Duplikat Daddy

Duplikat Daddy
Max Tidak Bisa Menerima


__ADS_3

Suasana Kafe semakin meriah ketika lagu ulang tahun mulai dinyanyikan. Tak hanya pembawa acara, tetapi seluruh tamu yang hadir ikut menyumbangkan suaranya sehingga pesta ulang tahun Max semakin semarak. Max persiapan untuk make a wish untuk memohon harapan di usianya yang baru. Dia memejamkan mata untuk beberapa saat kemudian membukanya.


Bukan malah meniup lilin, pandangannya fokus pada kedua tamunya yang baru datang. Seperti sepasang kekasih dan keduanya terlihat sangat serasi. Apalagi sang wanita menggandeng tangan prianya dengan sangat mesra.


Max yang fokus pada tamunya diikuti oleh beberapa tamu yang hadir. Mereka menyadari ada sesuatu yang mengejutkan sehingga membuat Max masih fokus ke arah tamunya. Siapa lagi kalau bukan Justin. Max masih tidak percaya jika lelaki itu telah memiliki kekasih.


Justin mendekati Max dengan posisi masih bergandengan mesra dengan pasangannya. Ini benar-benar kejutan yang luar biasa di ulang tahun Max kali ini.


"Selamat ulang tahun, Max!" ucap Justin. Dia memberikan hadiah yang sempat dibawa Jillian kemudian dimintanya untuk diberikan langsung pada yang berulang tahun.


Sementara di sudut lain, sepasang suami istri mengkhawatirkan kehadirannya. Takut akan membuat pesta ini kacau. Nyatanya Justin lebih dulu mengambil sikap. Dia rupanya memakaikan topeng yang indah pada Jillian sehingga gadis itu terkesan sangat misterius.


"Terima kasih, Justin. Siapa gadis beruntung ini?" tanya Max penasaran.


"Nanti juga kamu akan mengenalnya," jawab Justin.


Sesuai perjanjian awal, Jillian diminta Justin untuk tidak mengatakan apapun ketika Max bertanya. Ini akan aman sampai acara ulang tahun selesai dan Jillian menyetujuinya.


"Hemm, baiklah. Selamat datang dan silakan nikmati pestanya."


"Terima kasih, Max."


Tangan Jillian masih menggenggam erat tangan Justin. Dia benar-benar harus waspada, jangan sampai Max menyadari keberadaannya. Justin dan pasangannya mendekati Darsh. Glenda bisa tersenyum lega melihat Jillian merasa aman seperti ini.


"Ini ide siapa?" tanya Darsh.


"Kak Justin," jawab Jillian.


"Justin benar, dia masih lama berada di sini. Jangan sampai Max menyadarinya. Namun, lambat laun dia pasti tahu," ucap Darsh.


"Tak masalah, Darsh. Setidaknya kedatangannya tidak membuat pesta kacau," jawab Justin semringah.


Suasana semakin ramai. Beberapa dari rekan kerja Max banyak yang mulai menyanyi bersama-sama. Menikmati pesta malam ini dengan makan dan minum. Ada beberapa yang meminta minuman beralkohol.

__ADS_1


"Minumlah, Jill!" ucap Justin. Dia mengambil minuman non alkohol.


"Terima kasih, Kak."


Darsh dan istrinya menghambur ke beberapa tamu Max. Beberapa dari mereka ada yang kebetulan kenal Darsh dan mengucapkan selamat atas pernikahan suami istri itu.


Sementara Jillian, dia meminta izin Justin untuk membuka topengnya. Dia merasa tidak nyaman karena terlalu lama menggunakannya.


"Kak, kulepas saja, ya? Aku tidak nyaman," ucapnya.


"Kalau Max tahu?"


"Tidak masalah. Lagi pula, aku tidak akan memilih dia. Lihat saja semua gadis itu. Mereka berlomba untuk merayu Max. So, apa yang Kak Justin khawatirkan tentangku?"


"Baiklah, aku percaya padamu." Justin membantu melepas topeng indahnya. Wajah cantik Jillian terpampang nyata di hadapan Justin.


"Jangan melihatku seperti itu!" protes Jillian.


Jillian dan Justin menoleh bersamaan. Jillian bersikap biasa saja, namun Max, diluar dugaannya sampai beberapa orang di sekitarnya ikut menoleh padanya.


"Aku tidak sedang bermimpi, kan?" ucap Max.


"Maksudmu?" tanya Justin.


