Duplikat Daddy

Duplikat Daddy
Rencana Owen


__ADS_3

Darsh sengaja merahasiakan ke mana akan pergi. Namun, ketika sudah berada di dalam pesawat, Glenda menyadari satu hal. Ini merupakan tempat yang biasa didatanginya saat kesepian atau dirundung masalah.


"Darsh, ini ke negara T, kan?"


"Iya. Kenapa memangnya?"


"Kita bisa bertemu dengan grandma kembar. Bukankah Willow dan Frey juga di sana?"


Ya, Willow sedang honeymoon dan Frey masih melanjutkan pendidikannya. Mungkin saja ini saatnya mereka bertemu untuk menumpahkan segala kerinduan selama ini.


"Iya, aku sengaja mengajakmu ke sana. Kurasa Frey pasti senang. Kita bisa pergi bersama Willow dan juga Mezzaluna."


"Ini kejutan yang luar biasa, Sayang." Glenda memberikan kecupan bibir pada suaminya.


Darsh yang diperlukan seperti itu lantas berbalik menantang istrinya.


"Kalau kamu terus menggodaku seperti ini, jangan salahkan kalau Willy dan Welenora akan memiliki adik lagi."


Glek!


Ancaman Darsh pasti tidak main-main. Padahal Glenda hanya mengucapkan terima kasih karena suaminya telah membuatnya bahagia. Rencana liburan tiga hari hanya angan belaka. Nyatanya Darsh memberikan waktu tujuh hari untuk membahagiakan sang istri.


"Darsh, itu artinya kita di sana lebih dari tiga hari?" Glenda mencium aroma ketidak pastian.


"Iya."


"Astaga! Bagaimana dengan bayi kembar kita?"


"Mama sudah setuju. Kamu jangan khawatir! Oke?"


Pikiran Glenda melayang ke mana-mana. Bagaimana kalau bayinya merindukan dirinya? Kedua bayi itu pasti akan menangis mencari keberadaan mommynya.


...***...


Di negara tujuan, Darsh sudah memesan hotel yang ditempati Owen dan Willow. Namun, sepasang pengantin itu tidak menyadari kedatangan Darsh dan istrinya. Darsh memang sengaja tidak mengabari Owen ataupun Willow.


"Darsh, Kak Willow menginap di hotel mana? Apakah di sini juga? Soalnya ini hotel favoritku ketika aku berkunjung ke mari."


"Ada di hotel ini juga. Aku tidak mengatakan pada mereka kalau kita juga berada di sini. Semacam kejutan untuk Owen."

__ADS_1


"Apakah kamu mengabari Frey?"


"Tentu saja. Aku sudah memintanya untuk berada di restoran hotel ini di siang hari. Kami akan makan siang bersama. Mereka akan membawa pasangannya masing-masing."


"Lalu, Kak Willow bagaimana? Apa dia tahu?"


"Sayang, jangan pikirkan mereka lagi! Pikirkan bagaimana kita bahagia. Oke?"


Glenda memang salah. Sejak tadi malah fokus memikirkan orang lain daripada dirinya sendiri. Seperti yang Darsh katakan, waktu makan siang tiba. Glenda sudah bersiap hendak turun bersama suaminya menuju restoran milik hotel yang letaknya tak jauh dari kamar.


Mereka cukup turun melalui lift dan berjalan melewati beberapa lorong untuk sampai ke sana. Darsh sudah meminta pihak hotel untuk memanggil pasangan pengantin baru.


Tamu yang ditunggu malah lebih dulu sampai di sana. Siapa lagi kalau bukan Frey dan Mezzaluna. Sepasang kekasih itu terlihat cocok sekali dengan pakaian couple-nya.


"Frey, wah keren sekali. Kenapa aku tidak memikirkan baju couple seperti kalian?" ucap Darsh ketika berada di hadapan Frey.


"Apalah kamu itu, Darsh? Kita hanya berusaha menikmati kebersamaan sebelum nantinya menikah," balas Frey. "Silakan duduk, kakak ipar."


"Terima kasih, Frey. Hai Mezzaluna, kita bertemu lagi."


"Iya, Glenda. Senang bertemu denganmu lagi."


"Sayang, ini bukan mimpi, kan?" ucap Owen.


"Tidak, Owen. Kamu tidak sedang bermimpi. Kita hanya penasaran dan akan menguji tiga pasangan yang ada. Lebih bucin mana, pasangan beranak dua, pengantin baru, atau pasangan kekasih yang masih hangat-hangatnya?" sahut Frey.


Mereka semua tertawa mendengar ucapan Frey barusan. Memang mereka ada tiga pasangan, namun salah satu belum ada yang terlihat bucin akut.


