
Beberapa bulan kemudian, Willow sudah keluar dari rumah sakit dan tetap tinggal bersama Owen. Bahkan keduanya dalam waktu dekat akan melangsungkan pernikahan. Sementara Max harus mendekam di penjara untuk beberapa tahun ke depan. Rasanya ini hukuman yang pantas untuk lelaki itu.
Beda lagi dengan Darsh dan Glenda. Ini ulang tahun pernikahan pertama mereka. Namun, Glenda tidak mau ada perayaan apapun. Mengingat Darsh sudah berpesan bahwa tidak akan ada perayaan anniversary mereka karena tanggal pernikahan bertepatan dengan kematian grandmanya.
Mereka sudah pindah ke rumahnya sendiri semenjak kedua orang tua Darsh kembali. Kabar kesehatan Grandpanya semakin membaik. Tepat satu tahun pernikahannya, Darsh tetap pergi ke kantor. Tak ada hari yang spesial untuknya. Glenda terus saja merenung di kamar semenjak suaminya pergi bekerja.
"Sudah setahun kami menikah. Rasanya kebahagiaan datang berlimpah ruah. Namun, ketika tepat satu tahun usia pernikahan kami, tiada perayaan ataupun sekadar makan malam bersama. Ini hari berkabung untuk mengenang kepergian grandma. Darsh pasti sangat bersedih."
Benar saja. Sampai kantor, Darsh meminta stafnya untuk membatalkan semua rapat hari ini. Darsh juga meminta mereka untuk tidak terlalu bersenang-senang karena hari ini bertepatan dengan satu tahun meninggalnya grandma.
Darsh menutup tirai jendelanya sehingga ruang kerjanya terlihat tidak tampak kehidupan sama sekali. Darsh termenung. Dia mengingat bagaimana setahun yang lalu menikah dan sekarang telah memiliki dua bayi mungil.
"Sepertinya aku terlalu berlebihan pada Glenda. Dia jelas mengharapkan sesuatu yang istimewa di hari pernikahan kami. Lagi pula grandma meninggal karena sakit. Ini sangat tidak adil kalau aku melarang Glenda untuk merayakan satu tahun wedding anniversary kami."
Darsh berdiri kemudian membuka tirai jendelanya. Dia juga meminta stafnya untuk menyusun kembali jadwal yang sudah dimintanya untuk dibatalkan. Semuanya sudah berbeda dan tak perlu lagi penyesalan. Toh dia menikah juga mendapat restu dari grandmanya.
Beberapa stafnya terasa aneh dengan sikap CEO-nya hari ini. Baru datang meminta pembatalan meeting secara sepihak. Mendadak siang, tiba-tiba meminta jadwal ulang meeting untuk hari ini. Untung saja meeting intern perusahaan. Kalau sampai meeting dengan klien dari luar, bisa langsung dimaki-maki mendadak.
Setelah menyelesaikan pekerjaan hari ini, Darsh memanggil salah satu staf untuk memintanya memesan sesuatu.
"Ada apa, Tuan?" tanya Staf tersebut.
"Reservasi restoran untuk makan malam hari ini. Mintalah untuk membuat konsep candle light dinner untuk dua orang. Reservasi atas namaku, Darsh Damarion, tepat jam tujuh malam. Dan belikan gaun untuk malam ini. Lekas kirim ke ruanganku. Carikan gaun warna merah maroon yang sopan seukuran denganmu. Kurasa istriku tidak terlalu kurusan sepertimu," jelas Darsh panjang lebar.
"Baik, Tuan. Semuanya akan siap dalam dua jam lagi. Karena dengan butik, aku harus memilihkan yang bagus untuk Nyonya Damarion."
"Baguslah. Lekas kamu urus ya!"
Ini pertama kalinya Darsh akan memberikan kejutan pada istrinya. Dia tidak mungkin melakukannya sendiri. Itulah sebabnya dia meminta Stafnya untuk mengurus segalanya. Darsh terima beres.
...🍃🍃🍃...
__ADS_1
Sepulang kerja, Darsh membawakan Glenda paper bag yang berisi gaun untuk istrinya. Tak lupa, dia memberikan buket bunga mawar merah dan sekotak perhiasan yang baru dibelinya barusan.
