
"Aku belum tahu, Darsh. Aku ragu. Sungguh ini bertentangan sekali dengan prinsip keluargaku."
"Pikirkan dengan matang. Aku juga tidak tega melihatmu seperti ini. Pulanglah ke apartemen! Selesaikan masalahmu!" Darsh beranjak meninggalkan Kafe.
"Kamu mau pulang sekarang?"
"Ya, ada yang ingin kuselesaikan."
Darsh memutuskan untuk lekas bertemu dengan mamanya. Dia tidak ingin Willow memecah belah mereka.
Sepanjang jalan, Darsh sedang memikirkan cara untuk meyakinkan mamanya. Sedikit aneh memang. Mendadak pulang dan mengatakan sesuatu yang sangat mengejutkan mereka.
"Apa yang akan kukatakan pada mama dan papa? Aku tidak mungkin merahasiakan ini semua dari mereka. Semoga saja ini berhasil."
Olivia terkejut mendapati putranya datang tanpa menantu dan cucunya.
"Sayang, Glenda mana? Cucu mama di mana?" tanya Olivia yang menyambut kehadiran putranya. "Kamu datang sepulang dari kantor? Tapi, ini bukan jam pulang kerja. Kamu ada masalah dengan Glenda?" Telisik Olivia.
Darsh memang mampir ke Kafe Owen cukup lama. Sehingga sampai ke rumah orang tuanya sudah semakin malam.
"Aku baik, Ma. Boleh aku masuk kemudian menjelaskannya di dalam?"
"Oh, tentu. Aku minta maaf padamu, Darsh. Masuklah!"
Darsh lantas duduk di ruang tengah keluarganya. Di sana hanya ada mamanya saja.
"Papa di mana?"
"Ada di ruang kerjanya, Darsh. Memangnya kenapa?"
"Ayo ikut aku, Ma."
Darsh sudah tidak peduli lagi pada kenyataan akhirnya. Yang pasti, orang tuanya harus tahu di awal sebelum semuanya terlambat.
Tok tok tok.
Olivia mengetuk pintu kemudian masuk ke ruang kerja suaminya.
"Ma, ada apa?" Dizon terkejut melihat istri dan putranya masuk.
"Aku ingin bertemu mama dan papa," ucap Darsh.
__ADS_1
"Masuklah! Tutup pintunya kembali. Kamu tidak sedang bertengkar dengan istrimu, kan?"
"Kalian ini kenapa, sih? Berharap sekali kalau aku bertengkar dengan Glenda."
"Bukan begitu, Darsh. Kamu datang ke sini sendirian setelah mengantar istrimu ke rumah mertuamu, kan?"
Deg!
Darsh belum mengatakan apapun, tetapi seolah orang tuanya tahu segalanya.
"Memangnya papa tahu dari siapa kalau aku mengantar anak dan istriku ke rumah mertua? Kurasa sekarang semua orang menjadi sok tahu dengan kehidupanku."
"Bukan begitu, Darsh. Hari ini Willow datang ke rumah. Dia menceritakan pada kami kalau kamu sedang bertengkar. Bahkan, Willow mengatakan kalau kamu akan menceraikan istrimu," ucap Dizon.
Deg!
Rupanya dia berani berbuat nekat. Orang tuanya sudah dicuci otaknya oleh Willow. Rasanya Darsh ingin meluapkan segala amarahnya pada wanita itu.
"Papa percaya? Mama juga?"
"Iya, Darsh. Makanya, Mama minta maaf padamu. Ketika kamu datang, Mama terkejut melihatnya. Mama yakin kalau ucapan Willow benar."
Sepertinya Willow sudah masuk dalam permainannya. Dia ingin membuat kehidupannya hancur.
Olivia dan Dizon berpandangan. Keduanya sempat ragu pada ucapan putranya. Pengadilan sudah jelas memberikan vonis hukuman pada Max dan lelaki itu juga menerima hukumannya dengan lapang dada. Sekarang, mengapa tiba-tiba putranya memutar masalah yang dianggap sudah selesai?
"Mama percaya, Darsh. Dia menerima vonis itu dan menjalani hukumannya." Olivia menjawabnya dengan penuh keyakinan.
"Bagaimana kalau Max ternyata difitnah?" ucap Darsh.
"Fitnah bagaimana? Jadi, menurutmu Willow memfitnah Max?" sahut Dizon dengan suara yang meninggi. Dia seolah tidak percaya pada ucapan putranya. Hampir mendekati kebebasan Max, mengapa putranya itu malah memberikan sebuah informasi yang sangat rancu seperti itu?
