
Melupakan sejenak masalah persahabatan hanya untuk fokus mempersiapkan kelahiran dua bayi kembarnya. Mommynya Glenda sudah berada di rumahnya semenjak beberapa hari yang lalu.
Sepagi ini semuanya sudah heboh. Mama Olivia lebih memilih menyiapkan Glenda dengan baik. Dia menyiapkan menantunya untuk tidak grogi dan harus yakin bahwa semuanya akan berjalan lancar. Sementara Mommy Zelene lebih ke persiapan perlengkapannya saja. Sebelum operasi berlangsung, Glenda di sarankan untuk tidak makan dan minum sampai waktu operasinya dimulai.
Darsh meminta sopir yang mengantarkan ke rumah sakit. Tiga wanita hebat sedang bersama Darsh. Lelaki yang sebentar lagi menjadi daddy untuk dua bayi merasakan kekhawatiran yang luar biasa untuk menghadapi hari ini. Rasanya seperti baru kemarin dia menikah dan hari ini istrinya akan melahirkan.
Sesampainya di sana, brankar sudah di siapkan untuk membawa Glenda ke dalam ruang tunggu untuk pasien yang akan melahirkan. Di sana, dia harus melalui tahapan pengecekan kondisi tubuhnya sembari menunggu jadwal operasi yang akan berlangsung beberapa jam lagi.
Olivia yang menemaninya di dalam. Sementara Darsh dan Zelene berada di luar ruangan karena harus repot mengurus administrasi dan beberapa persyaratan yang diperlukan.
"Apakah kamu sudah menyiapkan nama untuk baby-nya?"
"Sudah, Mom. Namanya baby W, tetapi itu bukan aku yang memberi nama. Sepenuhnya Glenda yang menyiapkan."
"Baguslah! Kurasa Glenda bisa memberikan nama yang bagus untuk anak-anaknya."
...🍃🍃🍃...
Setelah menunggu beberapa jam, brankar Glenda sudah disiapkan untuk masuk ke ruang operasi. Darsh sengaja menemaninya. Dia tidak ingin kelahiran bayinya itu terlewatkan begitu saja. Untung saja pihak rumah sakit menyiapkan khusus permintaannya yaitu video persalinan istrinya.
Setelah semu prosedur untuk tindakan operasi dilakukan, dokter mulai melakukan tugasnya. Sementara Darsh berada duduk tepat di puncak kepala istrinya. Sesekali lelaki itu mengecup keningnya memberikan semangat bahwa sebentar lagi buah hati mereka akan lahir.
Tak lama, sekitar 30 menit, bayi pertama telah berhasil dikeluarkan dari perut istrinya. Terdengar suara tangis yang luar biasa.
Oek oek oek.
"Bayi pertama, perempuan!" ucap dokter.
Itu artinya dialah kakaknya. Barulah berjarak beberapa menit, bayi kedua juga sudah dikeluarkan.
Oek oek oek.
Suaranya pun tak kalah kencangnya dari bayi pertama.
__ADS_1
"Bayi kedua, laki-laki!" ucap dokter lagi.
Air mata Glenda menetes karena haru. Rasanya sangat bahagia memiliki dua anak kembar sekaligus. Sedangkan suaminya, tak henti-hentinya lelaki itu berucap syukur dan selalu mengecup kening istrinya.
"Terima kasih, Sayang. Kamu wanita hebat! Maafkan aku. Setelah ini, aku berjanji akan lebih perhatian lagi padamu."
Cup!
Setelah selesai semuanya, Glenda dibawa ke sebuah ruangan yang tak jauh dari kamar operasi. Sementara bayinya masih dibersihkan dan dilakukan sesuai prosedur rumah sakit. Setelah bayinya siap, barulah ibu dan bayinya di bawa ke kamar VVIP yang sudah dipesan atas namanya.
Darsh mengikuti brankar istrinya yang didorong perawat menuju kamarnya. Dua box bayi mengikuti dibelakangnya. Tak lama, brankar itu telah sampai di kamar rawat yang luas dan dua box bayinya juga berada di sana. Keduanya sedang tidur dengan nyenyak.
"Welcome to the World baby W." Hanya itu ucapan pertamanya ketika berada di kamar rawat istrinya.
Glenda tersenyum lega melihatnya. Sikap Darsh bisa lebih hangat terhadap anak-anaknya.
Semoga ini awal yang baik untuk keluarga kecil kita, Darsh.
