
"Hemm, silakan saja. Kemungkinan terberat adalah Max. Daddy Jillian tidak akan mudah melepaskan anak gadisnya kepada lelaki model sepertimu. Kalau untuk Justin, aku tidak terlalu yakin. Kalau dia berjuang, bisa saja Jillian akan tertarik padanya," ucap Darsh.
"Ck, kamu selalu merendahkanku, Darsh," balas Max.
"Darsh tidak pernah merendahkanmu, Max. Dia hanya berusaha membuatmu kembali ke jalan yang lurus," ucap Frey.
"Hemm, Tuan Asisten. Lebih baik kamu diam. Ini urusanku dengan Justin untuk bersaing mendapatkan Jillian. Kita lihat saja siapa yang akan menang. Aku atau kamu, Justin!"
Owen bertepuk tangan sangat pelan sekali. Lelaki itu sebenarnya berusaha menjadi pendengar yang baik, tetapi melihat pertengkaran kedua sahabatnya membuat Owen ikut turun tangan.
"Silakan kalian berebut Jillian, tetapi jangan sampai persahabatan kita rusak hanya gara-gara gadis itu," ucap Owen mengingatkan.
Deg!
Darsh merasa tersindir atas apa yang diucapkan Owen. Selama ini mereka selalu terbuka mengenai urusan perempuan. Mengenai Glenda, ada baiknya Darsh diam dulu. Nanti kalau waktunya sudah tepat, Darsh akan mengenalkan gadis itu pada semua sahabatnya.
Mereka semua terdiam mendengar ucapan Owen. Max dan Justin berada pada pikiran masing-masing. Memperebutkan Jillian sama saja menabuh genderang perang antar sahabat.
"Kita buat kesepakatan saja," usul Justin.
Keempat sahabatnya melihat ke arahnya. Mereka tidak percaya jika Justin bisa mengatakan hal itu.
"Maksudmu?" tanya Darsh.
"Siapapun yang mendapatkan Jillian, semua harus bisa menerimanya dengan lapang dada. Tidak ada drama perpecahan di antara kita. Bagaimama, Max? Apa kamu setuju?" ucap Justin.
Persahabatan mereka terjalin sudah cukup lama. Itulah sebabnya, mereka tidak boleh saling tikung. Mereka harus bersaing secara sehat.
Darsh sendiri harus menyembunyikan Glenda selama mungkin. Dia tidak ingin gadis incarannya itu menjadi rebutan banyak orang seperti Jillian.
Maafkan aku, guys. Aku sengaja menyembunyikan gadis itu untuk membuatnya merasa nyaman. Aku tidak ingin berebut dengan sahabatku. Aku sendiri terlalu sulit untuk membuka hati pada beberapa gadis. Hanya dia yang mampu menarik diriku padanya.
"Darsh? Rupanya kamu juga di sini?" sapa Aimee.
__ADS_1
Darsh terlalu asyik melamun sehingga tidak menyadari keberadaan Aimee dan geng gadis penggoda itu.
Keempat sahabatnya sudah merasa ada sesuatu yang akan terjadi setelah ini. Sang Casanova telah ditemukan oleh gadis-gadis penggoda itu.
"Semua pesanannya sudah dibayar, kan?" tanya Max.
"Belum, Max. Tolong kamu bayar. Aku ada urusan dan harus pergi secepatnya," ucap Owen.
Frey dan Justin mulai mundur jika berhadapan dengan Aimee. Lebih baik mereka berurusan dengan Helga.
"Tunggu! Kalian semua mau kemana?" hardik Darsh. Dia tidak mau menambah masalah dengan Aimee. Mengecoh Helga saja membutuhkan bantuan Frey secara mendadak.
"Kami mau pulang, Darsh. Tolong urus Aimee dengan baik!" seru Max.
"Frey, tunggu! Kunci mobilku mana? Aku juga mau pulang sekarang." Darsh merasa tidak nyaman berada di dekat Aimee.
Frey keburu pergi dan tidak mengembalikan kunci mobil kepadanya. Malam ini terpaksa Darsh harus memakai mobil sport milik Frey lagi.
"Tunggu, Darsh! Aku baru saja datang. Kenapa kamu mau pergi begitu saja? Aku mau minta maaf padamu." Aimee tidak merasa malu langsung memegang tangan Darsh. Gadis itu sengaja membuat Darsh tetap bertahan di Cafe ini.
