Duplikat Daddy

Duplikat Daddy
Pernikahan Owen dan Willow


__ADS_3

Hari H pernikahan Willow telah tiba. Semua orang sedang sibuk dengan urusannya masing-masing. Olivia sibuk menyiapkan segala keperluan suaminya. Glenda dan Darsh sibuk bersiap dan menyiapkan kedua bayi kembarnya. Sedangkan calon pengantin perempuan sedang dirias oleh MUA.


Semua pelayan tengah sibuk dengan pekerjaannya. Ada yang membantu menyiapkan tempat catering yang memang sengaja didatangkan dari restoran ZA.


"Ma, bagaimana persiapannya?" tanya Dizon yang baru saja keluar dari kamar mandi. Biasanya dia tipikal pria cuek, tetapi untuk pernikahan ini, Dizon sangat antusias sekali.


"Jangan khawatir. Semuanya sudah sesuai rencana," jawab Olivia sembari memakaikan kemeja ke tubuh suaminya.


"Apa kamu marah kalau kita menerima keberadaan Willow di sini?" selidik Dizon. Walaupun Olivia tahu kalau Dizon pernah menjalin hubungan dengan Diana, mama Willow.


Olivia sesaat menghentikan aktivitasnya. Dia yakin kalau saat ini suaminya sedang khawatir pada kondisi Olivia.


"Untuk apa aku marah. Aku senang bisa membuat gadis itu bahagia. Setidaknya suamiku juga masih lebih baik dari Juvenal!"


Dizon juga tahu kegagalan rencana pernikahan Olivia dengan pria brengsek itu. Rupanya Willow malah menjadi korban kelicikannya.


"Sayang, sebaiknya kita lekas keluar. Tidak ada lagi yang perlu dipermasalahkan tentang keberadaan Willow. Aku menyayanginya seperti putriku sendiri," ucap Olivia lagi.


Suasana di halaman semakin ramai karena kehadiran Owen beserta keluarga besarnya. Pernikahan ini tidak akan pernah disaksikan Max karena lelaki itu masih ada di dalam penjara. Namun, Darsh juga mengabari Justin dan Frey. Siapa tahu salah satu dari mereka bisa datang.


Rupanya undangan Darsh untuk kedua sahabatnya tidak mendapatkan respon seperti yang diharapkan. Darsh mendapati kabar kalau Jillian sedang hamil muda dan tidak bisa ditinggal Justin barang sedetik pun. Sementara Frey, dia sedang sibuk dengan ujiannya.


"Mereka tidak datang?" tanya Glenda disela kesibukannya untuk menyiapkan pakaian suaminya.


"Tidak. Jillian hamil dan Frey ada ujian."


"Tak masalah. Setidaknya masih ada kita, Sayang."


Darsh bersyukur. Hubungannya dengan sang istri semakin membaik pasca malam wedding anniversary kala itu.

__ADS_1


Kini semua orang sedang menunggu kehadiran calon pengantin perempuan yang masih dirias di kamarnya. Perasaan Owen semakin tidak menentu. Pilihannya jatuh pada gadis yang diselamatkan dari kekejaman sahabatnya sendiri.


Saat terlihat Willow keluar dengan gaun pengantinnya, semua mata tertuju kepadanya. Gadis itu terlihat sangat cantik walaupun Veil menutupi wajahnya. Kecantikannya tidak diragukan lagi. Owen jelas sangat beruntung mendapatkan gadis itu.


Tak lama, prosesi pernikahan berlangsung dengan khidmat. Hanya beberapa menit saja, keduanya resmi menjadi sepasang suami istri. Owen menyematkan cincin pernikahan di jari manis istrinya. Kemudian dia mengecup tangan itu dengan lembut sekali.


Willow pun melakukan hal yang sama. Dia menyempatkan cincin pernikahannya. Owen memang menyiapkan cincin pernikahannya.


Setelah penyematan cincin, semua keluarga diminta untuk melakukan foto bersama pengantin. Tak lupa, mereka juga mengucapkan selamat untuk keduanya.


"Selamat, Owen. Akhirnya kamu menjadi saudaraku juga. Sama seperti Justin," ucap Darsh yang lebih dulu maju untuk memberikan selamat.


"Terima kasih, Darsh. Ini juga berkat kamu dan kakak ipar. Bahagia rasanya memiliki seorang istri seperti Willow."


Willow tersipu malu pada suaminya. Veilnya memang sudah dibuka setelah resmi menjadi sepasang suami istri. Sehingga wajah cantik Willow terlihat jelas di mata semua orang.


"Tentu, Owen. Jaga Willow dengan baik, ya! Keluarga kami menitipkannya padamu," imbuh Darsh.


