Duplikat Daddy

Duplikat Daddy
Pernikahan JJ


__ADS_3

Suasana rumah orang tua Darsh terlihat ramai. Setelah dekorasi pernikahan terpasang indah di sana, beberapa karyawan yang mengurus catering juga sudah disiapkan. Kali ini bukan dari restoran ZA, melainkan dari Kafe milik Owen. Justin dan Jillian sudah sepakat bahwa yang mengurus catering adalah Owen.


Justin meminta catering berkonsep Kafe mix Restoran. jadi, ada beberapa makanan dan minuman khas Kafe yang disediakan. Mereka mengusung tema pernikahan out door yang sangat santai. Rumah orang tua Darsh yang begitu luas mampu mewujudkan keinginannya.


Spesial di pernikahan itu karena kedatangan orang tua Jillian dan Justin. Sementara untuk teman-teman Jillian bisa melihatnya secara virtual karena Jillian sudah berjanji akan mengadakan resepsi pernikahan kedua di tempat tinggalnya.


Di sebuah kamar, sepasang suami istri sedang bersiap. Glenda memutuskan untuk memilih salah satu gaun yang ditawarkan butik langganan mama mertuanya. Kali ini dia terlihat sangat cantik dengan gaunnya. Make up yang natural membuatnya terlihat cantik alami.


"Sayang, tumben kamu secantik ini," puji Darsh untuk pertama kalinya.


"Kamu baru menyadari kalau istrimu cantik, bukan?"


"Tidak seperti itu, Sayang. Kamu selalu cantik. Oke?"


"Hemm."


"Sayang, apa kamu tidak ingin pernikahan seperti Jillian? Bukankah pernikahan kita tidak ada resepsi sama sekali?"


Glenda sebenarnya menginginkannya, namun karena waktu itu bersamaan dengan duka keluarga suaminya, Glenda mengurungkan niatnya. Sampai dia juga harus membatalkan rencana makan malam di restoran milik keluarganya. Menurutnya itu sudah tidak penting lagi karena suaminya tidak menginginkannya.


"Tidak, bukankah kamu sejak awal tidak menginginkan resepsi pernikahan? Lalu, untuk apa aku susah payah memikirkan pernikahan indah seperti itu?"


"Kamu tidak memahamiku, Glenda. Aku menginginkannya, namun sepertinya kamu tidak."


Deg!


Seolah sekarang semua adalah karena Glenda. Suaminya bahkan tidak membahas masalah resepsi itu. Melihat istrinya terdiam, Darsh memutuskan sesuatu yang sangat penting dalam hidupnya.


"Setelah anak-anak kita lahir, kita akan melangsungkan resepsi pernikahan. Aku akan memperkenalkanmu pada publik bahwa kamu adalah istri dari CEO DD Corporation. Maaf, aku terlalu mengabaikanmu."


"Baiklah, aku setuju."

__ADS_1


Lain halnya suasana di kamar calon pengantin perempuan. Kayana sebagai mommy Jillian yang sudah tiba sejak beberapa hari yang lalu kini sibuk membantu putrinya bersiap.


"Sayang, bagaimana perasaanmu hari ini?"


"Jillian bahagia, Ma. Keputusanku ini semoga bisa membuat daddy memikirkan lagi untuk meneruskan Damarion Corporation. Jill berharap agar papa mau menjadikan Kak Justin sebagai CEO-nya. Dia sangat berbakat, Mom."


"Tentu saja, Sayang. Boleh mommy tahu alasannya kenapa kamu lebih memilih Justin daripada Frey?"


Jelas mommynya sudah tahu alasan apa yang akan diucapkan anak gadisnya itu. Justin memberikan kepastian sementara Frey tidak meninggalkan apapun untuknya.


"Mommy sudah tahu jawabannya."


"Mana mungkin Mommy tahu. Bukankah Mommy bertanya padamu, Sayang."


"Kak Justin bisa memberikan semua kebahagiaan untukku, Mom. Dia juga memberikan kepastian. Aku bisa apa kalau dia sudah memberikan segalanya. Bukannya aku mau membandingkan dengan Kak Frey, Mom. Dia hanya masa lalu."


Putrinya benar. Frey memang perlu dilupakan demi kebahagiaannya di masa mendatang. Setelah selesai memasang Tiara dan Veil di rambut putrinya, Kayana meminta gadis itu untuk bercermin.


Rasanya seperti baru kemarin Kayana melahirkan gadis itu. Sekarang seorang lelaki datang untuk menikahinya. Bagaimana pun, dia harus melepaskan putrinya.


