Duplikat Daddy

Duplikat Daddy
Kecurigaan Darsh


__ADS_3

Mendial nomor papanya berulang kali tidak mendapatkan jawaban. Darsh menyerah. Dia mengembalikan ponselnya ke dalam saku jasnya.


"Jangan berbelit-belit, Nona. Katakan siapa namamu dan tinggalkan nomor ponselmu. Setelah meeting, aku akan menghubungimu," ucap Darsh.


"Katakan pada Om Dizon bahwa Willow mencarinya." Gadis itu kemudian keluar dengan rasa kesalnya.


"Ck, dasar dua lelaki kaku. Rasanya menyebalkan bertemu dengannya. Jika bukan karena mama yang memintaku untuk menemui Om Dizon, aku tidak akan seperti ini," gerutunya.


Setelah kepergian gadis itu, Darsh nampak memegang keningnya yang tidak terlalu pusing itu. Namun, gadis itu cukup menyita pikirannya.


"Apakah papa memiliki anak lain selain diriku?" ucapnya membuat Justin geli.


"Kamu terlalu berlebihan, Darsh. Dia hanya mencari papamu dan menyebutnya Om. Mana mungkin dia anak lain papamu. Mustahil. Mirip saja tidak!"


...❣️❣️❣️...


Willow yang kebetulan baru pertama kali datang ke negara H ingin mencari sebuah Kafe yang lagi hits di sini. Setelah keluar dari kantor orang yang dicarinya, dia segera mencari taksi untuk menuju ke sana.


Ma, kenapa kamu memintaku untuk mencari Om Dizon, sih? Bukankah masa lalu kalian sudah selesai? Lalu, apalagi sekarang?


Sopir taksi mengantarkannya ke sebuah Kafe yang baru, namun sudah dikenal banyak orang.


"Apa Anda yakin ini Kafenya?" tanya Willow. Di luar memang nampak sepi. Hanya beberapa mobil saja yang terparkir di sana. Seperti tidak percaya kalau ini Kafe yang ramai sekali. Apalagi mendekati jam makan siang. Semua orang ingin bersantai di dalamnya.


"Tentu saja, Nona. Kafe ini baru muncul beberapa bulan yang lalu dan pengunjung sangat nyaman. Apalagi owner-nya masih muda dan ganteng. Mungkin Nona akan betah di sana."


Willow tidak terlalu menanggapi ucapan sopir taksi tersebut. Dia bahkan tidak tertarik dengan laki-laki. Entah, ada sesuatu yang membuatnya semarah itu terhadap lelaki.


Willow turun dari taksi untuk memasuki Kafe itu. Sebenarnya ucapan sopir taksi membuatnya penasaran. Bukan karena pemilik Kafe, melainkan Kafe yang terlihat ramai di jam makan siang.


Perlahan, Willow memasuki Kafe. Benar saja, di sana beberapa kursi nampak hampir penuh. Ternyata Kafe itu menjadi semacam restoran di siang hari. Mereka menyiapkan menu makan siang yang sangat enak.


Bingung memilih tempat duduk membuat seorang lelaki mendekatinya. Dia adalah Owen, owner dari Kafe ini.

__ADS_1


"Maaf, Nona. Anda sepertinya sedang kebingungan?" Di jam sibuk seperti sekarang ini, Owen lebih banyak membantu pelayannya berada di lapangan daripada sekadar duduk manis di ruangannya untuk mengecek hasil laporan penjualan dan beberapa kebutuhan barang yang harus dibelinya.


"Ehm, sepertinya begitu. Aku kesulitan mencari tempat duduk. Kupikir di luar terlihat sepi, namun rupanya di dalam terlihat penuh sekali."


"Baiklah, Nona. Kami akan menyiapkan ruangan khusus untuk Anda, jika Anda berkenan?" tanya Owen.


"Tidak perlu, aku hanya cukup mendapatkan satu kursi saja di sini. Bukan perkara yang sulit."


"Baiklah, Nona. Jika itu mau Anda. Silakan mencarinya." Owen hendak berbalik, namun secara refleks, rupanya gadis itu menahannya.


"Maaf," ucapnya ketika tak sengaja menarik tangan lelaki di hadapannya itu. "Ternyata kamu benar, aku kesulitan walau hanya mencari satu tempat duduk saja."


"Baiklah, mari ikut aku!"


...❣️❣️❣️...


