Duplikat Daddy

Duplikat Daddy
JJ Belum Datang


__ADS_3

Menjelang malam, Jillian bersiap di kamarnya. Dia menggunakan gaun merah dan memoles make up tipis diwajahnya. Sesekali dia memandangi cincin di jarinya. Setelah selesai, tak lupa Jillian menggunakan sepatu yang sudah dibelinya hari ini. Hanya gaun dan biaya perawatan yang dibayar kakak iparnya.


Beberapa kali berputar di depan cermin, Jillian merasa puas dengan hasilnya. Semoga tidak mengecewakan Justin. Ups, ingatannya bukan lagi tentang menghadiri pesta ulang tahun Max, melainkan anggapan kencan kedua bersama Justin.


Jillian tak lupa membawa dompet yang bisa digunakan untuk menyimpan ponsel dan beberapa perlengkapan kecil di sana. Tak lupa, Jillian mengganti antingnya. Dia tidak memakai kalung karena bajunya sudah terlihat pas tanpa memakai kalung. Terlihat sangat cantik. Dia juga membawa box hadiah untuk Justin.


"Jill, kamu juga menyiapkan kado untuk Max?" tanya Darsh yang kebetulan sedang menunggu istrinya bersiap.


"Ck, mana mungkin, Kak. Ini untuk Justin."


"Oh, tunggu sebentar. Dia berjanji akan menjemputmu malam ini," ucap Darsh tanpa mengomentari penampilan adiknya. Darsh pikir kalau itu memang sengaja ditujukan untuk Justin.


Tak lama, Glenda pun keluar. Dia juga terlihat cantik dengan gaunnya yang berwarna soft itu.


"Wow, kamu cantik sekali, Jill. Aku yakin, Justin pasti tidak akan berkedip untuk terus saja melihatmu. Semangat, ya!"


"Terima kasih, Kak."


Darsh pergi bersama istrinya diantar sopir rumahnya. Sementara Jillian masih di rumah menunggu kedatangan Justin. Darsh memang sengaja meninggalkan adiknya itu supaya bisa dengan leluasa bersikap pada lelaki itu. Tak lama, setelah kakaknya berangkat, mobil Justin masuk. Lelaki itu turun dari mobilnya dengan penampilan yang luar biasa. Dia memakai kaos lengkap dengan jasnya. Terlihat sangat tampan malam ini, namun dia lebih memperhatikan lawannya yang rupanya sangat cantik dengan gaun merah dan high heels-nya.


"Jill." Justin menunjukkan rasa kekagumannya yang sangat luar biasa.


"Kenapa, Kak? Apa aku terlihat menor?" Jillian berusaha mengoreksi penampilannya dari Justin.


"Tidak, kamu cantik malam ini." Justin melihat sebuah kotak kado dibawa gadis itu. Ada rasa cemburu bergetar di sana. Padahal Justin sudah menyiapkan kado khusus untuk sahabatnya itu. "Kamu membawakan Max juga?"


"Oh, ini? Bukan, ini buat Kak Justin. Lagi pula, mana mungkin aku memberikan kado untuk Max. Yang diundang kan kakak, bukan aku," ucapnya tersenyum dan menyerahkan kotak kado kepada Justin.


"Terima kasih, Jill." Justin meletakkan kadonya di dasboard. Dia meminta Jillian untuk lekas masuk setelah membuka pintu depan mobilnya. "Lekaslah masuk! Kita bisa terlambat."


"Terima kasih."


...❣️❣️❣️...


Kafe milik Owen sudah disulap sedemikian rupa sesuai permintaan Max. Di tengah ruangan sudah berdiri meja kokoh dengan kue tart model mobil di atasnya yang bertuliskan nama Max Oringo, 28 tahun.

__ADS_1


Lelaki 28 tahun berdiri di antara tiga gadis cantik yang terlihat sangat gembira. Beberapa gadis lain menghambur menemui teman-teman Max. Sementara Max mengamati sekelilingnya.


"Max, apa ada yang kurang?" tanya Owen selaku pemilik Kafe.


"Tidak. Semuanya sempurna dan aku menyukainya. Oh ya, kamu sendirian?" tanya Max.


"Iya. Sudah kukatakan kalau aku tidak akan membawa pasangan."


"Baiklah, Owen. Tidak masalah. Apakah Darsh dan Justin pasti datang?"


"Tentu saja. Aku sudah memberitahu mereka."


Dari jauh, Darsh datang dengan istrinya. Dia terlihat membawa kotak kado untuknya. Sementara istrinya menggandeng mesra tangan suaminya. Sedangkan tiga gadis yang berada di sampingnya itu terlihat kesal. Apalagi istri dari pujaan hatinya itu telah mengandung. Jelas saja kalau Darsh sudah memiliki seutuhnya.