"Lepas! Aku ulangi lagi ucapanku. Aku tidak suka gadis agresif sepertimu! Sekali lagi kamu mendekatiku, aku tidak akan segan untuk berbuat kasar padamu!" ancam Darsh. Dia sudah sangat kesal pada tingkahnya yang tidak tahu waktu dan tempat itu.
Aku tidak akan pernah melepasmu, Darsh. Semakin kamu menghindarinya, aku akan terus mengejarmu. Walaupun aku harus bersaing dengan Helga dan Clianta.
Darsh pergi begitu saja setelah keempat sahabatnya meninggalkannya. Belum sampai di pintu keluar Cafe, dia bertemu dengan Clianta.
Oh ya ampun. Rasanya aku ingin bersembunyi dibalik pintu mobil agar gadis kedua ini tidak mengejarku lagi.
"Darsh, kenapa mau pulang? Aku baru mau masuk. Aku ingin berbicara serius denganmu," ucap Clianta menghadangnya.
"Maaf, Clianta. Aku ada urusan malam ini." Darsh lagi-lagi menghindari gadis itu.
"Please! Temani sebentar saja," rayunya.
__ADS_1
"Aku harus pergi sekarang. Tolong jangan paksa aku untuk berbuat kasar pada gadis sepertimu!"
"Darsh, semua temanmu sudah pergi. Aku bertemu mereka di tempat parkir. Kita ngobrol sebentar. Bisa, kan?" Clianta tidak boleh kalah dengan Aimee. Gadis itu pasti sudah merayu Darsh terlebih dahulu.
Darsh tidak mempedulikan Clianta. Dia langsung pergi menuju tempat parkir. Ketika hendak masuk ke mobil, tiba-tiba dari arah belakang seseorang sengaja menariknya dan memeluknya secara mendadak.
Darsh memberontak. Dia membuat gadis itu mundur beberapa langkah dari tempatnya. Kemudian Darsh berbalik arah.
"Jangan lakukan itu lagi, Helga! Berhentilah untuk mengejarku. Masih banyak sahabatku yang bisa kamu kejar, tetapi bukan aku," murka Darsh.
Malam ini merupakan malam yang sangat menyebalkan. Darsh harus bertemu dengan tiga penggoda sekaligus. Dia merasa malas untuk menghadapi mereka. Semakin dihindari, mereka semakin mengejar.
"Darsh, aku menyukaimu. Aku tidak bisa membiarkan Aimee ataupun Clianta mendapatkanmu. Kamu adalah cinta pertamaku, Darsh," ucap Helga penuh drama.
"Helga, aku minta maaf. Bukan maksudku untuk menghinamu. Aku tidak suka gadis yang terlalu agresif seperti kalian. Sekali lagi, aku minta maaf." Darsh secepatnya masuk ke mobil, tetapi Helga menghalanginya.
"Tunggu, Darsh! Aku tidak akan mengejarmu lagi, tetapi aku minta satu syarat darimu," ucap Helga sedikit memohon agar lelaki itu mengabulkan permintaannya.
Darsh mengurungkan niatnya untuk masuk ke mobil. Sepertinya ini saat yang tepat untuk membuat Helga tidak mengejarnya lagi.
"Katakan!" Darsh tidak ingin berbelit-belit.
"Berikan satu ciuman hangat untukku, maka aku akan melepaskanmu," ucapnya.
Darsh menggeleng. Syarat yang diajukan terlalu berhubungan dengan fisik dan na*sunya Helga. Itu tidak akan mungkin dilakukan oleh Darsh. Walaupun Helga memintanya secara terang-terangan.
"Lupakan permintaan konyolmu itu. Kamu bisa mendapatkan dari banyak lelaki atau pria yang kamu mau, tetapi bukan aku. Berhentilah bermimpi untuk mendapatkanku. Aku tidak akan mau melakukan hal yang menjijikkan seperti itu!" Amarah Darsh sudah tidak bisa dikendalikan lagi. Sikap cuek dan kakunya membuat banyak gadis yang berlomba untuk mendekatinya.
"Kamu tidak mau menerima syarat yang kuajukan, Darsh. Jangan harap aku akan berhenti untuk mengejarmu!" tantang Helga.
"Aku tidak peduli!" Darsh mengakhiri pembicaraan yang tidak bermutu itu. Dia lekas masuk ke mobil dan langsung pulang ke rumahnya.
Niatnya pergi ke Cafe untuk membuat sahabatnya kacau karena rencana kedatangan Jillian. Darsh malah mendapati dirinya dikejar tiga gadis penggoda yang selama ini selalu dihindarinya.
__ADS_1
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