Duplikat Daddy

Duplikat Daddy
Menyusun Kekuatan Penuh


__ADS_3

Ya, kamu memang Helga Orlen. Namun, alasan resign-nya apa? Dan, kenapa dia sering berpindah-pindah tempat? Batin Darsh.


"Livia, sebelumnya aku minta maaf. Apakah kamu punya contact-nya Orlen?" Darsh semakin penasaran.


"Oh, tunggu sebentar. Aku tidak punya contact-nya, tetapi dia menitipkan sesuatu untukmu."


Livia masuk ke kamarnya. Dia mengambil sebuah amplop penting kemudian keluar lagi.


"Maaf, Orlen hanya menitipkan amplop ini. Jujur, aku tidak tahu isinya dan aku tidak pernah membukanya sama sekali. Karena ini titipan, aku hanya mendapatkan pesan. Kata Orlen, kalau aku tak sengaja bertemu denganmu, aku harus menyapamu. Mungkin itu saja pesan Orlen. Oh ya, setelah mendapatkan amplop ini, jangan kembali lagi ke sini. Pergilah!"


Deg!


Sikap Max maupun Livia sama halnya. Kenapa seolah mereka tidak mau ditemui dalam jangka waktu yang lumayan lama? Apa sebenarnya yang sedang mereka jalani saat ini? Sengaja menghindar, kah?


Belum mengucapkan terima kasih, Livia langsung masuk ke kamarnya.


Semua orang nampak bersikap aneh. Apa sebenarnya pengaruh Willow pada mereka? Kurasa mereka enggan untuk berbicara langsung ataupun sekadar berbincang. Batin Darsh.


Dia langsung kembali ke mobilnya melalui jalan setapak. Sungguh aneh kalau Helga sempat tinggal di tempat seperti ini. Apakah sebenarnya Helga dan Max itu pahlawan yang sesungguhnya atau hanya korban salah sasaran? Atau, karena keduanya tahu sesuatu?


Rasanya Darsh ingin lekas membuka amplop pemberian Helga. Namun, dia harus ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu.


...*****...


Hari yang cukup melelahkan. Setelah bertemu dengan Livia, pergi ke kantor karena jadwal meeting yang sengaja di mundurkan, dan sekarang dia sudah sampai ke rumahnya. Perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lainnya membuatnya lelah.


"Sayang, kamu lelah sekali, ya?" Glenda menyambut kedatangan suaminya.


"Aku menemukannya, Sayang."


Glenda lekas menutup pintunya. Pembicaraan penting harus hati-hati. Jangan sampai orang lain tahu atau ada orang luar yang kebetulan mengetahui tanpa seizinnya.


"Kamu menemukan apa, Sayang? Sebenarnya aku sangat penasaran, tetapi apa tidak sebaiknya kamu membersihkan diri dulu?"


"Ya, baiklah. Aku akan membersihkan diri dulu."


Rasanya lengket sekali, sejak pagi sampai menjelang malam baru sampai rumah. Dia secepatnya masuk ke kamar mandi. Dia tidak ingin berlama-lama di sana karena penasaran dengan amplop yang diberikan Livia.


Amplopnya memang terlihat sudah cukup lama. Livia termasuk orang yang bertanggung jawab menyampaikan pesan orang lain padanya.


"Sayang, cepat sekali?"


"Iya, aku penasaran dengan isi amplop pemberian Livia."


"Livia? Siapa dia?"


"Ceritanya panjang. Apakah anak-anak sudah tidur?"

__ADS_1


"Ya, sepertinya mereka paham situasi orang tuanya."


"Baguslah kalau begitu."


Darsh dan sang istri kembali ke ruang kerja seperti malam sebelumnya. Di sana, Darsh lekas mengambil kertas milik Max kemarin yang belum selesai dibacanya.


"Sayang, aku penasaran siapa Livia?"


"Dia teman barunya Helga."


"Jadi, kamu sudah bertemu Helga?"


Darsh menggeleng. "Tidak. Dia menghilang lagi."


"Oh, ya ampun."


"Kita mulai membuka amplop milik Max atau Helga?"


"Kurasa lebih baik kita buka punya Helga dulu, Sayang. Ada rahasia besar yang disembunyikannya."


"Baiklah."


Perlahan Darsh menyobek amplopnya. Dia langsung membentangkan kertas itu.


Darsh, jika kamu membaca suratku ini, itu artinya aku sudah pergi jauh. Aku minta maaf menyembunyikan rahasia ini dengan Max. Sekali lagi aku minta maaf.


Max hanya ingin memperingatkan dia agar tidak mendekati keluargamu maupun Glenda. Apalagi kisah masa lalu kalian sudah terikat. Mengenai alasannya apa Willow ingin menghancurkan kalian, kami belum mengetahui secara jelas.


