Duplikat Daddy

Duplikat Daddy
Air Mata Kesalahpahaman


__ADS_3

Ya, dia adalah Olivia. Dia sebenarnya sudah masuk ke kamarnya, tetapi karena khawatir terjadi sesuatu pada suaminya dan beberapa orang itu, dia kembali lagi mengamati dari jauh.


"Syukurlah kalau kalian akur," ucap Olivia yang berdiri tepat di belakang empat pria yang sedang berpelukan itu. Tentu saja hal itu membuat mereka membuyarkan diri.


"Kak Oliv masih di sini?" ucap Felix.


"Tadinya aku sudah masuk ke kamar, tetapi aku kepikiran kalian."


"Jangan khawatir, Sayang. Percayalah, semua akan baik-baik saja." Dizon mendekati istrinya lalu merangkul Olivia dan mengajaknya ke kamar. "Sebaiknya kita beristirahat dulu. Kalian juga."


"Baiklah," jawab ketiga orang itu.


Di sisi lain, di sebuah kamar sepasang suami istri sedang berbincang. Rasanya dia seperti kehilangan sosok daddy yang perhatian padanya.


"Kamu kenapa, Sayang?" tanya Zack.


Ya, wanita muda itu adalah Aquarabella. Bayinya tidur di kamar kedua bayi kembar saudaranya sehingga dia hanya berdua saja dengan suaminya.


"Kurasa daddy sudah berubah. Aku cemburu!" ucapnya sendu.


"Apa maksudmu?"


"Aku tahu kalau Willow itu orang di masa lalu daddy, maksudku anak perempuan yang dianggap daddy anaknya sendiri. Jujur, ketika mommy menceritakan padaku, aku merasa kalau itu hanya masa lalu. Sekarang, ketika kemunculannya aku semakin yakin kalau dia akan merebut perhatian daddyku. Sudah terbukti, kan? Jangankan daddyku, papanya Darsh juga sama perhatiannya."


"Sssttt!" Zack mencoba membuat istrinya mengerti. "Apa yang kamu cemburui darinya? Harusnya kamu bersyukur memiliki suami sepertiku dan anak seperti baby Gavino. Lupakan Willow, ini hanya sementara waktu. Setelah kita pulang ke negara I, semua akan kembali seperti semula."


"Aku tidak yakin. Daddy pasti selalu perhatian padanya!"


Anak perempuan mana yang tidak cemburu ketika daddynya perhatian pada anak orang lain? Seperti halnya dengan Aquarabella, dia pikir ini hal yang wajar, namun rupanya dia salah besar.


"Hanya tinggal waktu saja, Sayang. Kamu jangan berlebihan seperti itu!" Zack berusaha mengingatkan istrinya untuk tidak gaduh di rumah orang.


"Aku akan menemui daddy dan meminta esok pagi untuk pulang. Aku tidak sanggup menjadi anaknya, tetapi seperti orang lain saja."


"Tapi ini sudah malam. Bersabarlah sampai besok!"


"Aku tidak bisa lagi bersabar, Sayang. Kurasa semakin lama Willow menjadi batu sandungan dalam keluarga Armstrong. Kurasa sekarang aku mau menemui daddy."


Zack berusaha mencegahnya, tetapi Aquarabella tetap kekeh pada pendiriannya.


Tak memerlukan waktu yang lama, Aquarabella sudah menemukan kamar orang tuanya. Jaraknya lumayan jauh dari kamarnya. Di sana, Aquarabella langsung mengetuk pintu.


Tok tok tok.


Sementara sepasang suami istri yang baru saja akan memejamkan mata itu dibuat terkejut dengan suara ketukan pintu.

__ADS_1


"Mengganggu waktu istirahat saja," gerutu Sean. Pria paruh baya itu sudah lelah rasanya.


"Aku yang akan membukanya. Kamu tunggu saja di sini." Callista lebih dulu turun kemudian lekas membuka pintunya.


Ceklek!


"Sayang, ada apa?" tanyanya ketika melihat putrinya berada di depan kamar.


"Mom, daddy ada?"


"Iya, daddy mau tidur. Kenapa?"


"Bisa berbincang sebentar?"


"Tunggu, mommy panggilkan."


Tak lama, Sean kini berada di hadapan putrinya. "Ada apa?"


"Aquarabella minta pulang ke negara I besok."


"Kita akan pulang lusa. Jangan membantah Daddy!"


Deg!


Sudah terlihat jelas kalau daddynya itu sangat peduli pada Willow. Anak dari mantan istri yang ternyata bukan anaknya.


"Memesan penerbangan untuk besok itu sangat mendadak, Sayang. Mengertilah!" Sean benar-benar tidak menduga akan seperti ini.