Olivia terburu-buru masuk ke kamar Jillian. Dia ingin melihat kesiapannya karena calon pengantin prianya sudah datang bersama keluarga. Sebelum melanjutkan resepsi, mereka akan melakukan prosesi pernikahan.


"Sayang, maafkan Aunty. Justin sudah menunggumu. Lekaslah keluar!"


"Iya, Kak. Aku akan membawa putriku ke depan. Suamiku di mana?"


"Sudah menunggu kalian di depan," jawab Olivia.


Suasana di halaman semakin riuh karena sedang menunggu kedatangan calon pengantin perempuan. Petugas pencatat pernikahan pun sudah berada di sana. Begitu juga dengan Darsh dan istrinya. Orang tua Glenda juga berada di sana. Semua keluarga inti sedang berkumpul kecuali Papa dari keluarga Damarion yang sedang sakit.


Tak butuh waktu lama, prosesi pernikahan telah berlangsung sehingga kini Justin dan Jillian sudah sah sebagai pasangan suami istri. Beberapa keluarga memberikan ucapan selamat pada mereka.

__ADS_1


Kemeriahan belum berakhir karena kedatangan satu pasangan baru lagi yang sangat mengejutkan. Siapa lagi kalau bukan Max dan Willow. Semenjak mamanya meninggal, Willow memutuskan untuk menjalin hubungan serius dengan Max. Dia merasa kalau hanya pria itu yang bisa menerimanya. Walaupun dia belum berkata jujur tentang apapun yang pernah dihadapi sebelumnya.


"Justin, selamat ya," ucap Max yang baru saja datang. Willow melingkarkan tangannya di tangan lelaki itu.


"Terima kasih, Brother! Lekas menyusul, ya," balas Justin.


"Jill, selamat. Aku minta maaf pernah membuatmu takut." Max bergeser untuk mengucapkan selamat kepada Jillian. Gadis itu pernah merasa ketakutan karena ulah Max yang selalu mengejarnya.


"Sama-sama, Kak. Tak masalah untukku. Hari baru sudah kudapat. Semoga kakak juga lekas menyusul." Jillian melirik ke arah wanita yang terus berada di samping Max. Dia memang belum pernah bertemu, namun Jillian berharap kalau gadis itu berada pada lelaki yang tepat.


Kini giliran Darsh dan Glenda yang maju untuk mengucapkan selamat pada adik sepupunya. Dengan perutnya yang sudah membesar, agak kesulitan untuk naik ke panggung dekorasi pernikahan.


Darsh dengan sangat telaten menggandeng tangan istrinya dan menolongnya untuk bisa naik dengan mudah. Sekarang keduanya sudah berada di depan sepasang pengantin baru untuk memberikan selamat pada mereka.


"Jill, selamat ya," ucap Darsh.


"Terima kasih, Kak. Doakan agar aku juga lekas menyusul kakak ipar untuk secepatnya bisa hamil," ucapnya tanpa malu di hadapan Justin.


"Jangan buru-buru! Nikmatilah kebersamaan kalian. Nanti kalau sudah sepertiku, baru menyesal," sahut Glenda. Niatnya masih ingin menikmati kebersamaannya dengan sang suami malah mendadak hamil secepat ini.


"Baiklah, Kakak ipar. Aku akan memikirkannya lagi," ucap Jillian. Lagi pula, dia tidak akan memutuskannya sendiri. Ada Justin yang akan memberikan keputusan bersama.


Mengucapkan selamat sudah selesai. Beberapa orang bergantian untuk meminta foto bersama dengan sepasang pengantin. Tak lupa, semua orang tua juga berada di sana untuk melakukan sesi foto bersama.


Acara selanjutnya makan bersama dengan menu yang sudah disiapkan Owen beserta karyawannya. Vigor sangat senang karena lelaki yang sudah belajar darinya kini terlihat berhasil. Dia bahkan berani menghandel pesta pernikahan seperti ini dengan konsep Kafenya yang luar biasa.


"Owen, selamat ya. Selain sepasang pengantin yang berbahagia, aku turut bahagia atas keberhasilanmu," ucap Vigor.


"Terima kasih, Om. Jika bukan karena Om dan Darsh, Owen tidak akan mungkin mendapatkan pencapaian yang luar biasa ini."


Pernikahan Jillian membuat semua orang terlihat sangat bahagia. Tidak hanya satu keluarga, melainkan beberapa keluarga yang berada di sana. Kehidupan baru segera dimulai untuk beberapa pasangan yang berada di sana. Darsh yang sebentar lagi memiliki anak. Justin dan Jillian yang baru saja menikah. Max yang sudah menemukan tambatan hatinya dan Owen yang sedang berjuang untuk mendapatkan tambatan hatinya.

__ADS_1


__ADS_2