Darsh langsung masuk ke kamar. Menurut ucapan pelayannya, istrinya baru saja masuk ke kamar. Dua bayinya baru saja tertidur. Saatnya Glenda berisitirahat di dalam kamar.
Darsh langsung membuka pintunya. Buket bunga yang dibawanya masih berada di tangan kanannya. Sedangkan perhiasan dan gaun yang sama-sama berada di paper bag masih berada di tangan kirinya.
"Darsh, sudah pulang?"
Sesaat Glenda terdiam menatap buket bunga dan paper bag di tangan suaminya. Dia tidak berani berkomentar apapun. Walaupun hari ini adalah wedding anniversary-nya, Glenda berusaha menutup rapat keinginan terbesarnya untuk meminta satu hal itu.
"Sayang, ini untukmu." Darsh memberikan semua yang ada di tangan.
Deg!
Ini bukan mimpi, kan? Tetapi untuk apa dia memberikannya padaku?
"Ini semua untuk apa, Darsh?"
"Malam ini bersiaplah. Aku akan mengajakmu ke suatu tempat."
Deg!
Rasanya masih tidak percaya ketika membuka paper bag dan melihat gaun indah serta satu set perhiasan emas. Agak aneh memang, tetapi Glenda tidak akan bertanya terlalu jauh. Dia sangat takut untuk menyakiti perasaan suaminya.
...🍃🍃🍃...
Meninggalkan dua bayi mungil agak cukup lama membuat Glenda khawatir, namun kedua baby sitter-nya meyakinkan kalau ini akan baik-baik saja.
Setelah setahun pernikahan, ini pertama kalinya Darsh mengajak Glenda keluar entah untuk apa karena Glenda belum paham. Maksudnya keluar dalam artian hanya berdua saja seperti sepasang kekasih.
"Maaf harus mengajakmu dengan meninggalkan dua bayi kita. Aku hanya ingin membuatmu berbahagia. Aku meminta maaf jika selama ini membuatmu bersedih."
__ADS_1
Glenda memakluminya. Namun, ada hal yang mengganjal di benaknya. "Darsh, maaf sebelumnya. Ini dalam rangka apa?"
"Wedding anniversary kita."
Deg!
Ada raut bahagia terpancar, tetapi juga kesedihan mendalam. Ini bukan mimpi, kan? Darsh membawanya ke sebuah meja restoran yang sudah ditata sesuai konsep yang dipesannya. Candle light dinner di outdoor restoran. Pemandangan langit di malam hari sangat indah.
Setelah duduk, barulah makanan dan minumannya disiapkan. Musik pengiring juga terdengar disela-sela pembicaraan mereka.
"Darsh, bukankah kamu tidak menginginkan semua ini?"
Pertanyaan istrinya cukup masuk akal. Pasalnya, Darsh yang menolak mengadakan acara seperti ini karena masih mengenang kepergian grandma kesayangannya.
"Aku berubah pikiran, Sayang. Lagi pula, grandma menyatukan kita dengan cinta. Mana mungkin aku menyia-nyiakan kesempatan bagus seperti ini. Bukankah aku berhak membahagiakan istriku?"
Glenda terharu. Darsh mulai mengambil makanan kemudian menyuapi sang istri. Sangat romantis sehingga Glenda tidak mampu berucap sepatah kata pun. Malam indah ini milik berdua.
Keduanya kemudian melanjutkan malamnya sekadar untuk berbincang mengenang masa lalunya. Mereka juga menyusun kebahagiaan untuk masa mendatang. Darsh memeluk istrinya dari belakang dan sesekali mengecup leher jenjang istrinya.
"Darsh, kalau seperti ini aku bisa semakin gila." Glenda sudah terjerat dengan sikap romantis suaminya.
"Kenapa? Apa kamu merindukan sentuhanku?"
Glenda tertawa. Ini sangat lucu memang. Darsh bisa setahan itu untuk mengabaikan dirinya beberapa lama.
"Mau dijawab jujur atau bohong?"
"Katakan saja!"
"Aku wanita normal, Darsh. Mana mungkin aku tidak menginginkan sentuhan dari suamiku yang telah menyumbangkan bibit bayi kembar yang sangat lucu itu," jawab Glenda yang membuat Darsh semakin bersemangat. Setelah malam ini, Darsh akan membahagiakan istrinya secara keseluruhan. Lahir maupun batin.
__ADS_1