Duplikat Daddy

Duplikat Daddy
Grandma Kembar


__ADS_3

Rumah keluarga Damarion di negara I sudah diliputi kebahagiaan berlebih. Pasalnya, cucu pertama keluarga Damarion akan segera menikah. Namun, mereka belum tahu siapa calon Darsh yang sesungguhnya. Hanya Kayana yang sudah mengetahuinya.


"Sarapan dulu, sayang," ucap Kayana pada putrinya, Jillian.


"Iya, Mom. Oh ya, Grandma, pernikahan Kak Darsh jadi dipercepat ya?" tanya Jillian.


"Iya, Jill. Mumpung Grandma masih sehat," ucapnya sendu. Carlotta merasa badannya sudah mulai ringkih. Dia takut kalau diakhir hayatnya, Carlotta tidak sempat menyaksikan pernikahan salah satu cucunya.


"Grandma jangan bicara seperti itu. Nanti pernikahan Jillian, Grandma pasti selalu sehat." Jillian ingin merasakan pernikahannya juga dihadiri keluarga yang utuh.


"Sayang, stop berbicara seperti itu! Makan dulu, nanti Mommy dan Daddy bisa terlambat ke tempat kerja. Mom harus menyiapkan desain gaun pernikahan untuk calon istri kakakmu," jelas Kayana.


Tak ada pembicaraan lagi. Semuanya fokus menikmati sarapan pagi bersama. Selesai sarapan, masih ada waktu beberapa menit lagi sebelum mereka berangkat ke tempat kerja.


"Ma, ada kabar yang akan membuat kita semua terkejut. Aku yakin, Papa juga pasti terkejut," ucap Kayana memulai pembicaraannya.


"Wah, kabar apa itu, Kay?" tanya Denzel.


"Jadi, calon cucu menantu Papa dan Mama itu masih keluarga Armstrong."


Uhuk!


Tak hanya Felix, Carlotta dan Denzel pun sama terkejutnya. Mereka menatap penasaran pada Kayana untuk melanjutkan ceritanya. Lain halnya dengan Jillian yang belum mengerti siapa keluarga Armstrong yang dimaksud.


"Apa Kak Dizon akan berbesanan dengan Kaki Sean, Mom?" selidik Felix. Karena setahu Felix, Sean pernah ke luar negeri.


"Ini mengejutkan, Kay. Kamu tahu dari siapa? Dan, siapa yang kamu maksud?" tanya Carlotta.

__ADS_1


"Tapi kalian semua janji ya, jangan ada yang terkejut seperti tadi," balas Kayana.


"Ayolah, Mom. Aku pun ikut penasaran pada ucapan Mommy yang menggantung seperti itu," protes Jillian.


Kayana tersenyum menatap mereka satu per satu dengan wajah penasaran masing-masing. Ini pertama kalinya Kayana menjadi pusat perhatian di meja makan.


"Ehm, namanya Glenda Abraham," ucapnya.


Teka teki terputus lagi. Kayana belum menjelaskan secara detail. Suami dan mertuanya nampak sedang memikirkan nama gadis itu.


"Maksudmu, Glenda adalah anak dari Zelene Armstrong?" tanya Felix.


Kayana tersenyum. Mertuanya pun ikut tersenyum mendengarnya. Bagaimana dunia menjadi sesempit ini. Berpisah cukup lama karena mengejar karier masing-masing malah menyatukan putra mereka.


"Mama ikut bahagia. Tak perlu menyelidiki lagi siapa gadis itu. Rupanya kelanjutan masa lalu kalian belum selesai, ya?" ucap Carlotta.


"Iya, Ma. Aku juga sudah lama tidak bertemu dengan Callista. Bahkan, aku tidak tahu kabar anaknya sekarang," terang Kayana.


"Kay, desain undangan pernikahan Darsh sudah selesai? Tidak usah memesan gedung pernikahan, acaranya di gelar di rumah saja. Rumah kita sebesar ini pasti cukup untuk menampung mereka semua, kan?" tanya Carlotta.


"Iya, Ma. Mungkin sebagian keluarga Armstrong akan menginap di rumah Kak Sean," sahut Felix.


Alasan mereka lost contact karena kesibukan Kayana mengejar karier untuk membuka sebuah butik. Dia juga melanjutkan pendidikannya mengenai desain pakaian. Dia ingin mematahkan ucapan papa mertuanya yang menyudutkan Kayana menjadi menantu yang tidak sepadan dengan keluarga Damarion. Setelah keberhasilan Kayana, barulah Denzel mau mengakuinya sebagai menantu. Untung saja Felix selalu mendukung semua keputusan istrinya.