"Iya, ini Jillian, kan? Wow, aku tidak menyangka. Ini hadiah spesial ulang tahunku. Justin, kenapa kamu diam saja dan tidak mengatakan kalau gadis ini Jillian. Kamu berhutang banyak cerita padaku," ucap Max. Dia langsung menarik tangan Jillian untuk dibawa ke depan dan diperkenalkan pada beberapa orang, namun Justin mencegahnya.


"Max, Jillian akan tetap di sini!" ucap Justin.


"Justin, kamu ada hak apa melarangku untuk mengajak siapa pun dan akan kuperkenalkan kepada semua orang kalau Jill-"


"Jillian itu calon istri Justin, Max. Aku harap kamu bisa menerima kenyataan ini," sahut Owen.


"Bohong!" Max jelas frustrasi. Dia sangat menyukai Jillian, namun dia tidak pernah berhenti untuk menggaet gadis-gadis dan memberikannya apapun yang dibutuhkan.

__ADS_1


"Terima atau tidak, kenyataannya memang seperti itu, Max," balas Darsh yang kebetulan telah melihat keributan ini.


"Darsh, kamu juga pasti berbohong!" ucap Max. Karena hatinya terlampau sakit melihat Jillian bersama Justin. Setelah Frey pergi, Max merasa kalau dia telah menang. Mengingat Jillian harus menyelesaikan pendidikannya, dia biarkan dulu. Setelah semuanya selesai, Max akan kembali. Namun, kali ini telah didahului oleh sahabatnya, Justin.


Sementara Owen maupun Darsh tidak akan kepikiran sampai sejauh itu kalau reaksi Max akan seperti ini. Justin tak kehabisa akal, dia mengangkat tangan kiri Jillian dan mengatakan kalau mereka sudah bertunangan.


"Aku dan Jillian sudah bertunangan, Max. Aku harap, kamu bisa menerima kenyataan ini. Aku juga tidak merebut Jillian darimu. Kami saling mencintai," ucap Justin.


Reaksi Darsh dan istrinya sungguh mengejutkan. Bahkan mereka tidak tahu soal cincin itu. Ini sungguh mengejutkan. Sementara Justin sendiri biasa saja karena ini sudah diprediksi akan terjadi.


"Jangan bohong! Katakan yang sebenarnya!" Max masih belum bisa menerimanya.


Demi menghindari keributan, Owen menyeret Max dan beberapa sahabatnya untuk masuk ke sebuah ruangan yang sangat privasi. Ini memang sudah disiapkan sejak Kafe ini berdiri.


"Selesaikan masalah kalian di sini. Aku tidak mau persahabatan kita hancur hanya gara-gara wanita. Max, aku rasa kamu harus bisa menerima kenyataan ini. Sudah kukatakan berulang kali kalau Jillian berhak memilih salah satu dari kalian, tidak akan ada perpecahan dalam persahabatan kita. Oke?" ucap Owen panjang lebar.


Max terdiam. Sementara Jillian masih saja menggenggam erat tangan Justin. Gadis itu tidak pernah melepasnya sama sekali. Max menatapnya dengan tatapan cemburu. Bagaimana mungkin Justin bisa secepat ini akrab dengan Jillian?


"Max, sebelumnya aku minta maaf. Aku dan Jillian sudah memutuskan untuk bersama. Kuharap kamu bisa menerima kenyataan ini," ucap Justin.


"Justin, aku rasa kamu memanfaatkan kepergian Frey, kan? Dulu saja, aku sudah mengalah dari Frey. Sekarang, setelah Frey pergi, kamu mencari kesempatan dalam kesempitan, kan?"


Max terus saja seperti itu. Dia sepertinya tidak mau menerima kenyataan kalau salah satu sahabatnya akan hidup bahagia. Padahal Max sendiri sudah memiliki kebahagiaan khusus. Dia lebih bahagia mengobral uangnya untuk gadis-gadis sewaannya itu.


"Tidak seperti itu, Kak! Ini tidak ada hubungannya dengan Kak Frey. Kami memang murni saling mengenal. Aku harap Kak Max bisa menerima kenyataan ini. Mungkin, dalam waktu dekat kamu akan menikah. Kuharap semua bisa menerima kenyataan ini," pungkas Jillian.


Rasanya Max ini benar-benar lelaki yang selalu membuatnya kesal. Untung saja Justin tidak seperti itu. Walau kehilangan Frey, Justin mampu mengalihkan dunianya.


...🌿🌿🌿...


Yuk, sambil tunggu update, kepoin karya keren milik Author Santi Suki


__ADS_1


__ADS_2