
Kebahagiaan yang tiada terkira dirasakan oleh keluarga Darsh dan sang istri. Pasalnya hari ini bertepatan dengan ulang tahun ke 2 balita kembarnya. Frey yang mengurus semuanya karena lelaki itu memutuskan untuk kembali bekerja di perusahaan DD Corporation.
Frey sengaja meminta Even Organizer untuk menyiapkan pesta meriah di restoran ZA. Ini atas permintaan Vigor. Grandpa dari dua balita itu yang menyediakan tempat dan beberapa makanan khusus anak kecil yang disediakan.
Beberapa sahabatnya saja yang menghadiri acara ulang tahun ini. Tak ada orang lain selain beberapa keluarga dan sahabat.
"Frey, bagaimana? Apa semuanya sudah siap?" tanya Vigor.
"Ya, Om. Semuanya beres. Tak ada yang terlewatkan. Even organizer ini sudah biasa menangani ulang tahun seperti ini."
Dari kejauhan, nampak dua balita yang terlihat tampan dan cantik berjalan masuk ke restoran. Sembari bercanda di antara keduanya.
"We, macuk!" ucap Willy pada Welenora.
"Ya," jawab Welenora.
"Aku balon," pinta Willy.
"Oh, Willy minta balon?" tanya Glenda.
"Ya, Mom," jawabnya sembari langsung ngacir ke dalam.
Di dalam sana, Vigor sudah menyambut kedatangan kedua cucunya. Kedua balita itu langsung menghambur memeluk Grandpanya.
"Wah, cucu-cucu grandpa sudah besar ya," ucap Vigor sembari mengelus bergantian pucuk kepala cucunya.
"Grapa, grapa, ...." Teriakan dua balita itu menjadi kebahagiaan tersendiri untuk pria paruh baya yang mendekati tua itu.
"Mereka selalu manja bersama Grandad," ucap Glenda yang baru masuk bersama suaminya. "Grandmom, mana?"
"Mommymu sedang mengambil pesanan kue. Biasanya dia yang suka membuatnya, tetapi kali ini mau pesan saja. Biar tidak kecapekan katanya. Darsh, apa kabar?" ucap Vigor yang sudah berdiri karena kedua cucunya sudah menghambur ke mana-mana.
"Baik, Dad. Ada Frey, semuanya semakin mudah. Sudah kubilang kalau kamu mau membuka usaha sendiri akan kubantu, tetapi dia lebih memilih kalau menjadi asistenku membuatnya tertantang. Ya sudah, aku setuju saja."
"Ya, Darsh. Aku sudah kembali ke sini," ucapnya.
"Tak penting alasannya. Kalau kamu memang tidak mau bercerita, tidak masalah. Yang pasti, acara hari ini berjalan dengan lancar dulu." Darsh memang senang perihal kembalinya Frey.
Tak beberapa lama, para tamu mulai berdatangan. Termasuk kedatangan Zelene yang membawa dua kue ulang tahun untuk kedua cucunya.
"Iyeay, gradmo ...," teriak kedua balita itu menghampiri kedatangan kue ulang tahunnya.
"Eits, jangan lari ke arah grandmom," ucap Glenda menghalangi kedua putra putrinya.
__ADS_1
Untung saja Willy dan Welenora mau menuruti ucapan mommynya, jika tidak, sudah bisa dipastikan kalau kedua kue itu hancur berantakan karena ditabrak oleh mereka.
Tak lama, sahabat Darsh dan yang lainnya datang membawa beberapa buah kado untuk kedua balita itu. Maklum, kalau dibawakan cuma satu, maka yang satunya pasti cemburu.
"Ma acih, onty, ancel," ucap kedua balita kembar itu secara bersamaan.
Beberapa kado diletakkan secara berjajar di meja yang sudah disediakan. Itu semua atas permintaan Darsh juga karena kedua balitanya yang meminta hadiah.
Tak lama orang tua Darsh pun datang. Kedua orang tua itu juga membawakan bingkisan untuk kedua cucunya.
"Grama, grapa, ma acih," ucap Willy.
Willy memang lebih ramah. Sementara Welenora cuek seperti daddynya. Rasanya ini pertukaran yang rumit. Balita perempuannya dingin, sedangkan satunya ramah luar biasa seperti Glenda.
"Willy sepertimu, Sayang," ucap Darsh menyenggol istrinya.
"Harusnya Welenora yang sepertiku. Aku kasihan sekali, kenapa dia bisa jutek dan dingin sepertimu."
"Karena kamu gak adil, makanya kedua anak kita berbeda."
"Lah, gak adil di mananya?"