Pernah sekali waktu mereka mengunjungi rumah lama Sean, tetapi mereka sudah pindah. Tidak ada yang memberitahukan kabar terbarunya. Dan juga, SA Corporation yang biasanya di tempat A pindah ke tempat B. Karena kesibukan yang luar biasa menyebabkan mereka belum sempat bertemu sampai saat ini.


...🍒🍒🍒...

__ADS_1


Lain halnya dengan kedua wanita yang berada di negara T. Keduanya sedang berbincang setelah kepergian cucu keduanya. Glenda Abraham lebih sering mengunjungi grandma kembar daripada Aquarabella Armstrong. Cucu pertamanya itu sibuk dengan dunianya sendiri. Sementara Glenda, gadis itu lebih sering berkunjung ke sana kalau ada masalah atau hanya sekadar berlibur.


"Apa yang kamu bicarakan dengan Glenda tempo hari?" selidik Jelita.


"Dia hanya meminta pendapatku mengenai pernikahan saja. Tidak ada yang lain," jawab Jenica santai.


"Apa? Jadi, maksudmu Glenda akan menikah di usia semuda itu?"


"Tak masalah, Jelita. Mau usia berapa pun, kalau lelakinya sudah suka, tak ada salahnya dijalani. Aku tidak pernah menyuruhnya untuk mencoba pernikahan, ya. Tolong kamu garis bawahi bahwa aku hanya meminta Glenda untuk menjalani pernikahannya dengan lelaki yang sudah mencintainya. Itu akan membuat kehidupan Glenda jauh lebih mudah," jelasnya.


"Apa kamu tidak kasihan pada anaknya Sean? Seharusnya kakak sepupunya menikah terlebih dahulu. Aku khawatir saja kalau dia minder sama Glenda. Merasa kalah," balas Jelita.


Jenica tidak bisa mengkhawatirkan cucu pertamanya. Gadis itu kadang terlalu aneh baginya, tetapi Jenica tidak bisa memikirkannya terlalu jauh. Intinya, Jenica tidak dekat dengan Aquarabella.


"Aku hanya mengikuti aliran air saja. Kalau memang Glenda ditakdirkan untuk menikah lebih dulu, apa salahnya? Aku teringat masa muda Zelene yang menikah di usia mendekati 30 tahun."


Kali ini Jelita setuju. Pertikaian masa lalunya dengan saudari kembarnya membawa keduanya hidup dalam kedamaian. Jenica tidak mungkin bisa untuk menyakiti Jelita. Walaupun wanita tua itu pernah menyakitinya di masa lalu.


"Kapan Glenda akan menikah? Kenapa Zelene belum mengabari kita?" tanya Jelita.


"Aku belum tahu. Kita tunggu saja kabar dari mereka. Aku juga sudah tidak sabar untuk bertemu Zelene dan Vigor. Mereka pasti sudah mendidik Glenda dengan sangat baik sampai seorang lelaki datang dan meminang gadis itu. Aku acungi jempol dua untuk lelaki sepertinya. Dia cukup bertanggung jawab pada cucuku. Aku sangat penasaran dengan lelaki itu."


Andaikan grandma kembar tahu kalau calon cucu menantunya adalah keluarga Damarion, apa yang akan mereka berdua perbuat? Menyesal karena dunia itu sempit atau malah mengulang kesalahan masa lalu dengan melarikan Zelene untuk menikah dengan Vigor?


"Ya, kamu benar. Sudah lama kita berdiam diri di rumah. Wanita tua renta seperti kita tinggal menunggu kapan ajal menjemput. Begitu kan maksudmu?" ucap Jelita.


"Bicara apa, kamu? Kita sedang membicarakan Glenda dan lelaki itu, Jelita. Kenapa kamu bawa-bawa ajal segala, sih?" protes Jenica.

__ADS_1


"Maksudku begini, Jenica. Harusnya kita bersyukur karena sebentar lagi salah satu cucu kita akan menikah. Kita masih bisa melihat kebahagiaan mereka di usia yang sudah renta seperti ini," jelas Jelita.


Tak bisa dipungkiri. Keputusan Zelene menikahkan putrinya sudah tepat. Tinggal bagaimana kedua orang tua ini akan terkejut, manakala pernikahan Glenda akan dilangsungkan di tempat keluarga Damarion yang sangat dekat dengan keluarganya. Akan menjadi kejutan terindah untuk kedua wanita tua kembar ini pastinya.


__ADS_2