"Sebenarnya aku masih tidak percaya kalau kalian berada di sini. Lalu, baby W bagaimana, Darsh? Kalian berdua tega sekali meninggalkannya," ucap Owen.


"Mama mengizinkan kami pergi tanpa membawa dua cucunya," sahut Glenda.


"Wah, berasa pengantin baru," goda Frey. Padahal niatnya untuk menyindir pasangan Owen.


"Kurasa belum sempurna cintanya," sindir Darsh pada Owen.


Owen hanya tersenyum saja sampai pada akhirnya semua makanan yang dipesan telah dihidangkan. Yang lebih dulu berinisiatif untuk memesan adalah Frey.


Glenda lebih dulu menyiapkan makanan untuk suaminya. Dia menyuapi makanan favorit Darsh.

__ADS_1


"Wah, kami pasangan baru merasa kalah pada kalian." Owen tidak habis pikir kalau Darsh dan istrinya bisa seromantis itu. Dia dan Willow saja belum sejauh itu, apalagi Frey yang statusnya baru saja menjalin hubungan.


"Jangan iri. Kami susah payah membangun keromantisan seperti ini. Kalau kalian mau, berjuanglah!" ucap Darsh.


Semua orang tertawa. Mereka tahu kalau Darsh pria dingin yang tak mungkin bisa luluh oleh para gadis. Nyatanya terselip seorang gadis sederhana yang mampu membuka pintu hatinya.


"Sulit membangun sikap romantis dengan pria dingin. Untung saja kalian tidak dingin," celetuk Glenda sengaja membuat suaminya kesal.


Owen dan Frey tertawa. Kenyataannya memang seperti itu. Bahkan setahun lebih, Darsh perlahan mulai mencair. Itupun tidak seratus persen. Terkadang sesuai suasana hatinya.


"Tapi aku salut padamu, Darsh. Walaupun ribuan wanita merayumu, kamu tidak gentar sama sekali." Frey membeberkan rahasia lama persahabatan mereka.


"Benarkah?" Willow dan Mezzaluna spontan menanyakan hal yang sama. Berbeda dengan Glenda yang sudah tahu segalanya.


"Wah, istrimu no respon, Darsh. Apakah dia mengetahui segalanya?" balas Owen.


"Aku sudah mengetahui segalanya. Sayangnya aku minta pergi ke suatu tempat dan dia tidak pernah mengizinkannya sama sekali. Dia takut kalau aku akan cemburu dengan tiga gadis seksi itu. Aimee, Helga, dan Clianta. Padahal aku ingin sekali ke sana karena aku belum pernah sama sekali menginjakkan kaki di sana," jelas Glenda.


"Jangan bilang kalau kamu mau pergi ke Club malam?" sahut Willow. Dia merasa lelah berada di sana. Banyak luka yang masih disembunyikan olehnya.


"Istriku itu aneh! Makanya aku tidak pernah mau mengajaknya pergi ke sana. Sebenarnya bukan karena tiga gadis itu, tetapi karena orang tuanya. Bisa-bisa aku dituduh mengajari hal buruk pada putrinya." Darsh cukup tahu diri. Alasan sebenarnya karena Glenda sangat cantik dan riskan sekali kalau dibawa ke tempat seperti itu.


"Tidak. Aku hanya ingin mampir sebentar, kemudian pulang." Glenda mencoba membela diri. Semua orang menertawakan dirinya kecuali Willow.


"Aku setuju dengan Darsh."


Deg!


Willow menolak jika Glenda pergi ke Club malam. Itu bukan tempat yang baik untuk wanita seperti Glenda. Apalagi di tempat itu banyak perempuan penggoda yang dibicarakan Glenda barusan.


"Kamu jangan khawatir, Willow. Aku tidak akan pernah mengizinkannya untuk masuk ke sana. Jangankan masuk, pergi pun tak akan kuizinkan," jelas Darsh.


"Oh ya, semalam kami membicarakan sesuatu. Aku dan Willow telah memutuskan untuk pindah ke tempat baru," ucap Owen.


"Bagaimana dengan Kafemu?" tanya Frey.


"Aku akan menyerahkan kepada daddynya Glenda. Setidaknya Kafe itu masih terus berjalan. Hanya saja akan diurus oleh orang lain. Di tempat baru, kami akan membuka Kafe lagi."


"Kenapa kalian semua ingin meninggalkanku?" tanya Darsh.

__ADS_1


Darsh tidak tahu. Perlahan semua sahabatnya pergi ke tempat baru. Mungkin saja mereka ingin bahagia dengan pasangan masing-masing. Apalagi sekarang banyak yang sudah berkeluarga. Tersisa Frey dan Max. Max tinggal beberapa bulan lagi bebas.


__ADS_2