Darsh sepulang dari kantor tidak langsung menuju ke rumahnya. Namun, jangan lupakan kalau dia harus mengirim pesan dulu pada istrinya untuk melaporkan kemana dia harus pergi. Jika tidak, jangan tanyakan lagi hukuman apa yang akan diberikan istrinya itu. Darsh bisa saja semalaman harus tidur di balkon karena permintaan istrinya.


Pikirannya mendadak pening mengingat nama Willow. Gadis itu mendadak datang untuk menawarkan sejuta kecemasan dalam hidupnya. Darsh takut kalau saja gadis itu anak lain dari papanya.


Hanya butuh beberapa menit untuk sampai di rumahnya. Darsh turun dari mobilnya kemudian langsung masuk ke rumah. Di sana belum terlihat papanya. Hanya mamanya saja yang kebetulan berpapasan dengannya.


"Darsh, tumben sepulang kerja langsung ke rumah Mama. Ada apa?" Olivia melihat sesuatu yang tidak biasa dalam diri Darsh. Terlihat seperti sedang memikirkan suatu hal.


"Papa di mana? Aku ada perlu penting."


"Papamu baru saja selesai mandi. Aku akan memanggilnya."


Olivia bergegas masuk ke kamar. Di sana, Dizon baru saja selesai berganti pakaian. Dia sedang menyisir rambutnya yang seperti habis keramas.


"Ada apa, Oliv? Kenapa seperti terburu-buru begitu?"


"Darsh datang untuk menemuimu. Apa kamu ada janji dengannya?"

__ADS_1


Dizon menggeleng. Tidak ada pertemuan apapun yang akan dilakukan dengan putranya. Namun, mendengar penuturan istrinya, sepertinya ada hal penting.


Dizon bergegas keluar menuju ruang tengah di mana putranya berada. Dia juga sedikit heran bahwa anak laki-lakinya itu baru saja pulang dari kantor.


"Ada apa, Darsh?" Dizon duduk tepat di hadapan putranya. Olivia juga duduk di sampingnya karena sama penasarannya dengan sang suami.


"Maaf, Pa. Sebelumnya apa papa memiliki anak lain di luar sana?"


Deg!


Tentu saja pertanyaan Darsh ini membuat sepasang suami istri itu terkejut.


"Apa maksud pertanyaanmu itu, hah?" bentak Dizon.


Sepanjang perjalanan pernikahannya dengan sang istri semuanya berjalan dengan mudah, namun kali ini tiba-tiba putranya datang seolah menuduhnya berselingkuh dan memiliki seorang anak hasil dari perselingkuhan itu sendiri.


"Apakah papa memiliki anak lain selain aku?" jelas Darsh. Dia memang sempat curiga pada Willow yang memiliki hubungan khusus dengan papanya.


"Ngomong apa kamu itu, Darsh? Tuduhanmu sangat tidak beralasan," sahut Olivia, mamanya.


"Apakah papa mengenal Willow?" Darsh langsung bertanya ke intinya.


Deg!


Sejenak Dizon mengatur irama napasnya. Dia bahkan sudah lupa kalau pernah mengenal nama itu. Namun, yang membuat Dizon penasaran, bagaimana putranya bisa mengetahui nama itu? Apakah karena menantunya itu menceritakan masa lalunya kemudian Darsh salah paham dan menuduhnya berselingkuh? Bukan tanpa sebab kalau Dizon menuduh menantunya. Dia keponakan dari Sean Armstrong. Mamanya Glenda pun juga tahu kisah kehidupan mereka di masa lalu.


"Apakah Glenda baru saja mengarang cerita tentang masa lalu Papa?" tuduh Dizon pada menantunya. Padahal pria itu sudah bersusah payah untuk bisa menerima Glenda dengan baik, tetapi kenapa dia malah mengusik kehidupan masa lalunya yang sudah dikubur dalam-dalam?


"Ini tidak ada hubungannya dengan Glenda atau siapa pun, Pa. Bahkan Glenda juga tidak mengenal siapa Willow!" balas Darsh dengan nada yang sedikit lebih tinggi. Pasalnya, Darsh kesal karena papanya malah menuduh istrinya.


"Jangan bohong kamu! Bisa saja kan kalau istrimu itu membenci Papa."


Deg!

__ADS_1


Darsh heran, kenapa papanya malah menuduh Glenda yang melakukan semua ini? Kecurigaan Darsh pada papanya semakin meningkat. Dia curiga kalau ada wanita idaman lain di kehidupan papanya di masa lalu.


"Kalau Papa tidak mau menceritakan siapa sebenarnya Willow, maka aku akan mencari tahu sendiri!" ancam Darsh.


__ADS_2