Duplikat Daddy

Duplikat Daddy
Asisten Pengganti


__ADS_3

Kesepakatan yang sudah disetujui Darsh akhirnya diwujudkan oleh Frey. Siang ini, di restoran XY, beberapa sahabatnya mengadakan makan siang bersama. Tidak ada rasa curiga pada Frey kalau lelaki itu sebentar lagi akan meninggalkan mereka. Darsh juga mengajak istrinya ikut serta dalam acara ini.


"Tumben, Frey? Biasanya kalau kamu mengajak kita makan siang, kalau bukan acara ulang tahun ya syukuran apa ini," selidik Max. Dia memang hapal dengan tingkah Frey.


"Syukuran saja, Max. Aku bahagia kalau kalian semua berkumpul di sini. Selepas makan, aku akan menjelaskannya," terang Frey.


Benar saja, mereka makan dengan santai. Tidak ada sesuatu yang perlu dicurigai. Owen, Justin, dan Max sangat menikmatinya. Lain halnya dengan Darsh. Justru acara makan siang ini akan membawanya terpisah dengan sahabat dekat untuk beberapa tahun lamanya.


Glenda sama diamnya. Dia juga menikmati makan siang tanpa berkomentar apapun. Menurutnya, ini bukan ranahnya untuk menjelaskan tentang kepergian Frey. Lagi pula suaminya akan membicarakan langsung dengan Justin yang akan menjadi asisten selanjutnya. Entahlah, kenapa Darsh tidak memilih Owen saja?


Selesai makan siang, semua minuman pun sudah tandas, Frey menunduk. Dia berharap kali ini sahabatnya tidak salah paham kepadanya. Ini mutlak keputusan orang tuanya yang tidak bisa diganggu gugat.


"Guys, sebelumnya aku minta maaf. Ini sangat mendadak menurutku, namun Darsh sudah menyarankan ini padaku," ucap Frey.


Deg!


Sebentar lagi akan timbul kesalahpahaman yang benar-benar tidak akan dibayangkan oleh Darsh sebelumnya. Mereka mengira kalau Frey akan menikah dengan Jillian. Makanya hal itu membuat Max membuang muka.


"Apakah ini tentang pernikahanmu dan Jillian?" tanya Justin.


"Iya, Frey. Apakah ini kabar mendadak itu?" selidik Owen.


"Selamat kawan, rupanya kamu berhasil mendapatkannya," ucap Max. Sesekali dia enggan memandang sahabatnya itu.


"Maaf, sobat. Kalian semua salah paham. Aku belum akan menikah dengan Jillian atau siapapun. Aku akan melanjutkan pendidikanku di negara T. Orang tuaku sudah mendaftarkanku di sana. Maafkan aku," jelas Frey.


Ketiga sahabatnya jelas terkejut. Namun, tidak dengan Darsh. Owen mencurigai kalau lelaki itu sudah tahu dari awal.


"Darsh, apakah kamu mengetahuinya sejak awal?" selidik Owen.


"Hemm, maafkan aku. Tentu saja dia mengatakanya lebih dulu padaku. Bukankah kalian tahu kalau Frey adalah asistenku? Nah, kalian pikir aku juga tidak pusing karena mendadak dia harus pergi," jawab Darsh.

__ADS_1


"Kamu mau mencari asisten lagi, Darsh?" tanya Owen.


Darsh ragu. Pandangannya sebenarnya jatuh pada Justin karena Owen berencana membuka Cafe, tetapi mendengar pertanyaan darinya membuat Darsh belum memutuskan apapun.


"Aku belum tahu, Owen. Nantilah kuputuskan lagi dengan papaku," ucapnya. Darsh tak enak hati pada kedua sahabatnya.


"Frey, aku minta maaf. Aku telah banyak salah paham padamu. Kupikir, kamu akan menikah dengan Jillian," ucap Max lagi.


"Sudahlah, Max. Lupakan Jillian. Kalian berdua berhak hidup bahagia tanpa ribut lagi urusan perempuan. Kalau nantinya salah satu berjodoh dengan Jillian, kuharap tidak akan ada lagi pertengkaran di antara kalian," ucap Darsh.


Glenda, sebagai perempuan satu-satunya hanya bisa diam. Dia memang tahu semua sahabat suaminya. Namun, alangkah baiknya dia tidak bicara apapun tanpa diminta.


"Kakak ipar, ikutlah berkomentar. Bagaimana menurutmu kepergian Frey yang mendadak ini," ucap Max.


"Hah, apa? Aku tidak mengerti apa-apa. Sebaiknya kalian saja yang berbicara. Aku mendengarkan saja," jawab Glenda.


