
"Apakah kamu mengenalku?" tanya Darsh.
"Ehm, tidak. Mungkin hanya kebetulan saja aku pernah melihat fotomu di ponsel temanku. Ya sudah, silakan dilanjutkan."
Pelayan itu langsung pergi begitu saja. Darsh berusaha mencerna setiap ucapan pelayan itu. Agak aneh sih, di tempat asing seperti ini masih ada orang yang mengenalnya. Kalaupun dapat dari teman, dari siapa?
Ah, lupakan. Mungkin aku pernah punya teman lama. Atau, mungkin juga wajahku ini beredar luas di pasaran. Batin Darsh.
Darsh kebetulan hanya memesan French fries, Burger, dan minuman. Sekadar cukup untuk mengganjal perutnya saja daripada dia kelaparan.
Di Kafe itu, Darsh tidak terlalu lama. Selesai menghabiskan makanannya, dia lantas membayar ke kasir kemudian kembali ke mobilnya.
"Aku harus cepat sampai ke rumah. Kurasa Glenda pasti khawatir sekarang."
Bergegas dia mengemudikan kendaraannya. Waktu tempuh perjalanannya menuju ke rumah lumayan lama.
*****
Glenda yang sedari sore sangat cemas pada suaminya. Dia takut kalau daddy dari anak-anaknya itu dalam kesulitan.
Hampir larut malam, sebuah mobil baru masuk ke halaman rumahnya. Perasaan lega kini menjalar pada mommy dua anak kembar itu.
Glenda bergegas ke depan untuk membukakan pintunya. Dia langsung melihat suaminya yang baru saja turun dari mobil terlihat lelah sekali. Tak menunggu aba-aba, Glenda mendekat kemudian menggandeng mesra tangan suaminya.
"Aku khawatir padamu, Darsh. Apa kamu berhasil bertemu dengannya?"
"Iya, aku bertemu dengannya."
"Lalu, apa yang dia katakan tentang Willow?" Glenda semakin dibuat penasaran.
"Max tidak mengatakan apapun."
Sampai di ruang tamu, Glenda melepaskan tangannya. Dia lekas menutup pintu dan menguncinya.
"Jadi, usahamu ke sana sia-sia? Oh ya ampun, bagaimana selanjutnya nasib keluarga kita, Darsh?"
"Kamu jangan khawatir. Aku minta tolong siapkan air hangat dulu, aku ingin berendam sebentar."
Glenda lekas kembali ke kamarnya. Dia masuk ke kamar mandi untuk menyiapkan segala keperluan suaminya. Mulai dari air hangat, aroma terapi yang menyegarkan, bathrobe, dan baju ganti.
__ADS_1
Glenda keluar dari bathroom disambut oleh suaminya yang sudah duduk di ranjang. Dia melepaskan jasnya kemudian menggantungnya. Ini bukan hal biasa yang dilakukan suaminya.
"Kenapa jasnya digantung? Biar aku cuci sekalian," ucap Glenda.
"Jangan, biarkan saja di situ sampai aku memintanya untuk dicuci."
"Baiklah, lekaslah mandi. Aku sudah menyiapkan airnya."
Gundah gulana. Itulah yang dirasakan Darsh saat ini. Sebelum dua membaca tulisan tangan Max, lebih baik dia harus menyegarkan dirinya dulu. Supaya apapun yang terjadi di dalam isi surat itu, Darsh tidak terkejut.
"Apa sebenarnya yang ingin kamu sampaikan padaku, Max? Kenapa kamu tidak mengatakannya langsung? Apakah aku harus main teka-teki seperti ini?" ucap Darsh sembari menenggelamkan badannya pada bathtub. Setelah itu, dia menyandarkan kepalanya.
"Kurasa Max tahu segalanya. Namun, kenapa dia tidak mengatakannya pada kami semua? Kurasa ada kesalahpahaman di sini. Kira-kira Owen menyadari atau tidak tingkah aneh istrinya itu."
Deg!
Semuanya membuat perasaan Darsh tidak menentu. Dia turun dari bathup kemudian pindah ke shower untuk mengguyur badannya supaya semakin segar. Setelah itu dia mengganti bathrobe-nya dengan baju yang sudah di siapkan sang istri.
"Siapkah aku membaca pesan Max? Bagaimana kalau ternyata semua isinya mengenai Willow dan rencana busuknya? Oh, kenapa kami tidak mendengarkan cerita Max terlebih dahulu?"
Penyesalan pun sudah terlambat. Max sudah menjalani hukumannya. Entah, setelah Darsh mengetahui segalanya, mungkin saja Max sudah berubah menjadi orang lain.