"Kita hanya proses sekali, tetapi langsung jadi. Coba waktu itu diulang-ulang. Bisa jadi kedua bayi kembar kita mirip kamu," bisik Darsh.
Suara MC sudah menyiapkan acara yang berlangsung kurang lebih dua jam itu. Memulai dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan sambutan singkat yang diberikan oleh Darsh selaku kepala keluarga. Kemudian setelah sambutan selesai, barulah mereka menyanyikan lagu untuk kedua balita itu.
Happy birthday Willy
Happy birthday Welenora
Happy birthday happy birthday
Happy birthday to you
Plok plok plok.
Tepuk tangan riuh menjadikan suasana semakin ramai. Kedua balita itu berada di depan kuenya masing-masing. Welenora dengan kue model princess negeri dongeng, sedangkan Willy yang selalu menyukai mobil-mobilan.
Willy didampingi mommynya, sedangkan Welenora bersama Daddynya. Mereka langsung meniup lilin yang berada di atas kue tersebut. Barulah Daddy dan mommynya membantu mengiris kue kemudian menyuapi anak-anak mereka.
Bukan Willy namanya kalau tidak usil. Dia mencolek krim kue kemudian mendekati kakaknya, Welenora. Dia mengoleskan krim tersebut pada baju gadis kecil itu sehingga membuatnya histeris.
"Will ...."
__ADS_1
Sontak membuat sepasang grandma dan grandpanya buru-buru mendekat.
"Ada apa ini?" tanya Olivia.
Zelene menyadari kegaduhan yang dibuat Willy semakin tersenyum lebar. Walaupun awalnya sempat terkejut.
"Willy, kamu usil sekali, Sayang. Lihatlah, gaun kakakmu jadi kotor seperti itu!" terang Zelene.
Welenora keburu kesal. Gadis kecil itu menangis sejadinya. Mommynya sampai tidak tega melihatnya.
"Hei, Girl! Jangan menangis! Banyak orang di sini. Welenora tidak malu?" ucap Glenda.
Welenora tidak peduli lagi. Dia cukup kesal dengan adik kembarnya. Akhirnya dia meminta gendong mommynya.
"Sudah-sudah. Ayo, katanya Welenora mau hadiah. Bajunya kotor tidak masalah. Nanti Daddy belikan lagi," ucap Darsh.
Welenora tidak mudah tergoda oleh rayuan. Dia lebih memilih turun kemudian menjauhi Willy. Sementara sang adik masih asyik memakan kue ulang tahun yang sudah belepotan itu.
"Sayang, Willy jangan usil sama kakak, ya?" ucap grandmom yang mengambil alih mendampingi cucu laki-lakinya.
Sementara Olivia menenangkan Welenora yang moodnya mulai tidak terkendali alias enggan untuk melanjutkan acara.
Zelene mengambil tissue untuk mengelap tangan Willy yang masih berbalut cream kue ulang tahunnya.
"Kita bersihkan dulu tanganmu. Aunty, uncle, dan semua orang yang ada di sini ingin berfoto bersama cucu grandmom yang tampan ini." Zelene rasanya senang sekali. Walaupun dia tidak memiliki anak laki-laki, tetapi membersihkan tangan Willy membuatnya merasakan nikmatnya memiliki anak laki-laki.
Max dan Helga mendapat giliran maju terlebih dahulu untuk berfoto dengan si kembar. Welenora yang moodnya mulai kembali seperti semula akhirnya mau berfoto bersama. Gaya kedua balita itu cukup menggemaskan. Apalagi Max dan Helga pengantin baru sehingga keduanya mau menggendong mereka.
Suasana ulang tahun semakin meriah manakala Willy dan Welenora semakin penasaran dengan kado-kado yang didapatkan. Sehingga mereka diberikan salah satu kado untuk dibuka.
Sekali lagi, Willy yang paling bahagia karena mendapatkan hadiah yang diinginkan. Sementara Welenora terdiam kesal karena kado pertama yang dibukanya ternyata milik Willy. Makanya gadis kecil itu terlihat tidak bersemangat.
Hal itu yang mengundang gelak tawa semua orang yang berada di sana.
"Ini bukan punya Welenora. Jangan khawatir, Mommy akan mengambil hadiah untukmu," ucap Glenda.
Suasana ulang tahun diakhiri dengan makan bersama di restoran milik Vigor dan keluarga. Menu yang disediakan pun mampu membuat Willy dan Welenora bergembira untuk ikut makan bersama orang tua mereka dan keluarga besar. Sungguh, ini ulang tahun perdana yang digelar cukup meriah.
...🪴🪴🪴...
Sambil menunggu update, yuk mampir karya keren ini. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ❤️
__ADS_1