
Frey? Semua orang yang ada masih tidak percaya bahwa orang yang mendapatkan buket bunga itu adalah Frey. Lelaki itu menggenggam erat tangan seorang gadis cantik yang diperkirakan seumuran dengan Jillian.
"Sayang, bukankah katamu Frey sedang ujian?" tanya Glenda pada suaminya.
Darsh yang terkejut dengan kedatangan Frey juga penasaran dengan sahabatnya itu. Owen sebagai sang pengantin juga ikut turun dari pelaminan. Dia juga menggandeng erat tangan istrinya, Willow.
"Kejutan!" seru Frey.
Owen dan Darsh juga masih heran. Mereka mempersilakan Frey untuk masuk ke dalam rumah. Banyak pertanyaan untuk lelaki itu dengan gadis yang berada di sampingnya.
"Kamu berutang penjelasan padaku!" ucap Darsh.
"Pertama, aku ke sini untuk menghadiri pernikahan sahabatku. Kedua, aku akan memperkenalkan gadis ini pada kalian."
"Siapa?" tanya Owen.
"Namanya Mezzaluna. Dia kekasihku," jelas Frey.
Mezzaluna mengulurkan tangannya untuk berjabat dengan keempat orang yang ada di sana.
"Darsh Damarion."
"Willow."
"Owen Othman."
"Glenda Abraham."
Berjabat tangan selesai, Glenda mengajak Willow untuk berganti gaun yang lebih ringan daripada gaun pengantin yang saat ini dikenakan.
"Kamu berhasil," ucap Owen.
"Hidup terus berjalan, Owen. Max di mana?" ucap Frey. Dia tahu kalau Justin mengabari tidak bisa datang. Sementara Max tidak ada kabar beritanya. Baik Darsh maupun Owen sengaja menutupi kalau lelaki itu sedang berada di penjara.
Darsh dan Owen saling melirik. Mungkin ini saatnya dia mengatakan yang sejujurnya tentang kejadian beberapa bulan yang lalu.
Darsh buka suara mengenai kabar Max. Mengejutkan memang. Frey sampai tidak mampu berkata-kata.
__ADS_1
"Jadi, dia di penjara?" Frey masih tidak percaya.
Darsh mengangguk.
"Mezza, pergilah ke luar bersama istri Darsh. Aku akan berbincang sebentar," ucap Frey pada gadis itu.
Mezzaluna menuruti saja ucapan kekasihnya. Lagi pula kalau mengobrol dengan laki-laki, rasanya tidak nyaman.
"Kapan dia keluar?" tanya Frey.
"Satu tahun lagi. Kenapa?" balas Owen.
"Aku harap dia mau berubah dan menemukan tambatan hatinya."
Darsh dan Owen setuju. Bagaimana pun buruknya sikap Max, dia masih sahabatnya. Lagi pula mungkin penjara adalah tempat yang tepat untuk memperbaiki sikapnya selama ini.
"Oh ya, selain aku ke sini untuk menghadiri pernikahan Owen, aku sudah memutuskan sesuatu," ucap Frey.
Sejenak, baik Darsh maupun Owen masih menerka-nerka apa yang akan disampaikan sahabatnya.
"Aku tidak akan kembali lagi ke negara ini. Aku setelah lulus akan ikut ke negara Mezzaluna dan kami akan melanjutkan hidup di sana."
Setelah kehilangan Justin yang ikut ke negara Jilliian, sekarang Frey pun akan melakukan hal yang sama.
"Apakah itu artinya persahabatan kita berakhir?" tanya Owen.
"Tidak, mungkin kita tidak akan bertemu. Itu saja."
"Frey, apa kamu yakin dengan keputusanmu?" tanya Darsh.
Frey cukup tahu diri. Jika masih berada di sini bersama sahabatnya, kenangan tentang Jillian masih terus mengusik ketenangan jiwanya. Itulah sebabnya setelah bertemu Mezzaluna, lelaki itu sudah berjanji akan mengikuti kemana pun Mezzaluna pergi. Termasuk kembali ke negaranya.
"Tentu, Darsh. Sekarang kita telah memiliki kebahagiaan masing-masing. Mungkin saja setelah ini kita sangat sibuk dengan keluarga. Berbeda dengan beberapa tahun yang lalu ketika kita masih sama-sama sendiri. Setelah kamu memutuskan untuk menikah, maka fokusmu lebih banyak pada keluarga, bukan?"
Ucapan Frey sangat mengena di hati. Memang benar kenyataannya. Apalagi ketika Darsh memiliki anak. Kesempatan untuk bergabung dengan teman-temannya sudah tidak ada waktu.
