Duplikat Daddy

Duplikat Daddy
Fitting Gaun


__ADS_3

Mendekati hari pernikahan Justin dan Jillian, semua orang semakin sibuk. Olivia sengaja memboyong anak dan menantunya untuk tinggal di rumahnya sampai Glenda melahirkan. Sebenarnya Zelene sudah meminta pada Olivia agar anaknya tinggal di rumahnya. Namun, sebentar lagi adalah pernikahan Jillian dan Justin. Makanya Olivia meminta untuk tinggal di rumah dan Zelene setuju.


"Glenda, kamu jangan capek-capek untuk menyiapkan pesta pernikahan adikmu itu. Kamu cukup melihatnya saja dan berkomentar, mana yang tidak terlihat bagus. Kamu bisa mengatakannya pada pelayan," ucap Olivia.


"Iya, Ma. Aku hanya keliling saja."


"Jaga kehamilanmu dengan baik, Sayang. Ada dua bayi yang harus kamu jaga. Oke?"


"Iya, Ma. Terima kasih sudah diingatkan."


Olivia juga memanggil butik langganannya untuk datang ke rumah. Walaupun mommynya Jillian adalah desainer, namun Olivia tidak akan membuatnya kesulitan membawa beberapa gaun pengantin untuk putrinya.


"Jill, jangan lupa kalau hari ini ada janji dengan butik langganan Tante. Nanti mereka akan datang ke rumah."


"Iya, Aunty. Jillian hari ini tidak ke mana-mana, kok."


Beberapa hari sebelum hari H pernikahan, Olivia memang melarang keponakannya itu untuk pergi ke mana-mana. Justin juga sudah diperingatkan untuk tidak mengajak Jillian pergi sebelum menikah. Lelaki itu mengikuti saja apa ucapan orang tua Darsh.


"Jill, bagaimana perasaanmu?" Glenda kebetulan sedang bersamanya di rumah. Sementara suaminya masih di kantor karena hari baru menjelang sore.


"Jill bahagia, Kak. Apalagi Kak Justin selalu bisa membuatku tersenyum dengan candaan. Terkadang juga dia memberikan beberapa hadiah kejutan. Yah, begitulah. Dia berusaha membuatku nyaman bersamanya."


Tentu saja hal ini berbanding terbalik dengan kondisi Glenda. Darsh sendiri terkadang bersikap romantis, tetapi lebih sering membuat Glenda kesal. Jika bukan karena dia telah mengandung, bisa saja Glenda kabur ke rumah orang tuanya. Dia berusaha bertahan apapun yang terjadi.


Kamu beruntung, Jill. Aku masih harus berjuang untuk mendapatkan sikap romantis Darsh yang sesungguhnya. Selama ini aku berusaha bersabar. Namun, harapanku adalah jangan sampai salah satu anakku akan meniru sikap daddynya.


"Kak, kenapa diam? Apa ini karena Kak Darsh yang belum bisa berubah?"


"Lupakan saja, Jill! Semua ada porsinya masing-masing. Semoga saja setelah kelahiran bayiku ini, dia bisa menjadi daddy yang baik untuk anak-anaknya."

__ADS_1


Jillian tersenyum. Dia selalu mendoakan kakaknya supaya kakak sepupunya itu berubah menjadi baik. Kalau terus-menerus seperti itu, kasihan kakak iparnya. Dia seolah berjuang sendirian untuk mencintai Darsh.


"Kak, boleh aku tanya sesuatu?"


"Tanyakan saja," ucap Glenda sembari melihat beberapa pelayan yang sedang menyiapkan dekorasi pernikahan.


"Apakah malam pertama itu menyakitkan?"


Deg!


Glenda menatap lekat pada adik sepupu suaminya itu. Lantas Glenda tersenyum malu menatapnya. Bukan karena malam pertamanya yang indah, melainkan Darsh yang hanya melakukannya kala itu saja. Padahal beberapa waktu lalu ketika pergi ke rumah sakit, Darsh sempat menanyakan hal itu kepada dokter. Sampai sekarang pun, lelaki itu tidak pernah lagi menyentuhnya.


"Maafkan aku, Jill. Aku tidak bisa menceritakannya. Ini sangat privasi untukku. Nanti juga kamu akan merasakannya sendiri, jadi jangan takut, ya. Apalagi Justin sangat romantis. Pasti malam pertama kalian akan sangat menyenangkan."


