Duplikat Daddy

Duplikat Daddy
Penentuan Pernikahan


__ADS_3

Acara masih dilanjutkan dengan foto bersama. Kali ini yang menjadi fotografernya bergantian. Ketika giliran keluarga Abraham, Dizon-lah yang menjadi fotografernya. Setelah itu berganti dengan Vigor. Sepertinya mereka terlihat sangat bahagia.


Selesai sesi foto bersama, dilanjutkan dengan acara makan malam terlebih dahulu sebelum melanjutkan pembicaraan mengenai pernikahan mereka.


"Silakan, kali ini menunya sangat spesial ala restoran ZA," ucap Zelene.


Tentu saja itu menjadi kejutan yang luar biasa untuk Darsh. Sebenarnya lelaki itu masih penasaran dengan calon istrinya. Bagaimana seorang Glenda Abraham menjadi pelayan di restoran ZA? Tanpa pikir panjang, Darsh berusaha menikmati semua makanan di meja itu. Dia mencicipi sedikit demi sedikit dan merasakan persamaan maupun perbedaannya.


Ini sangat aneh. Kenapa rasanya sangat mirip dengan restoran ZA? Sebenarnya siapa Glenda Abraham? Apa hubungannya dengan restoran ZA? Yang kutahu kalau dia memang pelayan di sana.


Puas mencicipi makanan di meja itu, Darsh dibuat semakin penasaran untuk mengetahui Glenda yang sesungguhnya. Biasanya Darsh bukan tipe lelaki yang rasa ingin tahunya terlalu tinggi, tetapi menghadapi Glenda rasanya sangat berbeda.


"Ehm, Tante, tanpa mengurangi rasa sopan di meja makan, ada yang ingin kutanyakan. Boleh?" ucap Darsh.


Zelene yang sedang fokus menambahkan makanan untuk suaminya berhenti sesaat. Dia meletakkan kembali sendok makanan yang kebetulan sedang dipegangnya. Sementara Olivia dan Dizon menatap putranya dengan tanda tanya besar.


"Silakan, Darsh. Apapun itu, kalau Tante bisa menjawab, pasti akan kujawab," balasnya.


"Sebenarnya ada hubungan apa antara restoran ZA, Tante, dan Glenda? Jujur, bukan aku bermaksud lancang, sepertinya semua masakan di meja ini membuatku bertanya ke arah sana."


Olivia tersenyum. Rupanya Darsh sudah terbiasa menikmati makanan di restorannya sehingga malam ini pun dia bisa merasakan persamaannya.


"Tentu saja karena Glenda bekerja di sana, selain itu restoran ZA adalah milik keluarga kami," jawab Zelene.


Deg!


Rupanya ada hal besar yang disembunyikan keluarga Glenda. Namun, Darsh tidak ingin bertanya terlalu jauh. Suatu hari nanti pasti akan mengerti alasan apa dibalik semua ini.

__ADS_1


"Oke, Tante. Terima kasih."


Zelene pikir, Darsh akan menanyakan lebih dalam tentang putrinya. Rupanya dia salah. Tanggapan Darsh lumayan mencengangkan. Dia terlihat kembali dingin seperti biasanya.


Oh ya ampun, Glenda. Bagaimana bisa kamu akan hidup bersama lelaki muda yang sifat dan sikapnya seperti papanya? Lihat saja, keduanya sama-sama dingin.


Selesai makan malam, Olivia mengajak mereka untuk merembukkan pernikahan yang akan dilangsungkan. Lebih tepatnya penentuan tanggal dan tempat pernikahan.


"Sebelum kami pulang, aku ingin meminta kalian semua untuk ikut berembuk masalah pernikahan ini. Sebenarnya bukan tanpa alasan keluarga kami memintanya. Ini menyangkut keluarga besar Damarion. Jadi, di mana kita bisa berbincang?" ucap Olivia.


Olivia benar. Tidak mungkin melanjutkan pembicaraan penting di meja makan. Calon besannya itu memang dari kalangan dokter. Tentu saja tahu tempat dan harus seperti apa.


Zelene mengajak mereka ke ruang keluarga. Di sana, pelayan sudah menyediakan cemilan. Tinggal minumannya saja yang akan menyusul.


"Ehm, langsung ke intinya saja, ya. Keluarga kami merencanakan pernikahan ini satu bulan setelah pertunangan ini. Bukan begitu, Pa?" ucap Olivia. Dia berusaha mengajak suaminya untuk berinteraksi dengan keluarga Glenda.


Zelene dan Glenda saling pandang. Tidak menyangka akan secepat ini. Mereka pikir masih dua atau tiga bulan lagi akan dilangsungkan pernikahannya.