Kita tunggu Max sampai benar-benar keluar dari penjara.


Dan, jangan terlalu percaya pada Willow. Banyak hal yang dia rahasiakan termasuk masa lalunya. Kurasa dia pemain handal. Sekali lagi, aku minta maaf baru menyampaikannya sekarang. Aku akan kembali setelah semuanya jelas.


^^^Orlen Helga.^^^


"Jadi, Helga mengetahui semuanya, Sayang. Namun, sepertinya dia sedang mengumpulkan semua buktinya terlebih dahulu."


"Kita langsung ke rumah Daddy, ya? Perasaanku tidak enak akan hal ini."


Sebenarnya Darsh ingin berjalan seorang diri, tetapi mengingat Helga dan Max sudah berjuang demi dirinya, Darsh harus menyusun kekuatan.


"Kita pergi ke sana sekarang. Bagaimana dengan bayimu?"


"Aku akan membawanya. Kita akan menginap di sana selama semalam. Kurasa ini saat yang tepat. Aku tidak tega meninggalkan dua bayiku di rumah."


Glenda lekas keluar dari ruang kerja dan meminta dua baby sitter-nya bersiap. Malam ini mereka akan menginap di rumah keluarga Glenda.


"Tolong semuanya siapkan. Kita akan pergi ke rumah mommyku."

__ADS_1


"Baik, Nyonya." Kedua baby sitter itu lekas bersiap.


Tak butuh waktu lama, sekarang mereka berada di dalam satu mobil yang sama. Perjalanan di malam hari membuat mereka semakin was-was. Bisa saja Willow menyiapkan mata-mata untuk mengawasi mereka.


Rasa keterkejutan orang tua Glenda semakin meningkat manakala mobil menantunya masuk ke halaman rumah. Hari sudah sangat larut, itulah yang menyebabkan mereka terkejut.


"Kalian ini bagaimana? Bawa bayi di malam hari." Teguran ini untuk sepasang suami istri ini. Ya, Zelene sangat kesal sekali.


"Mom, sebaiknya mommy bawa bayiku masuk ke kamarnya." Glenda menggendong salah satu bayinya. Kebetulan Welenora sedikit lebih manja.


"Baiklah."


"Mom, daddy di mana?" tanya Glenda. Walaupun sudah jelas kalau malam seperti ini, daddynya pasti berada di dalam kamarnya.


"Ada di kamar. Mau dipanggilkan?"


"Iya, Mom. Tolong, ya. Kami tunggu daddy di ruang kerjanya."


"Baiklah."


Pelayan sudah membuka ruangan kerjanya yang tidak setiap saat bisa dimasuki orang kecuali saat genting seperti sekarang ini. Glenda sudah hapal betul.


"Kenapa kalian malam-malam ke sini? Mengganggu tidur Daddy saja!" protes Vigor yang baru masuk ke ruangannya.


"Dad, maafkan aku dan Glenda yang sudah lancang datang ke sini tanpa memberitahukan. Asal Daddy tahu, kami memiliki sebuah masalah yang rumit. Kami butuh bantuanmu, Dad," jelas Darsh.


"Masalah rumit apa?"


"Ini tentang Willow, Dad," sahut Glenda.


Darsh menceritakan bagaimana dia harus bertemu Max dan Helga dalam situasi yang aneh. Dan, tak lupa dia menceritakan ungkapan cinta yang disampaikan Willow padanya. Dia juga menceritakan perihal surat-surat yang diterima dari dua orang itu.


"Ini sangat aneh sekali. Ada apa dengan Willow?" Vigor terkejut.


"Itulah yang sekarang sedang kami selidiki, Dad. Aku harap Daddy bisa membantu kami untuk memecahkan masalah ini." Darsh tidak sabar untuk segera memberikan pelajaran padanya.


"Apa kamu sudah meminta orang kepercayaanmu untuk menyelidiki ke tempat tinggal Willow sebenarnya?"


"Sudah, Dad. Aku belum mendapatkan kabar sama sekali." Darsh memijit pelipisnya. Semakin hari seperti menyusun puzzle yang rumit sekali.


"Baguslah. Pertahankan itu dulu. Daddy juga akan mengirimkan orang kepercayaan untuk mempercepat pekerjaanmu."


Darsh rasa untuk mendapatkan kebenaran mengenai Willow dan niat terselubung gadis itu, Darsh harus menyusun kekuatan penuh supaya tidak terperdaya lagi olehnya.


...🍃🍃🍃...


Sambil menunggu update, yuk mampir karya keren ini. Jangan lupa tinggalkan jejaknya

__ADS_1



__ADS_2