"Sayang, sebaiknya kamu ikut ke ruang kerjaku. Bawakan jas itu untukku!" Darsh lebih dulu pergi ke ruang kerjanya. Tak lama, sang istri pun menyusulnya.
"Tolong kunci pintunya! Oh ya, baby W sudah tidur, kan?" Tidak lucu kalau baby W tiba-tiba mencari mommynya.
"Iya, mereka sudah tidur. Memangnya ada apa, Darsh?"
"Berikan jas itu padaku."
Darsh lantas mengambil secarik kertas yang sejak tadi membuatnya penasaran. Dia seperti bermain untuk menyusun puzzle dan menemukan jawaban atas apa yang sedang dilakukan saat ini.
"Apa itu, Sayang?"
"Aku pun sama tidak tahunya denganmu."
Perlahan, Darsh mulai membuka kertas itu. Rupanya tulisan Max hampir memenuhi seluruh halaman itu. Sungguh, dia terkejut di awal kalimat yang di sana Max menyebutkan nama Helga di sana.
Carilah Helga. Aku khawatir kalau dia berada dalam kesusahan.
__ADS_1
"Apa isinya?" tanya Glenda.
"Max meminta kita untuk mencari Helga. Namun, aku bingung. Apa hubungannya Helga, Owen, Max, dan Willow?
Darsh memang tidak pernah tahu di mana Helga berada. Rasanya semua akar masalahnya akan terjawab oleh gadis penggoda itu.
"Bukankah kamu bisa menemukannya di Club malam? Biasanya dia di sana, kan?"
Darsh berpikir sejenak. "Itu tidak mungkin, Glenda. Max meminta kita mencarinya. Itu artinya, dia sudah tidak ada di Club malam."
Sepertinya membutuhkan waktu yang panjang dan terkesan sangat rumit. Tulisan Max di awal saja sudah membuatnya memijit pelipisnya.
"Minta saja orang lain untuk mencarinya. Waktumu akan tersita lebih banyak di kantor dan kecurigaan Willow terhadapmu akan berkurang. Kita memang seharusnya mengurangi intensitas pertemuan dengannya. Kalau bisa, lebih baik kita menghindar saja."
Takut, Glenda sangat takut sekali. Dia tidak ingin suami dan anak-anak menjadi korban Willow. Walaupun mereka belum yakin kalau Willow sepenuhnya salah.
Darsh tidak menyahut ucapan istrinya. Dia fokus untuk membaca surat selanjutnya.
Dia menghilang bersamaan denganku masuk ke tahanan. Dia sengaja menghindari Willow.
"Oh ya ampun. Jadi, Helga itu menghindari Willow. Tapi, untuk apa?" ucap Darsh kemudian.
"Intinya, mungkin saja Helga sudah tahu semua tentang Willow. Sehingga, ketika Max masuk penjara, tak ada lagi orang yang bisa menolongnya selain Max. Bisa jadi, demi menjaga dirinya sendiri, Helga menghilang untuk sementara waktu sampai situasi aman. Tapi, sampai kapan?"
Istrinya benar. Helga harapan satu-satunya. Belum selesai mencari informasi mengenai Willow, dia juga akan mencari keberadaan Helga. Dia merupakan kunci utama yang tahu segalanya tentang Willow. Itu versi sepasang suami istri yang sedang membaca surat dari Max.
Isi surat berikutnya malah membuat Darsh mulai meradang. Dia tidak menyangka bahwa Willow bisa setega itu padanya.
Jaga keluargamu dengan baik karena Willow akan masuk secara perlahan. Dia mencintaimu sejak awal pertemuan kalian.
Deg!
Ini masalah besar. Rupanya dia sudah mengenal Darsh lebih dulu sebelum Darsh mengenalnya. Sehingga pada pertemuan pertamanya di kantor itu, Darsh sebenarnya bersikap biasa saja dan tidak kepikiran sejauh ini.
"Ini namanya dia sudah benar-benar gila, Sayang. Dia sudah menyukai aku dari awal pertemuan kami."
"Cukup aneh, Sayang. Apa mungkin dia mempunyai kepribadian ganda sehingga tidak terlihat kalau sedang menyukaimu? Lalu, kenapa dia sampai menikah dengan Owen?"
Baik Darsh maupun Glenda masih sibuk mengurus teka-teki surat Max yang belum ketemu ujung pangkalnya. Sehingga, secara perlahan Darsh mulai mengambil sikap untuk bertindak lebih dulu. Dia akan mengantisipasi jangan sampai Willow menciptakan kehancuran bagi keluarganya jika itu yang dia inginkan.
__ADS_1