willow adalah sepupunya, tetapi ternyata bukan.
"Tapi, Mom. Yang jadi masalahnya sekarang, kenapa dia datang lagi dan mencari papaku?" ucap Darsh. Dia mulai bimbang karena kedatangan gadis itu.
"Semoga saja bukan masalah serius, namun kalau gadis itu berulah, jangan segan-segan bilang pada Daddy," ucap Vigor. Bagaimana pun juga, dia harus menjaga putrinya dengan baik. Apalagi kemunculan Willow yang serba mendadak.
Apa yang direncanakan Diana sebenarnya? Apa dia tahu kalau anakku menikah dengan anaknya Dizon. Batin Vigor.
Selepas kepergian anak dan menantunya itu, Vigor masuk ke kamarnya. Dia meletakkan kepalanya di sandaran headboard ranjangnya. Zelene mengikuti suaminya dan bersandar di sana.
"Dad, apa yang kamu pikirkan tentang Willow?"
"Aku meragukannya, Mom. Namun, bagaimana bisa Felix mengirimnya ke sini? Bukankah dia tahu kalau hubungan Dizon dengan Diana juga tidak baik?"
"Sangat aneh sekali ya, Dad."
Vigor memegang erat tangan istrinya. Dia berusaha memberikan kekuatan penuh padanya dan meyakinkan kalau kedatangan Willow hanya untuk menemui Dizon dan tidak ada maksud lebih.
"Aku khawatir pada pernikahan putri kita, Dad," ucapnya lagi.
"Kamu merasa kalau Willow akan menghancurkan pernikahannya? Tidak, Ze! Willow itu jauh lebih tua daripada Darsh. Mana mungkin menantumu itu akan tertarik padanya. Jangan pikirkan hal buruk itu! Berpikirlah positif!" jelas Vigor mengingatkan.
"Dad, sekarang itu musimnya wanita dewasa mengejar brondong. Apalagi Darsh itu menarik. Jangankan orang lain, putri kita saja lebih tertarik padanya. Apa kamu melupakan itu, Dad?"
Sekarang bayangan Vigor menjadi tidak normal. Ingatannya kembali kepada Diana. Bagaimana wanita itu mempermainkan tiga pria yang berbeda. Semoga saja Willow tidak melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan mamanya di masa lalu. Dia tidak akan bisa memaafkan kalau sampai Willow merusak pernikahan anaknya.
...🍃🍃🍃...
Di sisi lain, seorang Max sedang berusaha menolong seorang perempuan yang kebingungan mencari tempat untuk menginap. Bukan karena dia tidak memiliki uang atau apa, namun dia bingung harus naik taksi dengan tujuan ke mana.
"Ehm, mau ke mana, Nona?" tanya Max.
"Aku butuh penginapan terdekat, namun aku bingung harus naik taksi ke arah mana? Aku baru di sini, kebetulan baru sampai pagi ini."
Menurut pengamatan Max, dia gadis yang cantik dan sangat menarik. Mungkin kisaran usianya mendekati 30 tahun, tetapi karena badannya yang terlihat proporsional dan lebih muda dari usianya, dia tidak terlihat terlalu tua. Malah seperti gadis usia 20 tahunan.
"Maukah kuantar? Jangan khawatir, aku lelaki baik-baik. Siapa namamu? Perkenalkan namaku, Max." Max mengulurkan tangannya berniat untuk menjabat tangan perempuan itu.
"Willow."
__ADS_1