Tiba-tiba dari belakang dikejutkan seorang perempuan yang tiba-tiba memeluk Darsh. Perempuan itu terlihat sangat manja dan mengejutkan semua orang yang ada di sana. Awalnya Glenda diam dan berusaha mencerna keadaan, namun setelah mendengar ucapan perempuan itu, otomatis Glenda langsung ambil sikap.


Darsh berusaha melepas tangan yang melingkar di lehernya. Dia merasa tak enak hati pada istrinya.


"Lepaskan!" bentak Darsh.


Bukan Aimee namanya kalau dia tidak nekat. Sahabat Darsh terdiam tidak berani melakukan apapun karena sebentar lagi istri Darsh sedang berancang-ancang untuk mengambil sikap.


"Nona, lepaskan tangan Anda dari suamiku! Harusnya Anda itu tahu malu. Ini di muka umum loh, bagaimana kalau aku mengumumkan Anda sebagai perebut suami orang?" ucap Glenda.


Seketika Aimee melepaskan tangannya dari leher Darsh. Dia terkejut, rupanya desas-desus mengenai pernikahan Darsh itu bukan candaan belaka. Buktinya hari ini Aimee bertemu dengan istrinya.


"Maaf, kupikir itu hanya kebohongan belaka. Mana buktinya kalau Anda sudah menikah dengan pujaan hatiku?" Aimee malah menantang balik Glenda.


"Sayang, katakan atau aku yang akan mengatakannya!" ucap Glenda pada suaminya.

__ADS_1


"Kami sudah menikah dan tolong jaga sikapmu! Aku dari dulu tidak pernah memperhatikanmu ataupun tertarik padamu," ucap Darsh dengan suara khasnya yang kaku itu.


Demi menghindari keributan berlanjut, Max menarik tangan Aimee dan membawanya keluar restoran. Dia kesal pada Aimee karena beraninya membuat suasana menjadi kacau.


"Max, hentikan! Ini sakit," protes Aimee.


"Harusnya kamu cukup sadar diri. Tidak bertingkah seperti tadi. Sangat memalukan!"


"Aku sudah rindu dengan Darsh. Kalau aku tidak bisa memilikinya, orang lain pun tak akan kubiarkan."


Max melepas tangan Aimee dan menuding ke wajahnya. "Jaga ucapanmu! Jangan sampai tanganku ini yang akan merobek mulutmu. Aku bisa saja melakukan sesuatu yang lebih gila, misalnya permainan ranjang sampai kamu puas. Namun, jangan pernah kamu ganggu Darsh ataupun istrinya. Kamu akan menyesal telah berani mengganggu mereka," ancam Max.


"Max, kamu tega padaku!" teriak Aimee. Untung saja posisinya berada di luar, jika tidak maka semua orang akan memandang risih ke arah mereka.


"Kamu yang tega! Harusnya jangan lakukan seperti tadi. Ingat, sampaikan pada Helga juga. Kalau sampai dia juga berani macam-macam, aku orang pertama yang akan menghukum kalian."


Max kembali ke mejanya. Dia melihat suasana sudah kembali kondusif. Owen sepertinya angkat bicara mengenai kepergian Frey.


"Darsh, sebelumnya aku mau minta maaf padamu. Mengenai pengganti Frey, sebaiknya kamu meminta tolong pada Justin. Aku yakin kalau dia juga mampu," jelas Owen.


"Kenapa harus aku? Bukannya kamu juga belum bekerja?" protes Justin. Dia merasa tak enak hati pada Owen.


"Tak mengapa, Justin. Beberapa hari lagi, aku akan memiliki pekerjaan. Jangan khawatirkan aku!" balas Owen.


"Wah, benarkah?" Justin sangat senang. Sebentar lagi dia akan memiliki penghasilannya sendiri. Dia juga tidak berani menanyakan pekerjaan apa yang akan dijalani sahabatnya itu.


"Hemm, yang penting Darsh bisa menerimamu. Bukan begitu, Darsh?" ucap Owen. Sesuai pembicaraan, Owen akan merahasiakan rencananya dulu sampai launching. Dia juga masih memikirkan lokasi yang strategis untuk pembukaan Cafenya.


"Tentu saja, Justin. Kamu akan bekerja di perusahaanku. Kamu akan menjadi asistenku," jelas Darsh.


Mereka terlihat sangat bahagia. Sebentar lagi satu per satu dari mereka akan memiliki pekerjaan. Setelah itu, mereka akan fokus mencari jodohnya masing-masing, kecuali Frey. Dia harus menyelesaikan pendidikannya terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2