Obrolan terputus ketika pihak butik datang dengan beberapa pilihan gaun pengantin dan beberapa gaun pesta untuk ibu hamil. Olivia sengaja mendatangkan dua macam gaun itu agar menantunya juga merasa diperhatikan. Sementara Olivia sendiri akan menyiapkan baju kembaran dengan orang tua Jillian.


"Jill, Glenda, ayo lekas dipilih gaunnya. Lekas dicoba," panggil Olivia.


Jillian sudah menemukan gaun yang pas. Sementara Glenda mengembalikan semua gaun yang sempat dipilihnya. Rasanya tidak ada yang nyaman dipakainya.


"Loh, Sayang. Kenapa gaunnya dikembalikan?"


"Tidak ada yang cocok, Ma. Rasanya sungguh tidak nyaman saja." Entah, Glenda merasa dari sekian banyak gaun bagus tidak ada yang menarik. Mungkin karena apapun yang dipakainya tidak pernah sama sekali dikomentari oleh suaminya. Makanya Glenda malas.


Olivia tidak mengerti apa masalah menantunya. Gaun sebanyak ini tidak ada yang cocok sama sekali. Terdengar aneh menurut pandangan mama mertuanya.


"Glenda, kamu baik-baik saja, Sayang?"


Glenda tidak menjawabnya, namun malah wanita hamil itu meninggalkan mama mertuanya dan beberapa gaun itu di ruang tengah.

__ADS_1


Ada apa dengan Glenda? Apakah ini karena Darsh. Aku akan ke kamarnya sebentar. Sepertinya Glenda sangat tertekan.


"Jill, lanjutkan memilih gaunnya. Kalau memang sudah pas, katakan pada pelayan butik. Namun, untuk pembayaran nanti biar sama Tante."


"Baik, Aunty."


Olivia lekas menyusul ke kamar menantunya. Beberapa kali mengetuk pintu, namun tidak ada tanggapan dari dalam. Olivia semakin khawatir pada menantunya. Karena tidak mendapatkan jawaban, Olivia nekat masuk. Rupanya menantunya itu baru saja keluar dari kamar mandi.


"Sayang, maafkan Mama. Mama langsung masuk karena beberapa kali mengetuk pintu tidak ada tanggapan darimu."


"Iya, Ma. Tidak apa-apa. Glenda hanya mencuci muka di kamar mandi. Glenda baik-baik saja, kok."


Sebenarnya Glenda tidak ingin masalah rumah tangganya diketahui oleh mertuanya. Sudah lama Glenda jarang sekali menceritakan tentang Darsh. Olivia menganggap rumah tangga putranya baik-baik saja. Melihat kejadian barusan, Olivia menyimpulkan bahwa menantunya sedang bermasalah.


"Sayang, katakan! Apa yang membuatmu seperti ini? Mama tahu, wanita hamil sangat sensitif sekali. Itulah sebabnya Mama khawatir dan menyusulmu kemari."


Glenda duduk di ranjang. Dia tidak tahu harus memulainya dari mana. Dia menganggap menyimpan semuanya sendiri akan baik-baik saja, rupanya tidak sama sekali.


"Maafkan Glenda, Ma. Glenda tidak bisa memilih gaun-gaun itu."


"Apa alasannya, Sayang? Mama sudah memperhatikan Jillian. Begitu juga dengan dirimu, Sayang. Mama pikir, kamu akan suka dengan kedatangan beberapa gaun itu, tetapi malah sebaliknya kamu kelihatan sedih."


"Glenda tidak akan memilihnya, Ma. Percuma saja karena suamiku tidak akan pernah memandang apa yang Glenda pakai."


Deg!


Jangankan Glenda, Olivia juga pernah mengalami hal yang sama. Namun, kegagalan rencana pernikahannya di masa silam membuatnya tetap bertahan. Walaupun Dizon luar biasa dinginnya, butuh sesuatu pancingan yang membuat pria itu bertekuk lutut padanya. Itulah yang membuat Olivia tetap bertahan.


"Sayang, kali ini pilihlah salah satu. Setelah itu komunikasikan dengan baik masalahmu ini. Jangan dipendam sendiri! Kasihan kamu, Sayang. Percayalah sama Mama. Darsh pasti bisa membuatmu seperti wanita pada umumnya."

__ADS_1


Olivia hanya mampu memberikan suport saja karena dia tidak berhak ikut campur kecuali diminta keduanya. Tugasnya kali ini hanya membuat Glenda semakin bersemangat untuk menjalani hari-harinya.


__ADS_2