"Boleh kami tahu alasannya? Kenapa pernikahan mereka akan digelar sangat cepat?" tanya Vigor. Pria itu tentu saja sama terkejutnya dengan istrinya.


Olivia tidak akan mengandalkan suaminya. Dia sendiri yang harus turun tangan untuk menjawab pertanyaan Vigor. Mengenai Glenda dan Darsh, jangan tanya. Keduanya saling melirik satu sama lain, tetapi Glenda lebih dulu mencuri pandang dari Darsh.


"Begini, Tuan Vigor. Ini karena permintaan grandmanya Darsh untuk segera melangsungkan pernikahan. Mama mertuaku itu sakit, sehingga meminta kami untuk memenuhi keinginan terakhirnya. Apakah ini bisa dimaklumi?" balas Olivia.


"Maafkan kami, Kak. Jadi, tante Carlotta sekarang sakit? Sekali lagi kami tidak bermaksud membuat kalian sedih. Kami tidak akan mempermasalahkan pernikahan ini mau dipercepat atau bagaimana, kami ikut saja," balas Zelene. Tak ada yang meminta orang tuanya sakit seperti itu, tetapi mewujudkan keinginan terakhirnya juga tidak menjadi masalah. Dari pada putra atau putrinya harus terjebak dengan pergaulan bebas yang akan merugikan keluarga mereka.


"Jadi, kalian semuanya setuju?" ucap Olivia.

__ADS_1


"Tentu saja, Kak. Bukan begitu Daddy dan Glenda?" Zelene berusaha meminta persetujuan mereka.


"Iya, Mom. Daddy setuju saja," balas Vigor.


"Glenda sayang, bagaimana denganmu, Nak?" tanya Olivia.


"Aku ikut saja, Tante," jawabnya dengan malu-malu.


"Tunggu dulu! Ada satu masalah lagi," sahut Dizon.


Semua keluarga Glenda terlihat panik. Ketakutan mereka sangat beralasan jika sudah berhadapan dengan Dizon Damarion. Bukan karena takutnya kegagalan pernikahan ini, tetapi takut ada hal lain yang tidak bisa mereka penuhi untuk pria kulkas empat pintu itu.


"Ada apa, Tuan Dizon?" tanya Vigor. Pria ini sudah ketar-ketir menghadapi calon besannya.


"Mamaku meminta pernikahan ini akan diselenggarakan di rumah keluarga Damarion. Maksudku di negara asalku," ucapnya.


Keluarga Glenda terlihat sangat lega mendengarnya. Rupanya hanya tempat pernikahan. Tentu saja mereka sangat setuju. Itu artinya mereka akan mengundang kerabat dekatnya tanpa pusing lagi untuk memboyong mereka ke negara ini. Negara H yang menjadi tempat tinggalnya. Sementara semua keluarganya berada di negara I. Sedangkan grandma kembarnya Glenda berada di negara T. Sementara orang tua dokter Olivia berada di negara IT.


Mereka tersebar di berbagai tempat. Itulah sebabnya, keluarga Darsh Damarion meminta pernikahan mereka dilangsungkan satu bulan kemudian agar persiapannya benar-benar matang. Tak akan sulit karena baik keluarga Zelene maupun Olivia semua berasal dari keluarga Crazy Rich.


"Tentu saja kami semua setuju, Tuan Dizon," balas Zelene.


Kesepakatan mengenai pernikahan mereka telah dibuat. Masih ada satu yang mengganjal dipikiran Darsh yaitu mengenai tempat tinggalnya setelah pernikahan. Tidak mungkin mereka akan hidup berkumpul dengan orang tua maupun mertuanya. Darsh ingin hidup bebas dari pengawasan mereka. Bukan berarti ingin memisahkan anak dari orang tuanya, tetapi Darsh ingin hidup mandiri bersama pasangannya.


"Maaf sebelumnya. Untuk urusan pernikahan sudah ditentukan. Yang ingin kutanyakan, apakah kalian mengizinkan kalau setelah pernikahan ini berlangsung, kami akan memilih tinggal di apartemen berdua saja?" ucap Darsh.


Deg!

__ADS_1


Glenda rasanya tidak bisa bernapas. Dia hampir lupa, setelah pernikahannya tentu akan berpisah dari orang tuanya. Dia juga tidak mau tinggal bersama mertuanya. Rasanya sangat tidak nyaman walaupun mama mertuanya terlihat sangat baik, tetapi papa mertuanya itu terlihat sangat aneh menurutnya.


__ADS_2