Duplikat Daddy

Duplikat Daddy
Hadiah dari Max


__ADS_3

Mengenai ucapan Darsh barusan memang benar. Lebih baik memilih gadis yang membuatnya nyaman daripada gadis-gadis yang mengejarnya, tetapi tak satupun yang membuat Darsh menyukai mereka. Justru Darsh seakan menghindarinya karena sudah malas menanggapi ulah mereka.


"Oke, Darsh. Tak masalah. Maafkan aku sudah mengejutkanmu," ucap Frey.


Rencananya selepas makan siang, Frey akan mencari tiket pesawat seperti yang disampaikan oleh Darsh. Semakin ditunda, Frey takut mengecewakan sahabatnya.


"Tak masalah, Frey. Kamu sudah menjadi sahabat dan asisten yang terbaik untukku."


Masalah tiket pesawat gampang untuk Frey, tetapi ada satu masalah yang membuatnya kesulitan. Mengumpulkan semua sahabatnya dan mendadak mengajak mereka pergi. Tidak akan menolak memang, tetapi penyampaiannya itu yang sulit. Apalagi Darsh belum mengatakan pada mereka kalau pernikahan dipercepat. Benar-benar seperti dikejar deadline.


"Darsh, aku butuh bantuanmu. Ini terkesan sangat lucu, bukan? Asisten meminta bantuan Bosnya. Kapan lagi. kalau tidak sekarang. Lagi pula, ini masalah yang sudah kamu timbulkan juga," ucap Frey. Dia sedang mencari jalan keluarnya.


"Katakan, kamu butuh apa?"


"Aku minta kamu sampaikan pada Max, Justin, dan Owen mengenai keberangkatan yang terkesan mendadak itu. Kamu tahu sendiri kan, mereka pasti akan bertanya aneh-aneh padaku."


"Baiklah, sore ini kita bertemu di rumahmu. Aku akan mengirimkan pesan pada mereka," balas Darsh.


...☘️☘️☘️...


Sore hari di kediaman keluarga Frey Matteo, mereka semua berkumpul sesuai permintaan Darsh. Semenjak Darsh akan menikah, semua sibuk dengan urusan masing-masing. Bukan karena mereka tidak ada waktu untuk bertemu, tetapi malas saja kalau mereka keluar dengan kondisi tidak lengkap. Rasanya seperti ada yang kurang.


"Darsh, ada apa lagi? Bukankah kamu sibuk mengurus pernikahanmu yang akan dilangsungkan tiga minggu lagi. Kamu tahu, kami tidak bisa membantumu sama sekali," ucap Owen.


Mereka memang tidak dilibatkan untuk mengurus semua persiapannya. Tugas mereka hanya akan menjadi tim hore yang akan meramaikan pernikahan Darsh. Tidak akan ada bridesmide ataupun groomsmen dalam acara itu. Darsh meminta mereka untuk berbaur dengan tamu undangan.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Owen. Cukup siapkan diri kalian karena empat hari lagi, kalian akan berangkat ke negara I," jelas Darsh.


"What? Empat hari lagi, Darsh? Bukankah pernikahanmu masih seminggu lagi? Memangnya selama menunggu di sana, kita bebas berlibur? Oh ya, aku tidak bisa meninggalkan showroom terlalu lama," balas Max.


"Pernikahanku dipercepat oleh grandma. Awalnya memang satu bulan lagi dari pertunangan, tetapi grandma meminta dua minggu lagi. Sekarang kurang beberapa hari lagi. Aku minta maaf pada kalian."


Kejutan yang sangat luar biasa di sampaikan Darsh. Kelima sahabat itu, satu per satu akan mulai mendapatkan pasangannya masing-masing. Justin dan Owen cukup diam dan mendengarkan. Kalaupun mau membantah atau berkomentar juga percuma saja. Semua sudah diatur keluarga Darsh dengan sangat baik.


"Justin, Owen, kalian tidak terkejut? Kalau Tuan Frey, aku rasa dia sudah tahu. Apalagi Jillian sudah memilihnya. Tentu saja tahu lebih banyak dari kita dan mengenai pernikahan yang dipercepat ini," sindir Max. Max masih tidak percaya kalau gadis incarannya lebih memilih Frey daripada dirinya.


"Max, apa yang kamu katakan? Aku baru tahu hari ini dan meminta Darsh mengatakan langsung kepada kalian. Kenapa seolah kalian menuduhku mengetahui segalanya," bantah Frey.