Ketika hampir menjalani sesi foto bersama, tiba-tiba baby sitter kedua bayinya menyerahkan bayi itu pada mereka. Rupanya mama Olivia yang memintanya supaya baby Willy dan Welenora memiliki foto bersama pengantin.


"Wah, lucunya!" seru Owen. Dia sangat tertarik karena melihat kedua bayi itu sangat lucu. Berniat ingin menggendongnya malah mendapat ledekan dari Darsh.


"Jangan digendong! Kamu buat sendiri saja!"


Spontan ucapan Darsh barusan mengundang gelak tawa tamu yang hadir. Bisa-bisanya respon Darsh menjadi berlebihan seperti itu sehingga membuat sepasang pengantin memasang wajah merah karena malu.


Daripada Darsh terus berulah di pelaminan, Olivia dan Dizon lekas maju untuk memberikan ucapan selamat pada anak perempuan yang sudah dianggap seperti anak sendiri. Baik Olivia maupun Dizon sama-sama memberikan ucapan dan pelukan hangat pada sepasang pengantin itu.


"Owen, Tante titip Willow, ya? Jaga dia dengan baik. Perlakukan dia sebaik mungkin. Jika kamu punya keluhan tentangnya, jangan sungkan kabari Tante. Mungkin saja Willow masih belum berpengalaman, jadi Tante harap, jangan sampai itu menjadi masalah untukmu," jelas Olivia disela-sela memberikan ucapan selamat dan foto bersama.

__ADS_1


"Baik, Tante. Owen akan menjadikannya istri yang beruntung karena menikah denganku. Tante jangan khawatir, Willow sudah cukup baik untuk menyesuaikan diri denganku maupun keluargaku."


Jawaban Owen cukup nyaman sekali. Dia memang selalu memperlakukan Willow dengan sangat baik. Sekarang, giliran Dizon yang akan memberikan petuahnya pada Willow.


"Willow, walaupun Om orang lain di dalam kehidupanmu, tetapi Om harap kamu tidak merasa sendirian lagi. Kami sudah menganggapmu seperti putri kami dan bagian keluarga kami. Ingat untuk sering berkunjung karena istriku pasti akan sangat merindukanmu," ucap Dizon. Olivia semakin bahagia karena semakin tua, suaminya itu semakin bisa memberikan kehangatan.


Mungkin saat ini yang sedang merasakan hal seperti itu adalah Glenda. Dia terkadang masih mengeluhkan sikap dingin suaminya.


"Terima kasih, Om. Om Dizon sudah mau menerimaku dengan baik. Padahal mama dulu sempat jahat sama Om dan keluarga," balas Willow.


"Sudahlah, lupakan! Lagi pula semuanya sudah berakhir dan kamu juga berhak bahagia. Oh ya, Owen, jangan lupa jaga istrimu dari papa brengseknya itu. Jangan sampai dia mengganggu kehidupan putrinya," pesan Dizon.


Jika bukan karena antrean untuk mengucapkan selamat sudah mengular panjang, Dizon akan terus saja memberikan pesan pada pengantin baru itu. Mengingat sekarang Willow sudah masuk menjadi tanggung jawabnya dan keluarga.


Setelah semua tamu undangan memberikan selamat dan mengikuti sesi foto bersama, sekarang giliran sepasang pengantin untuk melempar buket bunga yang akan menjadi rebutan di setiap pernikahan. Semua gadis dan lelaki sudah berjajar di sana untuk bersiap-siap memperebutkan buket bunga yang menjadi lambang bahwa akan menyusul sepasang pengantin untuk ke pelaminan.


Suara teriakan meminta untuk lekas di lempar karena mereka sudah tidak sabar ingin mendapatkan. Namun, Owen dan Willow masih terus mengecoh mereka dengan beberapa kali mecoba melemparnya, namun masih tertahan di tangannya.


Sampai pada akhirnya Owen mencoba mengajak mereka berhitung lagi.


"Ayo, kita hitung sama-sama. Satu, dua, ti...." Teriakan Owen langsung disambut antusias tamu undangan.


Dan, hap!


Seseorang berhasil menangkap buket bunga itu hanya dengan satu tangannya. Semua orang terkejut melihat siapa yang mendapatkan buket bunga itu. Siapakah orang itu?


...🍃🍃🍃...


Sambil menunggu update, yuk kepoin karya baru netas milik teman Emak. Jangan lupa masukkan favorit dan tinggalkan jejak komentar setelah membacanya. Hawa-hawa perdudaan bucin akut, nih...

__ADS_1



__ADS_2