Frey tak lama berada di sini. Setelah memberikan kabar perpisahannya, dia lekas pamit karena pesawatnya hanya beberapa jam lagi. Darsh meminta kedua orang tuanya untuk menemui Frey sebelum lelaki itu kembali bersama kekasihnya.
__ADS_1
"Jadi, kamu sudah memutuskan untuk tidak kembali lagi?" tanya Olivia.
"Iya, Tante. Aku dan Mezzaluna akan pergi ke negaranya. Hanya tinggal beberapa tahun lagi, setelah itu kami memutuskan untuk menikah."
"Kalau itu keputusanmu, Tante tidak bisa berbuat banyak selain mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua."
"Terima kasih, Tante," jawab Mezzaluna. Gadis ini sempat mengobrol banyak dengan Olivia ketika berada di depan. Sehingga Olivia tahu betul bagaimana Frey mengenal gadis itu.
"Jaga diri kalian. Sebelum pergi, sempatkan untuk berfoto bersama Owen dan Darsh," pesan Olivia pada Frey.
Rasanya waktu berjalan lebih cepat dari dugaannya. Darsh sudah memiliki dua orang anak. Justin, istrinya sedang mengandung. Owen baru saja menikah. Frey memutuskan untuk mengawali kehidupannya di tempat baru. Sementara Max masih berada di penjara.
Pernikahan Owen merupakan akhir pertemuan Frey dengan kedua sahabatnya itu. Sementara Darsh, ini merupakan kejutan yang tidak bisa dilupakan sepanjang sejarah. Dia akan kehilangan Frey untuk waktu yang cukup lama. Kehidupan tetap berjalan seperti apa yang digariskan pada mereka.
Setelah sesi foto bersama, Darsh, Owen, dan Frey saling berpelukan. Benar-benar tidak menyangka kalau ini akhir pertemuan mereka. Namun, Darsh ataupun Owen tidak berhak mencegahnya.
"Darsh, kami langsung pamit ya. Owen jaga diri baik-baik dan selamat atas pernikahanmu."
Bahagia dan sedih dalam waktu yang bersamaan. Andai saja mereka lengkap, mungkin Max ataupun Justin akan merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan saat ini. Keputusan Frey mengakhiri perjalanan kehidupan persahabatan mereka.
"Selalu berikan kabar. Kita putus secara fisik, tetapi tidak secara virtual. Kalau kamu berkenan membagi keluh kesah, jangan lupa kabari." Darsh mengantar kepergian sepasang kekasih ini ke depan. Sebuah taksi sudah menunggunya di sana.
Sedih sekali melihat kenyataan pahit seperti ini. Baru saja bertemu, sekarang harus kehilangan. Ada pertemuan, pasti ada perpisahan. Kalau salah satu tidak menyadarinya, maka rasa sakit yang didapatkan.
"Pergilah, Frey. Kamu berhak bahagia." Hanya itu yang paling akhir diucapkan Darsh sebelum lelaki itu benar-benar meninggalkan kediaman keluarganya.
Perlahan taksi meninggalkan jalan itu. Lambaian tangan sebagai wujud perpisahan terus dilakukan oleh Darsh, Owen, dan Glenda. Kalau Willow, dia memang baru bertemu dengan Frey. Rasanya pun masih biasa saja. Berbeda dengan suaminya yang terlihat sangat sedih.
Setelah mobil menghilang, Darsh masuk bersama Owen dan kedua wanita itu. Darsh meminta Owen untuk duduk sebentar dan memberikan pesan pada sahabatnya itu.
"Setelah Frey, kamu juga akan meninggalkanku, bukan? Kamu juga sudah memiliki kebahagiaan sendiri. Jaga Willow dengan baik. Jangan pernah sedikitpun kamu menyakitinya. Dia seperti kakak untukku dan anak untuk orang tuaku."
Owen terharu. Akhirnya mereka memiliki kebahagiaannya sendiri. Setelah pernikahan, Owen memang berencana untuk memboyong Willow kembali ke apartemennya. Walaupun masih dalam satu kota, kesempatan untuk bertemu juga sudah berkurang.
"Aku masih berada di kota yang sama, Darsh. Kamu bisa datang ke Kafeku sewaktu-waktu. Jangan larut dalam kesedihan. Kehidupan akan tetap berjalan dan kita akan selalu bersama."
...🍍🍍🍍...
__ADS_1
Sambil menunggu update, yuk mampir karya keren berikut ini. Jangan lupa tinggalkan jejaknya... terima kasih ♥️