
Suasana restoran BC di malam hari sangat nyaman dan semakin indah dengan kerlap-kerlip lampu yang disusun sedemikian rupa.
Malam ini, Darsh datang sedikit lebih awal dari waktu yang sudah ditentukan. Jangan tanyakan drama sebelum pergi karena Dizon sempat menolak. Dia tidak mau bertemu dengan calon besannya. Bukan karena malas atau apa, tetapi karena Dizon merasa akan terwakilkan jika istrinya dan Darsh saja yang pergi. Namun, Olivia tidak bisa menerimanya dan tetap memaksanya untuk pergi.
"Lihat, mereka tidak bisa on time!" gerutu Dizon.
"Papa ... lihatlah jam tanganmu! Ini masih beberapa menit lagi," balas Olivia.
"Ma, Pa, sebaiknya kita memilih tempat duduk di sebelah sana," ajak Darsh.
Tempat yang dipilih Darsh terletak di tengah ruangan yang mampu dijangkau orang dari arah mana saja. Glenda tidak akan susah untuk menemukannya.
"Darsh, kamu pesan makanan langsung atau menunggunya?" tanya Dizon.
"Kita tunggu kedatangan mereka dulu, Pa," sahut Olivia.
"Ma, aku sudah lapar," sahutnya.
Ketika mereka berdebat mengenai pesanan makanan, dari balik punggung Darsh dan keluarganya, Glenda datang bersama kedua orang tuanya.
"Darsh," panggil Glenda.
Lelaki itu beserta kedua orang tuanya berdiri dan menengok ke arah hadirnya gadis itu.
Sepersekian detik, bukan hanya Darsh saja yang terkejut, melainkan kedua orang tuanya juga. Mereka saling menatap satu sama lain.
Darsh terkejut karena penampilan gadis itu sangat jauh dari perkiraannya. Dia mengira gadis itu benar-benar sangat sederhana, tetapi kenyataannya bisa tampil mewah dengan gaunnya yang terlihat sangat elegan.
Lain halnya dengan kedua orang tuanya. Bukan malah mengomentari tentang siapa gadis itu, melainkan memberikan kejutan yang tidak pernah diduga oleh kedua anaknya.
"Apakah kita perlu berkenalan lagi?" tanya Vigor yang mewakili rasa terkejutnya.
Glenda belum bisa mencerna ucapan daddynya itu. Dia sedang berusaha untuk menangkap maksud yang tersembunyi dari ucapannya. Belum lagi melihat wajah Mommynya yang tampaknya tidak suka dengan orang yang ditemuinya saat ini.
__ADS_1
"Apa maksudnya, Dad?" tanya Glenda.
"Sekian lama rupanya kita baru dipertemukan di sini," sahut Dizon.
Kali ini Darsh baru paham maksud ucapan Papanya. Sementara Olivia agak terkejut karena gadis yang disukai anaknya merupakan anak dari orang yang pernah dikenal dimasa lalu.
"Apakah kalian saling kenal?" tanya Darsh.
"Ze, sebaiknya kita duduk dulu di sini. Ajak suamimu juga," ucap Olivia. Dia belum menjelaskan apapun kepada putranya ataupun gadis yang bernama Glenda.
"Mom, jelaskan maksud semua ini," pinta Glenda.
"Kita duduk dulu, sayang," ajak Zelene.
Sesaat setelah berada diposisinya masing-masing, mereka semua terdiam. Keempat orang dewasa itu sudah bisa mencerna apa yang tarjadi. Sementara antara Darsh dan Glenda, sama-sama terdiam melihat tingkah orang tuanya.
"Darsh, bisa jelaskan pada Mama apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Olivia.
Darsh yang mendapatkan interogasi terlebih dahulu merasa kalau ada hubungannya masa lalu orang tuanya dengan orang tua gadis yang disukainya.
Lama tak mendapatkan jawaban, akhirnya Olivia memutuskan untuk melanjutkan pembicaraannya.
"Jadi begini, Ze. Langsung saja aku akan mengatakan tujuan pertemuan kita pada malam ini tanpa mengurangi rasa hormatku kepadamu dan suami. Sepertinya di sini mereka berdua harus tahu kalau dimasa lalu kita pernah saling terhubung, walaupun tidak sepenuhnya baik." Olivia melirik suaminya.