"Aku tidak menuduhnya seperti itu, Pa. Sekarang aku kembalikan lagi. Bagaimana Mama dan Papa mengira hubungan rumah tanggaku sedang tidak baik? Padahal kami tidak ada masalah apapun. Mendadak Willow memberikan informasi kepada kalian bahwa aku sedang bertengkar. Apa ini bukan namanya fitnah?"
Deg!
Olivia mampu mencerna ucapan putranya, tetapi tidak dengan Dizon. Dia sepertinya tidak terima tuduhan mengenai Willow yang menyebar fitnah seperti itu.
"Itu tidak mungkin, Darsh. Sudah jelas kalau semua bukti mengarah pada Max. Dia sudah menjalani hukumannya dengan baik. Mana mungkin Willow berbohong." Dizon menatap tajam ke arah putranya.
Rupanya papa tidak percaya. Aku harus mengatakan apalagi? Batin Darsh.
__ADS_1
"Kalau aku mengatakan Willow mencintaiku, apa kalian percaya?"
Deg!
"Drama apalagi yang kamu buat, Darsh?" ucap mamanya.
"Mama dan Papa jelas menuduhku memainkan drama ini, kan? Dugaanku benar. Mama dan Papa sudah dicuci otaknya oleh Willow. Dia memang mengatakan padaku kalau Willow mencintaiku. Apa Mama tahu reaksi apa yang kuberikan? Aku marah, Ma. Bagaimana mungkin gadis muda yang sudah dianggap seperti anak orang tuanya sendiri tiba-tiba mengatakan cinta pada saudaranya? Padahal dia sendiri sudah menikah dengan pria lain."
Sungguh membingungkan ucapan Darsh barusan. Olivia maupun suaminya juga tidak percaya.
"Mana mungkin, Sayang? Kalian kan sudah sama-sama menikah. Mungkin Willow hanya bercanda saja."
"Ma, bagaimana kalau aku mengatakan bahwa Helga menghilang bersamaan dengan Max masuk penjara? Bagaimana kalau kenyataannya Helga menghilang karena ada hubungannya dengan Willow?"
Semakin rumit mendengar ucapan Darsh yang tidak tahu arah pembicaraannya.
"Kamu ini bicara apa? Papa tidak bisa memahami ucapanmu, Darsh."
"Intinya, semua masalah berasal dari Willow." Darsh langsung mengatakan ke inti masalahnya.
Dizon menggebrak meja.
Braaak!
"Bagaimana bisa kamu menuduhnya seperti itu? Jelas dia tidak mungkin melakukannya. Apa kamu pikir dia akan menyakiti dirinya sendiri?" Dizon jelas membela Willow. Dia tahu betul bagaimana penderitaan gadis itu. Kenapa mendadak putranya menuduh Willow melakukan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan?
"Baiklah. Saat ini Mama dan Papa mungkin tidak percaya, tetapi kalau semua bukti sudah terkumpul, kalian pasti menyesal tidak mempercayaiku." Darsh juga geram pada sikap papa yang tidak sedikitpun percaya pada ucapannya.
"Tidak. Bukan begitu, Darsh. Tentu saja kami sangat terkejut. Kami sudah menerima Willow dengan semua tanggung jawab sebagai orang tua. Kami juga menikahkannya. Apalagi semua tentang cerita kehidupannya itu sangat miris. Jujur, Mama geram sekali pada sikap papanya. Dia membuat gadis itu harus menanggung penderitaan seorang diri." Olivia juga tidak percaya pada Darsh. Putranya seolah membuat drama dengan menuduh Willow sebagai penjahat yang sebenarnya.
"Oke, rasanya percuma aku akan menjelaskan. Kalian semua lebih mendukung Willow daripada putramu sendiri. Darsh kecewa!"
"Bagaimana kami harus mempercayaimu, sementara semua sudah terlihat jelas, Darsh. Kehidupan kita sudah tenang sekarang. Jangan buat drama yang akan menyulitkan keluarga kita," sahut Dizon.
"Justru dengan papa tidak percaya padaku itu sudah menjelaskan kalau kesulitan akan ada dipihak kita. Papa pasti menyesal telah terlambat menyadarinya."
Pria kaku versus lelaki dingin sedang bertengkar hebat. Dizon tetap tidak mau menerima kenyataan bahwa Willow seburuk itu. Sementara Darsh tidak bisa menjelaskan dengan baik kronologi kejadian sehingga orang percaya. Ini sungguh sulit sekali bagi Darsh. Dia harus berjuang seorang diri sampai Max dan Helga kembali.
...🍃🍃🍃...
Sambil menunggu update, yuk mampir karya keren ini. jangan lupa tinggalkan jejaknya
__ADS_1