"Hai, Max," sapa Darsh. "Wah, ini kejutan. Aku baru mendapatkan kabar kemarin dan hari ini kamu mengadakan pesta sebesar ini." Darsh menyerahkan kotak kadonya kemudian diterima oleh Helga. Gadis itu terus saja berada di samping Max.


"Terima kasih atas hadiahnya," ucap Max.


"Sama-sama. Ini pesta ulang tahun termegah untuk sahabatku yang luar biasa. Bukan begitu, Sayang?" Darsh berusaha berinteraksi dengan istrinya.


"Oh ya, Justin akan datang juga kan?" tanya Max. Semenjak Frey pergi, kini mereka hanya berempat saja.


"Iya, dia akan datang. Mungkin dalam perjalanan."


Aimee, Helga, dan Clianta tidak bisa berkutik melihat Darsh bersama istrinya. Rupanya kabar pernikahannya benar dan saat ini istrinya sedang mengandung. Rasanya cemburu melihat Darsh terlihat mesra dengan istrinya.


"Apakah dia datang sendiri?" selidik Max.


"Entahlah, Max."


Darsh berusaha menghindari Max. Bukan karena orangnya, tetapi tiga gadis itu jangan sampai bersinggungan dengannya ataupun istrinya. Beberapa orang mulai berkerumun karena sebentar lagi acaranya akan dimulai.


Namun, bukan Aimee namanya jika tidak membuat keributan. Dia menghambur mendekati Darsh. Lelaki itu tak gentar harus menghadapi Aimee. Justru dia semakin erat memegang tangan istrinya dan menunjukkan pada Aimee bagaimana dia sangat mencintai Glenda.


"Darsh, apakah ini wanita yang merebutmu dariku?" tanya Aimee.

__ADS_1


"Maaf, Nona! Apa yang kamu bicarakan?" balas Glenda.


"Darsh ini kekasihku, kami batal menikah karena kamu. Kurasa kamu cukup tahu diri, lepaskan dia atau kalau tidak-"


"Kalau tidak, kenapa Aimee? Kamu akan menghancurkan kehidupanku? Sebelum hidupku hancur, akan kupastikan kamu menyesal telah mengucapkannya barusan. Dia istriku dan aku tidak pernah terikat hubungan apapun denganmu! Jadi, jangan mimpi!" bentak Darsh.


Aimee tidak menyerah. Dia mengambil beberapa minuman beralkohol dan menyerahkannya pada Darsh. Namun, Darsh menolaknya.


"Maaf, aku tidak meminumnya. Berikan saja pada yang lain!"


"Ayolah, Darsh. Ini bukan pertama kalinya kamu minum kan? Sedikit saja, maka kamu akan tahu yang sebenarnya tentang perasaanmu," ucap Aimee.


Glenda tidak cemburu. Dia sengaja membiarkan gadis itu untuk berbuat sesuka hatinya asalkan dia masih berada di samping suaminya. Tak jadi masalah, toh Darsh sudah berusaha menghindarinya. Namun, Owen datang dan melerai kegaduhan ini.


"Jauhi Darsh, atau kamu tidak akan menerima bayaran sepeser pun dari Max. Kembalilah!" bisik Owen pada gadis itu. Owen tahu kalau Max sengaja menyewa mereka untuk memeriahkan ulang tahunnya malam ini.


Aimee tentu saja tidak mau kehilangan penghasilan terbesarnya. Hanya dengan menjadi penggembira di pesta ulang tahun Max, dia akan mengantongi beberapa dollar karena Max sudah berjanji padanya.


"Terima kasih, Owen."


"Tenang saja, Darsh. Ini bisa diatasi," jawab Owen.


Owen sebagai pemilik Kafe berusaha bertanggung jawab penuh pada Darsh maupun orang lain. Bagaimana pun juga, Kafe ini berkat usulan dan masukan dari mertua Darsh, Vigor Abraham.


"Sayang, apa kamu mau makan sesuatu?" tanya Darsh pada istrinya.


"Aku menunggu Jillian. Lama sekali. Apakah Justin terlambat menjemputnya? Atau mereka tidak akan datang ke sini?" ucap Glenda.


Glenda jelas saja khawatir karena sebentar lagi acara ulang tahun akan dimulai dan mereka belum datang. Semua orang sedang berkumpul untuk menyanyikan lagu selamat ulang tahun kepada Max. Beberapa dari mereka masih menyerahkan kado untuknya.


...🍃🍃🍃...


Sambil menunggu update, cus kepoin karya Bestie Emak ❣️. Jangan lupa tinggalkan jejak


__ADS_1


__ADS_2