"Max, sudah kukatakan berulang kali. Masalah wanita jangan sampai membuat persahabatan kita pecah. Lagi pula, Frey tidak merebut Jillian darimu kan? Dia memang dipilih oleh Jillian. Jadi, stop untuk saling sindir," tegur Owen.


"Oke, aku tidak akan diam, Owen. Puas kamu?" balas Max.


"Tentu saja, Max. Terima kasih. Aku tidak ingin ada kegaduhan dalam persahabatan kita. Kalian semua harus ingat. Tidak boleh merebut apa yang sudah menjadi milik orang lain. Jika salah satu kalian melanggar, aku tidak segan untuk memutuskan hubungan persahabatan kita," ancam Owen.


"Aku setuju denganmu, Owen. Aku juga tidak menyesal kalau Jillian lebih memilih Frey, tetapi aku sangat penasaran, siapa gadis yang bisa memikat Tuan Kaku, sahabat kita ini?" sahut Justin.


Beberapa detik mereka saling pandang. Rasa penasarannya terlalu tinggi. Apakah gadis itu dari kalangan sosialita yang menyebabkan Darsh enggan menerima salah satu gadis penggoda itu? Ataukah dari kalangan sultan yang memang selevel dengan Darsh?


Darsh menarik napas panjang kemudian menghembuskannya. Ini saatnya semua sahabatnya tahu mengenai gadis yang sudah mengusik ketenteraman hatinya. Mereka pasti akan terkejut bahkan sampai tidak mampu berkata apapun. Mungkin juga akan menuding Darsh turun level. Apapun itu, Darsh tidak peduli.


"Calon istriku hanya seorang pelayan restoran," ucapnya.

__ADS_1


Jeduar!


Tentu saja ketiga sahabatnya itu memberikan respon yang bermacam-macam. Max dengan tawa mengejek, Justin dengan candaan yang menurutnya pantas untuk dilontarkan karena sahabatnya ini malah memilih seorang pelayan, dan Owen yang tersenyum datar.


"Sudah tertawanya, Max?" tanya Darsh.


Max menghentikan tawanya dan menatap Darsh secara intens. "Aku cuman mau mengatakan, Darsh, seleramu terlalu rendahan. Ya, bukan maksudku untuk menghina calon istrimu, kenyataannya memang begitu. Ada anak konglomerat, tetapi kenapa kamu malah memilihnya? Nanti, kalau sudah menikah dan kamu mengajaknya keluar bersama kami, aku yakin istrimu akan terkejut dengan pergaulan Club malam kita."


Darsh menanggapinya biasa saja karena Glenda merupakan paket pas untuk dirinya. Ucapan Max tak perlu digubris lebih jauh karena Glenda adalah anak pemilik restoran ZA. Tanpa mereka tahu, Glenda sudah selevel dengannya.


"Max, jaga ucapanmu!" sentak Frey.


"Iya, Max, apapun pilihan Darsh, kita tidak berhak untuk memprotesnya. Kalau seandainya itu terjadi padamu, bagaimana? Bukan maksudku untuk menyumpahimu, ya," sahut Owen.


Deg!


Ucapan Owen langsung mengenai ulu hatinya. Kalau sampai itu terjadi, dia tidak akan menundukkan wajahnya karena malu. Justin dan Frey tidak berkomentar. Giliran mereka menjadi pendengar yang baik.


"Darsh, maafkan aku. Sebagai permintaan maafku padamu, maukah kamu menerima hadiah bulan madu dariku. Ya semacam berlibur ke pulau pribadi. Kalau kamu mau, aku akan mengurusnya," ucap Max.


Darsh senang karena Max sudah menyadari kekeliruannya. Mengenai masalah bulan madu, dia belum memutuskan akan pergi ke mana bersama Glenda.


"Maaf, Max. Bukan maksudku untuk menolak kebaikanmu, tetapi aku dan Glenda belum memutuskan mau pergi ke mana setelah menikah. Kalian juga tahu kan, pekerjaan di kantor sedang menumpuk. Tidak mungkin bisa meninggalkan terlalu lama," jelas Darsh.


Apapun itu, semua sahabatnya bisa memaklumkan. Apalagi Darsh bukan pria gampangan yang menerima apapun dari pemberian sahabatnya. Dia harus merundingkan dulu mau berbulan madu ke mana.

__ADS_1


__ADS_2