Dizon sudah menceritakan semuanya tentang bagaimana dia berseteru dengan Sean. Begitupun dengan Zelene yang sempat membenci suaminya. Namun, untuk saat ini masih terlihat jelas kebencian di wajah wanita paruh baya itu.
"Aku juga terkejut, dokter. Bagaimana bisa putriku mengenal putramu?" tanya Zelene.
Jadi, Mama dan Papa sudah mengenal orang tua Glenda jauh sebelum aku mengenal gadis ini? Ini terdengar sangat rumit. Aku rasa bukan kami yang akan memutuskan, melainkan kedua belah pihak. Batin Darsh.
Aku tidak akan pernah tahu hasil akhirnya. Sepertinya hubungan Mommy dengan orang tuanya Darsh tidak baik dimasa lalu. Aku harus bagaimana? Batin Glenda.
Bukan tanpa alasan, Glenda sudah menyukai lelaki itu. Bagaimana jadinya jika orang tuanya memutuskan hubungan secara sepihak? Glenda menjadi pendiam dan tidak berani bertanya apapun.
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu, Ze. Oh ya, sebelumnya aku meminta maaf atas nama putraku. Dia mungkin terlalu terburu-buru untuk meminang putrimu," ucap Olivia.
Jangan tanya bagaimana kedua sikap pria dewasa itu. Keduanya terdiam tak berani berbicara sedikitpun. Pertama, bisa jadi salah satunya akan terbawa emosi. Kedua, mereka berusaha menahan amarahnya untuk tidak ribut di tempat yang ramai.
"Tidak, Ma. Aku memang sudah menyukai Glenda sejak awal pertemuan kami," sahutnya. Usahanya untuk mengenal gadis itu rupanya tidak hanya rumit, tetapi sangat rumit.
"Darsh!" seru Dizon. "Kamu bisa mencari gadis lain lagi."
Glenda merasa tidak nyaman karena ucapan papanya Darsh barusan. Dia memang sudah menyukai Darsh, tetapi melihat ketidak sukaan papanya terhadap dirinya membuat Glenda terdiam.
"Tak perlu khawatir, sayang. Kamu juga bisa mencari lelaki yang jauh lebih dewasa dibandingkan dengannya," tunjuk Vigor pada Darsh. Dia merasa direndahkan atas ucapan Dizon barusan.
Zelene yang sejak awal merasa tidak nyaman karena pertemuan ini berusaha untuk membuat suaminya tetap sabar. Dia selalu menghormati dokter Olivia seperti kepada kakaknya.
"Honey, please! Jangan ribut di sini. Mommy akan menyelesaikan permasalahan putri kita," bujuknya.
"Aku tidak sudi besanan dengan pria sepertinya," gerutu Vigor yang masih bisa didengarkan oleh Dizon dan Olivia.
"Sebaiknya kita pesan makanan dulu," usul Olivia untuk mencairkan suasana, tetapi suaminya menolak.
"Maaf, aku mendadak tidak lapar," sahutnya.
Tatapan mata antara Darsh dan Glenda diliputi rasa kecewa teramat dalam pada orang tuanya. Mereka masih saja menghubungkan masa lalunya dengan hubungan anak-anaknnya.
"Darsh minta tolong untuk fokus pada permasalahan ini, bukan dengan masa lalu kalian," tegasnya.
Vigor yang awalnya kesal terhadap Dizon, kini berbalik menatap putranya. Dia memang terlihat mirip dengan Dizon, tetapi ketegasannya membuat Vigor mulai tertarik kepadanya.
"Tidak bisa begitu, Darsh. Kami punya masa lalu yang buruk," balas Dizon. Dia tidak mau kalau ternyata harus menjadi besan Vigor dan Zelene. Suasana kehidupan sehari-harinya bisa saja terasa runyam jika sering bertemu mereka.
Awalnya sikap Zelene sepertinya setuju dengan hubungan ini, tetapi tiba-tiba saja wanita paruh baya itu mengatakan hal diluar dugaannya.
"Maaf, Kak Oliv. Kami belum bisa menyerahkan Glenda begitu saja. Banyak pertimbangan yang harus kami pikirkan ulang," balas Zelene.
__ADS_1
"Mom?" ucap Glenda. Tatapan mata gadis itu mulai berkabut. Rasanya tidak siap kalau hubungannya dengan Darsh berakhir seperti ini. Belum berjuang sudah mati duluan karena keegoisan kedua orang tuanya.