Sebelum kedua mamanya masuk, Darsh cukup puas memandangi wajah kedua bayinya. Walaupun di kamar operasi sempat melihatnya, namun tidak sejelas sekarang karena sudah bersih dan sangat jelas terlihat.
"Belum, kita tunggu semua orang tua berkumpul. Jika tidak, aku tidak akan menyebutkan namanya."
Oh God, tidak hanya menunggu melahirkan saja yang membuat hati deg-degan. Rupanya menanti nama pun sama. Harus ekstra sabar kalau seperti ini.
Bersamaan dengan menunggu dua nama, kedua mama yang sekarang sudah menjadi grandma itu masuk bersamaan. Pandangan mata protes keras ditujukan Olivia pada anaknya, Darsh.
"Darsh, kenapa tidak bilang kalau sudah masuk ke kamar perawatan?" protes Olivia.
"Maaf, Ma. Aku terlalu sibuk memandangi wajah cucu mungilmu ini," ucapnya.
"Darsh!" kesal Olivia.
Zelene lain lagi. Sejak Olivia fokus pada kedua bayi mungil itu, Zelene lebih memilih mendekati putrinya. Dia merasa kalau anak gadisnya itu kini sudah menjadi seorang ibu dan sudah sewajarnya untuk bisa memutuskan apapun tanpa bantuannya.
__ADS_1
"Bagaimana perasaanmu, Sayang?" tanya Zelene mengecup lembut tangan anak semata wayangnya.
"Glenda terharu dan sangat bahagia, Mom. Hari ini, kedua anak itu telah lahir. Rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Intinya, sangat luar biasa."
"Mommy ikut bahagia. Jadi, siapa nama cucu Mommy?"
Glenda menggeleng. "Tidak sekarang. Kita tunggu papa mertua dan daddy berada di sini. Aku tidak mau mengulang namanya karena aku ingin semua keluarga berkumpul dan mendengarkan nama yang akan kuberikan pada mereka."
"Ya ampun, ingin tahu nama cucu saja harus menunggu seperti ini. Kak Oliv, lekas telepon suamimu. Menantumu ini tidak mau mengatakan siapa namanya sebelum semua pria paruh baya itu berkumpul di sini!" ucap Zelene pada Olivia.
Olivia yang fokus pada cucunya itu menatap tidak percaya jika cucunya masih memiliki inisial dan belum memiliki nama lengkapnya.
"Ya ampun, benar begitu Darsh?" tanya Olivia pada putranya. Sungguh tidak bisa dipercaya.
"Jangankan mama, akupun mendapatkan jawaban yang sama seperti Mommy mertua," jawab Darsh.
Olivia menepuk jidatnya. Tidak menyangka bahwa menantunya yang sudah menjadi seorang ibu itu masih suka bermain teka-teki. Glenda cuma tersenyum memandang mama mertuanya. Olivia tidak menelepon suaminya melainkan hanya mengirimkan pesan supaya lekas datang ke rumah sakit. Itu pun sama halnya dengan yang dilakukan Zelene. Takut mengganggu cucunya yang sedang tidur.
"Beberapa jam lagi kedua pria paruh baya itu akan datang," jelas Olivia. Sementara Zelene hanya tersenyum memandang besannya itu.
Darsh sendiri masih sibuk melihat anaknya dan tidak lagi memperhatikan Glenda istrinya. Dia cemburu? Tentu saja. Jelas terlihat bagaimana Darsh memandang kedua bayinya dengan tatapan penuh cinta. Sedangkan kepadanya, biasa saja.
"Ma, sebentar lagi menantumu ini akan menjadi orang ketiga dalam hubungan ayah dan anak," celetuk Glenda pada Mama mertuanya.
Deg!
Darsh yang merasa tersindir menyadari kalau istrinya juga memerlukan kasih sayang darinya. Namun karena ada dua orang tua di ruangan ini, Darsh sepertinya sangat malu untuk bertindak lebih jauh.
"Jangan menyindirku, Sayang! Ada mama dan mommy mertua di sini," jawabnya.
Tentu saja itu membuat kedua wanita paruh baya itu tersenyum memandang tingkah Darsh seperti itu. Rasanya seperti memiliki cucu dari anak ABG yang hobinya berantem setiap bertemu. Apapun itu, yang pasti selamat datang ke dunia untuk baby W yang sebentar lagi namanya akan diumumkan.
...🍃🍃🍃...
__ADS_1
Sambil menunggu update, yuk kepoin karya keren Bestie-nya Emak. Jangan lupa tinggalkan jejaknya 💟💟💟 Terima kasih