"Itu hanya alasan Daddy untuk bertahan di sini, kan? Daddy sudah tidak sayang denganku, kan?"


Sean tidak habis pikir. Kenapa mendadak putrinya meminta pulang? Dia bahkan tidak tahu alasan apa yang diberikan wanita muda itu.


"Arabella, Daddy tidak paham kenapa kamu tiba-tiba meminta pulang sekarang. Katakan pada Daddy kenapa kamu berubah!"


Callista tidak tega melihat putri dan suaminya berdebat tanpa mendapatkan titik temu. Dia berusaha mendekati keduanya.


"Ada apa ini, Aqua?" tanya Callista.


"Aku ingin pulang esok hari, tetapi Daddy tidak setuju!" jawabnya.


"Kenapa kamu tidak setuju dengan ajakan putrimu, Sean?" tanya Callista.


"Bukankah kamu tahu kalau dia memang ingin ikut kita ke sini? Sekarang mendadak dia meminta pulang. Seperti anak kecil saja!"


Sensitif, Aquarabella mendadak gampang cemburu. Rasanya ini bukan wanita muda yang dikenal keluarganya.

__ADS_1


"Berikan alasanmu, Sayang!" Callista berharap pembicaraan ini selesai dan mendapatkan kesepakatan.


"Kurasa Daddy lebih peduli pada Willow daripada putrinya sendiri!" Aquarabella mengeluh bukan tanpa alasan. Harusnya Sean tidak perlu mengurusnya lagi ketika keluarga Darsh sudah menerima Willow.


"Apa maksudmu?" bentak Sean. Dia merasa kalau setelah menikah, putrinya itu semakin manja. Rasanya seperti bukan Aquarabella yang dikenalnya.


"Lihat, Mom! Bahkan, Daddy sudah berani membentakku."


Callista merasa kalau Aquarabella hanya salah paham saja. Sean sudah menceritakan pertemuannya dengan Dizon. Selebihnya, dia sudah melepaskan Willow sejak lama.


"Ada apa ini?" tanya Darsh yang kebetulan lewat di depan mereka.


"Tidak ada apa-apa, Darsh." Callista berusaha untuk tidak membuat tuan rumah semakin tidak nyaman dengan keributan malam ini.


"Mom, jangan bohong!" Aquarabella sudah kesal sekali pada mommy dan daddynya.


"Aqua, tolong mengertilah!" Callista ingin menyelesaikan masalahnya sendiri.


"Dad-ku tidak mau pulang karena masih ingin bersama Willow. Ingin memberikan perhatian lebih. Kurasa kamu juga tahu itu, Darsh," ucap Aquarabella. Sontak hal itu membuat Callista malu.


"Kurasa kamu memang salah paham, Aquarabella. Daddymu tidak berniat untuk memberikan perhatian lebih pada Willow," jawab Darsh.


"Kamu membelanya! Kurasa semua orang di sini membelanya." Aquarabella mulai menangis tidak jelas.


"Sekali lagi, kamu hanya salah paham. Bahkan, Willow tidak berniat merebut perhatian daddymu. Dia sudah dianggap papaku sebagai putrinya. Kenapa kamu sensitif sekali?" ucap Darsh.


"Aquarabella, Darsh benar. Willow itu sudah terlepas dari daddymu semenjak dia bertemu dengan daddynya," jelas Callista.


"Lalu, kenapa Daddy dan Om Dizon hanya mengobrol berdua? Kenapa tidak melibatkan kami?" protes Aquarabella.


"Sayang, tidak semua pembicaraan harus dibicarakan dengan semua orang. Ada hal-hal rahasia yang cukup Daddy dan Om Dizon yang tahu." Dizon harus menyelesaikan masalah putrinya. Dia merasa kalau Aquarabella terlalu cemburu pada Willow.


"Sudah kuduga, semua orang membelanya!" Aquarabella berlari kemudian masuk ke kamarnya.


Dia langsung memeluk suaminya dan menangis tersedu-sedu. Zack juga merasa kalau istrinya berubah.


"Semua orang membelanya. Bahkan mereka menyayanginya," ucapnya dengan tangisan tersedu.


"Sayang, sebenarnya kamu kenapa? Kurasa ada yang tidak beres dengan dirimu," ucap Zack.


"Aku merasa kalau daddy selalu menyayanginya. Apalagi ketika bertemu dengannya. Aura wajahnya terlihat jelas sangat merindukan wanita itu," terangnya.


Zack merasa kalau Aquarabella hanya terbawa perasaan saja. Apalagi selama ini dia hanya seorang anak tunggal sehingga ketika Willow datang, Aquarabella merasa tersisihkan.


...🍃🍃🍃...

__ADS_1


Sambil menunggu update, yuk kepoin karya keren ini. Terima kasih



__ADS_2